
Akikah
...****************...
" Kalau lihat baby, se tampan - tampan ini, aku jadi ingin lagi !" kata pak Dani, sambil mengelus pipi baby Zha yang di gendong buk Dani.
" Ingin lagi, ! urus itu satu, ! satu saja sudah bikin pusing " kata Buk Dani sambil menunjuk Mita.
" Ya dia lah yang suruh bikin banyak !" kata pak Dani.
" Ha ha ha !" tawa semua.
" Bapak. . !" teriak Mita.
" Ayok Mit ! aku jantan kok !" kekonyolan Adi kambuh.
" Tuh jagonya saja sudah ngebet !" kata buk Dani.
" Mau pesen berapa, satu tusuk pun langsung jadi . . " kata Adi
" Adi. . . ! aku bukan sate yang main tusuk. . !" teriak Mita.
" Awwww sakit Mittttt. . . !" teriak Adi yang di cubit Mita.
" Ha ha ha. . !" tawa semuanya lagi.
" Kalian bringsik. . . membuat babynya bangun !" kata Didik pada Adi dan Mita.
Leon yang dari luar datang, dengan menutup teleponya dari sebrang sana.
" Hai, baby ayah sudah tampan, sudah siap pulang " kata Leon sambil mencium ke dua putranya.
" Leon apa kamu sudah pesan mobil ?" tanya Didik. dan di angguki Leon dengan senyum.
" Sayang sudah siap pulang ?" tanya Leon sambil mencium kening Zha.
Rima menyiapkan sandal buat Zha, Zha bersiap akan turun dari brankar, tapi Leon segera mengangkat Zha, menggendongnya membuat Zha terkejut lalu mengalungkan tanganya pada leher Leon.
" Kenapa aku harus repot, dia sudah ada pawangnya !" kata Rima membuat orang tertawa.
Leon menggendong Zha melewati lorong rumah sakit menuju parkiran , yang sedikit jauh, membuat banyak orang geleng kepala melihat ekpresi Leon yang tidak merasa lelah menggendong Zha.
" Kak, kenapa kau pandang aku seperti itu !?" tanya Zha dalam gendongan Leon yang memandangnya sambil tersenyum.
" Aku baru saja mimpi buruk, dan kini aku bahagia melihat lagi senyum istriku yang cantik !" jawab Leon. Zha menenggelamkan wajahnya yang merah karena malu di dada Leon.
Setelah keluar rumah sakit, menuju parkiran, semua mata tertuju pada tiga mobil mewah, dengan tujuh orang berbadan tegap besar berkaca mata hitam.
" Siapa yang di sambut dengan mobil mewah seperti itu serasa jadi ratu ?" kata buk Dani yang heran.
" Ssssst. . . !" kata Rima sambil menaruh jari telunjuknya di bibir
Saat Leon datang mobil yang paling depan langsung membuka pintunya mempersilakan masuk.
__ADS_1
" Roy. . !" kata Zha yang kaget, ternyata yang jemput Roy. Roy hanya membalas dengan senyum.
Dan saat babynya datang, mobil ke dua di buka mempersilakan masuk, dan beberapa keluarga.
" Cuman menggendong baby Zha, serasa di sambut seperti ratu " kata buk Dani yang cerewet ternyata kecerewetan Mita keturunan dari ibunya.
" Pak de, memang ngenes kita, harus naik mobil pick Up lagi !" kata Adi.
" Sudah, tidak usah banyak omong kamu !, kita shoping saja !" kata Didik.
" Ha ha ha. . pak de, sudah bisa bahasa shoping, gara - gara tinggal dengan Leonardo ha ha ha !" tawa Adi di sambut Didik.
" Ha ha ha. . ! kau benar Di !" kata Didik.
Setelah semua pulang sampai rumah, Didik dan Adi pulang terahir dengan membawa dua kambing.
" Buat apa pak ?" tanya Rima.
" Buat akikah, tapi masih kurang dua lagi, besok aku cari sama Adi !" kata Didik.
" Tidak usah pak, Leon sudah ada se ekor sapi " kata Leon.
" Oh ya sudah " Kata Didik.
Ima menengok Zha, Zha mengelus perut Ima yang sudah besar.
" Semoga cepat menyusul " kata Zha.
Zha menyusui putra kembarnya dengan setengah telanjang, Leon yang belum terbiasa jadi risih plus gemes lihatnya, bertambah lagi dia belum terbiasa tanpa Zha, jadi dia serba bingung masuk kamar dan keluar lagi berkali - kali.
" Ada apa kak, apa ingin ngopi ?" tanya Zha melihat tingkah aneh suaminya.
Leon hanya geleng kepala dan keluar kamar lagi sambil mengacak rambutnya, Rima seperti tahu apa yang di rasakan menantunya, langsung masuk kamar menemui Zha.
" Sayang, kalau kau mau kaaih ASI pada baby twin, tolong di tutup ya ?, kasihan suamimu, biasanya milik dia, sekarang harus milik mereka berdua atau disedot saja di taruh di dot, sebagian biar tidak serepot ini !?" kata Rima menawari Zha.
" Bagai mana baiknya, terserah ibu !" kata Zha menurut apa kata ibunya.
Lima hari sudah Zha di rumah, namun Dahlia dan Angga, tidak menengoknya lagi.
" Buk, tubuh Zha kok panas ya ?" tanya Leon yang panik pada Rima.
" Pengorbanan seorang ibu selama mengandung sembilan bulan belum seberapa, belum melahirkan, dan Zha memilih memberikan ASI nya sendiri untuk anakmu, membuat putingnya lecet, itu yang menyebabkan demam, belum lagi malam harus jaga kedua putramu yang rewel " jelas Rima.
Leon mengangguk mengerti. Dan sambil berpikir.
" Makanya, hargai ibumu yang melahirkanmu !" lanjut Rima membangunkan lamunan Leon.
Leon masuk kamar dengan sepiring makanan untuk Zha.
" Mami kok tidak datang ya kak, Zha kangen ?" tanya Zha pada Leon.
Leon menceritakan apa yang terjadi, kalau yang mendonorkan darah adalah Dahlia.
__ADS_1
" Kenapa kak Leon jahat sama mami ?" tanya Zha.
" Kak Leon bukan jahat, tapi kak Leon benci dengan Angga, antara kak Leon seperti tidak ada hubungan batin, sedang mami selalu menuruti kemauan Angga ! " kata Leon.
...****************...
Acara akikahan putra Leon akan di mulai, pagi ini ramai orang yang akan mengolah masakan.
Seketika, ada mobil yang mengantar dua kambing besar ke kediaman Didik.
" Leon. . ! Ada kiriman dari kambing dari orang tuamu !" panggil Didik pada Leon.
" Di sembelih saja pak !" kata Leon.
" Jangan kak !" kata Zha.
" Kenapa sayang ?" tanya Leon.
" Ima juga melahirkan, bagai mana kalau pembelian bapak di kasih ke Ima !" kata Zha.
" Tidak, dia selalu jahat sama kamu !?" kata Didik sama Leon bersamaan.
" Ayolak pak, ayolah kak !? satu saja ?" kata Zha memohon.
" Baiklah, satu saja !" Didik ahirnya luluh.
Leon yang masih asik bermain ponselnya, Zha yang baru sembuh dari demamnya, ingin di manja sama Leon.
" Kak, Zha lelah !" kata Zha pada Leon.
Leon yang asik bermain ponsel, langsung merespon Zha.
" Sini sayang ?" kata Leon sambil menepuk dadanya agar Zha tertidur di dadanya.
Zha langsung ke dada Leon.
" Inilah tempat ternyaman yang aku punya " kata Zha dan di ciumi Leon.
Mita yang di depanya ternyata merekamnya dan di kirim ke storynya, Adi yang melihatnya sedikit geram, Ima terasa panas.
" Kamu ingin seperti itu ?" tanya Adi, Mita menggeleng sambil mengejek.
" Sini !" kata Adi sambil menunjuk dadanya juga, Mita yang geram langsung mencubit pinggang Adi.
" Aw aw aw aw. !" kata Adi.
" Sssssttt !" Leon mengarahkan jari telunjuknya pada bibirnya.
" Aku kalau punya istri nanti, habis lahiran langsung bisa angkat galon !" kata Adi, membuat orang di belakangnya melotot.
Leon mengkode agar Adi menengok ke belakang, Adi menengok ke belakang ternyata ada bu Dani.
" Awas kamu ya, kalau bikin anaku, jadi babumu !" ancam bu Dani.
__ADS_1