
ALIEN KOTA
...****************...
" Sudah jangan banyak ngegombal, keburu siang snak belum jadi semua mumpung ada ahli kueh " jelas Lilis.
" Ayok Lis kamu gantinya Zha dulu " kata Aldo.
Setelah mereka berdua selesai berbelanja langsung di garap oleh Zha, sampai beberapa cetakan.
" Ini kueh jangan di makan ya ? ini lain dari pada yang lain. gulanya rendah kalori dan tanpa Susu, spesial punya suamiku !" kata Zha sambil menunjuk brownis di angkat dari panggangan dengan bertabur keju di atasnya.
" Ya Zha " kata Lilis dan yang lain.
Semua sibuk dengan tugas masing - masing, Adi lebih pilih di lapangan.
Tin
Tin
Tin
Seorang lelaki tampan keluar dari mobil sport putih silver di depan rumah orang tua Zha. para anak kecil mengerubunginya dan di bagikanya nakanan ringan dan permen, semua orang memandang takjub dengan ketampanan dan ke gagahanya para gadis pun di buat ngiler melihatnya.
Salah satu anak kecil itu lari ke ibunya di dalam rumah Rima.
" Dapat snak dari mana ?" tanya sang ibu.
" Dari kakak ganteng di depan berkaca mata hitam ?" jelas anak perempian seumuran 4 tahunan.
" Semua sudah di kasih, tapi masih banyak katanya buat kak Zha " lanjutnya lagi.
Zha yang mendengar langsung keluar.
" Emang orangnya mana dek ?" tanya Zha pada anak kecil itu.
" Di depan kak, kak Zha sudah besar masih saja suka jajan !" kata anak kecil ngomongin Zha, mengingat kakak tampan membelikan snak begitu banyak buat Zha.
" Kan kecilnya kak Zha tidak jajan, makanya besarnya jajan, tau tidak nanti sebaliknya kamu suka jajan kecil, besarnya tidak boleh jajan paham " ejek Zha.
" Hua hua hua. . . aku mau jajan terus ", orang tua bocah sama Zha jadi tertawa melihat kepanikan anak itu karena besarnya tidak boleh jajan.
" Ini jajanya adek tidak mau jajan lagi hua hua hua !" Sambil melempar Snaknya.
Orang di situ semakin tertawa melihat tingkah anak itu.
" Emang dasar Zha " kata Rima.
Zha menggendong anak itu menenangkannya sambil menyambut suaminya datang.
" Kak Leon kok sudah pulang ? baru jam setengah satu ?" kata Zha sambil menyalami suaminya dan menyambut tasnya. Leon menarik pinggang Zha dan mencium keningnya dengan mesra.
Semua ibu - ibu memandang Leon dengan takjub, dan para karang taruna mengintip dari pintu pembatas dapur dan ruang tengah yang tertutup tirai.
" Waw, pantas Zha tidak pilih Aldo walaupun muda Aldo, Tampan banget sih suami Zha body oke ?" gumam para pemudi dari balik tirai yang di buka sedikit.
__ADS_1
Aldo juga tampan idola wanita di kampung Zha, tapi Zha tidak tertarik. dulu saat ada Arief, tampanya sainganya Arief.
" Dulu ku kira Arief pemuda paling tampan ternyata kakaknya lebih tampan " gumam ibu - ibu.
" Jadi istri kedua mau dong ?" kata salah satu gadis yang genit.
" Lebih tampanan gue !" kata Adi yang tiba - tiba ada di belakang.
Sambil makan brownis yang ada di meja.
" Adiiiii. . . !" teriak Lilis.
" Kamu tidak usah teriak, aku pusing ?" kata Adi.
" Itu punya Zha kamu bisa kena hantam bapakmu kalau Zha nangis !" kata Lilis.
" Sudah biasa " kata Adi tanpa merasa bersalah.
Zha setelah mengantar anak kecil ke ibunya langsung mengajak Leon masuk kamar.
" Ya sudah kak Leon ganti baju dulu, Zha nyiapin makanan buat kak Leon ?" kata Zha pada Leon masih diam dan tersenyum paham.
Leon mendekati Zha dan dengan gaya usilnya memegang hal sensitifnya membuat Zha kaget. dan Leon memberikan lehernya untuk melepas dasinya.
" Kak Leon, masih nyeri " teriak Zha.
" Emang ibu dan bapak kemana ?" tanya Leon.
" Mungkin masih di lapangan " jawab Zha.
" Adi i i i i !" teriak Zha sambil menangis. membuat semua orang tua Zha dan Adi panik dan melihat anak mereka.
" Dasar cengeng !" kata Adi.
" Kenapa kamu makan kuehku, kan banyak yang lain, tidak perlu kuehku ?" kata Zha sambil menangis.
" Kueh gini saja di tangisi, nih masih banyak, aku cuman makan sedikit " jawab Adi.
" Suamiku harus makan sisamu ?" bentak Zha.
" Sesekali Alien kota makan barengan sama aku, aku tidak berfirus kok Zha ?" jawab Adi.
" Kamu. . . !" kata Zha sambil mengepalkan tanganya.
" Adi kamu kalau tidak usil sama kakakmu kenapa sih ?" kata Jak yang datang dari belakang sambil menjewernya.
" Awww sakit, " teriak Adi
" Kalian berantem terus kapan akur kalian, kalian sudah sama besar ?" marah Didik.
" Cobak bilangin Zha, jangan cengeng seperti anak kecil !" kata Adi.
" Kamu yang seperti anak kecil ?" kata Zha.
" Kamu. . . !" jawab Adi
__ADS_1
" Kamu. . !" kata Zha
" Kamu. . . !" kata Adi.
"Kamu. . . !" jawab Zha.
Zha sama Adi saling pandangan dan mengepal tanganya.
Adi tiba - tiba lari meninggalkan dapur lewat jendela di dekatnya.
Ternyata Leon ada di belakang Zha membuat Adi takut dan lari.
" Apa sayang ?" kata Leon lembut pada Zha sambil mencium keningnya.
" Kueh ku di makan Adi " kata Zha.
" Kan bisa bikin lagi, tidak perlu nangis ?" kata Leon.
" Aku ingin pan cake !" bisik Leon di telinga Zha.
" Ya sudah kak Leon tunggu di depan ya ?" kata Zha sambil mengusap air matanya.
Zha mulai mengadoni dan membuat pesanan suaminya, Adi datang dari belakang.
" Zha aku juga mau !" bisik Adi di telinga Zha dari belakang yang melihat Zha bikin makanan yang jarang di kampungnya, kalau beli harus merogoh kocek banyak.
" Ya sudah duduk, jangan nakal lagi ?" kata Zha.
" Ya. . .!" kata Adi sambil duduk di bangku makan.
Temanya hanya geleng kepala, habis perang hebat, tapi sudah akur lagi, itulah kerjaan Adi dan Zha.
Zha selesai bikin satu porsi tinggal satu porsi lagi buat Adi.
Hiasan indah dengan toping strowberi sebenarnya membuat banyak pemuda di situ ngiler ingin mencicipi.
Adi mulai memakanya dan Zha mengantarnya ke suami dengan di temani coklat hangat.
" Coklat hangatku mana Zha ?" tanya Adi.
" Bikin sendiri, kalau mau di bikinin makanya cari istri !" jawab Zha.
" Kalian mau ?" kata Adi pada temanya yang lihatin dia makan sambil mengulurkan sendoknya.
Semua mengangguk.
" Makanya punya saudara yang bisa bikin kue, atau beli di cafe ?" kata Adi mengejek dan sambil menikmatinya.
Seketika Mita datang, dan mau menyendok pan cakenya Adi.
" Ini bikinan Zha ya pasti enak ?" kata Mita sambil mengangangkat sendok mengarahkan pada pancake di hadapan Adi yang masih separo Adi menggesernya membuat Mita cemberut.
" Kalau mau ini bikinin aku coklat hangat dulu " pinta Adi.
Mita menurut dan berdiri, setelah selesai menghidangkan di depan Adi tapi yang dia harapkan ternyata sudah habis di lahab Adi.
__ADS_1