ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Dia sepupuku


__ADS_3

Dia sepupuku


...****************...


Adi dan Mita semua senang karena akan di traktir sama Zha. Adi melihat Leon, dengan Butet, Adi membisiki Mita.


" Zha kita pindah saja ya, makanan di sini terlalu mahal ?" rayu Mita menghindari perang dunia.


" Iya Zha" sambung Adi.


" Kenapa kalian berubah pikiran ?" tanya Zha.


" Aku takut lihat brosur harganya, " alasan Mita.


" Perasaan sama saja harga normal dengan yang lainya dan aku ingin makan di sini?" Kata Zha.


" Aw, . . .!" Teriak Butet, ada binatang masuk ke matanya dengan terpaksa Leon akan meniupnya karena Dahlia sedang tidak ada.


Leon menunduk akan meniup mata Butet, Mita segera menarik Zha dari sana, tapi telat.


" Jadi kalian menghindari buaya ?" Kata Zha melihat Leon seperti akan mencium wanita seksi yang hanya pakai tengtop dan celana sepaha karena jaket di lepas. Zha langsung mengibaskan tangan Mita yang akan menariknya keluar, dan lari menghampiri Leon dan Butet.


Adi dan Mita mengikutinya.


Plakkk ! tamparan keras mendarat pada pipi Leon.


" Jadi ini kak, kesibukan kamu ?" Kata Zha dengan mata memerah.


" Zha dengar ?" Kata Leon terputus.


" Dengarkan penjelasanku, ini cuman salah paham. itukan yang akan kak Leon katakan ?" Kata Zha.


" Dan kau, wanita ****** ?" Kata Zha sambil menjambak rambut Butet yang terurai.


" Secantik dirimu kalau merusak pagar ayunya orang kau tetap jelek, dan semahal - mahalnya kamu perawatan kau masih tetap murahan, dan setinggi - tingginya kamu memakai hak, kau masih tetap rendahan karena kamu memang pantas di injak - injak " Kata Zha sambil menyiram Butet dengan jus mangga yang kental sedang Butet meringis kesakitan karena rambutnya di tarik Zha.


Semua pengunjung cafe pandangan tertuju pada mereka.


" Leon tolong !" pinta Butet pada Leon membuat Zha semakin geram.

__ADS_1


Prang . . ! gelas di pecahkan sedikit oleh Zha dan menodongkan ke wajah Butet.


" Kalau kamu berani mendekat jangan salahkan aku kalau aku merusak wajahnya " teriak Zha sambil mengadahkan gelas ke wajah Butet.


" Kesalahan apapun bisa aku maafkan kak, tapi tidak dengan penghianatan, aku benci penghianatan !" teriak Zha.


" Zha ini tidak seperti yang kau pikirkan sayang, aku hanya milikmu, aku tidak selingkuh dengarkan aku sayang " bujuk Leon.


Dahlia datang


" Zha kamu nak ?" Kata Dahlia takut Zha berbuat nekat.


" Oh ini semua persekongkolan kalian berdua, aku tidak menyangka mi, ku kira mami sayang sama Zha tulus, tapi ternyata? apa karena Zha tidak mau mengikuti saran mami, mengambil anak ini !?" teriak Zha.


" Zha dengarkan aku ?" Kata Leon.


" Aku benci kamu kak, aku istri sah kamu, aku mengandung anak kamu, tapi kamu malah membela j4l4ng ini, apa kalian berhubungan sudah lama ?" kata Zha sambil menangis.


" Aku benci kamu kak Leon ?" prang gelas pecahan yang di tangan Zha di banting lagi dan Zha berlari, Leon mengejarnya dan menyahut menggendongnya.


" Aku benci kamu kak, lepas. . !, ku habiskan waktuku untukmu kak ?" Kata Zha sambil memukul dada Leon untuk di turunkan, sesekali menggigit tanganya tapi Leon hanya meringis menahan sakit.


" Lepas kak, pulangkan aku ke rumah orang tuaku kak, aku benci penghianatan . . . hu hu hu ?" Zha masih meronta di gendongan Leon.


" Kak Leon keluarkan Zha, kak. . . !" teriak Zha.


Leon yang takut Zha berbuat nekad Leon mengambil borgol di bok mobil dan mengunci tanganya.


" Tante kok mau sih punya menantu urakan seperti itu ?" tanya Butet pada Dahlia sambil membersihkan tubuhnya dari jus dan juga spageti.


" Dia wanita yang istimewa, yang bisa menaklukan dua putra tante !" jawab Dahlia.


" Tante tidak marah dia seperti itu ?" tanya Butet.


Dahlia menggeleng.


" Tante tidak mengingatkanya ?" tanya Butet.


" Tidak, dia lebih pintar dari pada tante, dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, masalah yang besar saja bisa di selesaikan " kata Dahlia.

__ADS_1


" Kita pulang saja tante, aku malu sudah berantakan !" kata Dahlia.


Zha masih terus meronta, sampai di apartemen, Leon tidak tahu harus bagai mana agar Zha bisa mendengarkan penjelasanya.


Ahirnya Leon melucuti seluruh pakaian di tubuh Zha.


" Kak, aku akan memberikan dengan senang hati, kalau kau tidak berhianat, tapi sekarang aku jijik kau sentuh, tubuhmu sisa wanita lain


" Tapi Leon tidak menghiraukan membuat Zha, merintih sakit saat Leon memasukan juniornya, dan memompa dengan sedikit keras.


" Kak Leon sakit " rintih Zha masih dengan meneteskan air mata.


Saat Zha sudah merasakan keluar dari lubang syurganya, Zha terkulai lemas.


Leon Selalu merasakan siraman hangat pada juniornya. Leon mulai berbicara di atas Zha.


" Kau sudah sayang. . !?" tanya Leon tapi Zha buang muka.


" Zha dengarkan aku, Dia Butet dia sepupuku dari Padang, anak adik dari mami " cerita Leon.


" Mana ada sepupu bermesraan sampai ciuman ?" jawab Zha.


" Oh jadi itu ? matanya terkena ntah apa jadi dari pada dia teriak bikin malu, jadi aku berusaha meniup, setahu kamu aku ciuman " jelas Leon.


" Bohong. . !" kata Zha tidak percaya.


" Aw sakit. . .!" rintih Zha saat Leon mengangkat dan menghentakan juniornya agak keras di lubangnya.


" Kalau kamu tidak percaya kita lihat IG Arief dan aku, tapi aku selesaikan ini dulu !" kata Leon sambil memenuhi hasratnya.


Setelah Leon selesai Zha merasa nanggung ingin mengeluarkan lagi tapi gengsi, dia sedikit menggesek, Leon yang tahu dan terkulai di dekat telinga Zha masih dalam penyatuan, menahan sedikit untuk tetap keras pada juniornya.


" Ahhh. . " des4h Zha yang kelepasan.


" Aku paling suka ekpresimu yang imut !" kata Leon sambil memegang hidung Zha.


Zha malu juga pilih buang muka.


Leon bersender di bantal dan menarik Zha dalam dekapanya, dan mulai mengotak atik ponselnya menunjukan IG nya.

__ADS_1


" Kau percaya kan kalau dia sepupuku ?" tanya Leon.


Zha terdiam sedikit malu dengan tingkahnya yang urakanya.


__ADS_2