
Aku lelah
...****************...
Saksi percintaan Zha
...****************...
Sebulan sudah Leon masih tetap berobat, Suatu ketika Leon dan Zha masih makan di cafe ada anak kecil sekitar umur tiga tahun cantik imut sedang berlari tidak sengaja menabrak Zha dan terjatuh, dan Zha segera jongkok.
Zha langsung menolongnya, membuat Leon ciut nyalinya, karena dia belum bisa kasih keturunan Zha.
" Hai cantik ? kamu tidak apa ?" tanya Zha lembut.
Anak kecil itu mengangguk.
" Kakak cantik maukah kakak jadi ibuku ?" puji anak kecil itu pada Zha sambil mengelus wajah Zha dengan lembut.
" Memang kemana ibumu ?" tanya Zha.
" Cari papa balu " katanya dengan sedikit cedal.
Leon ikut jongkok membersihkan baju anak kecil itu
" Kenalkan ini suami kakak, om Leon namanya " kata Zha sambil mengenalkan Leon.
" Jadi Latih, tidak dapat ibu balu ?" kata anak kecil itu, yang di ketahui namanya Ratih dengan menunduk sedih.
" Kita bisa jadi teman, kenalkan nama kakak Zhafi laulani, biasa di panggil Zha !" kata Zha.
Anak kecil itu langsung meminta gendong pada Zha.
" Lihat kak, anak ini lucunya ya !?" tanya Zha pada Leon.
" Apa kamu ingin anak ?" tanya Leon.
" Ya pasti inginlah kak, siapa sih yang tidak ingin, karena tujuan menikah salah satunya adalah keturunan !" jawab Zha membuat Leon tersinggung.
Leon langsung keluar, Zha yang masih menggendong anak kecil jadi serba salah.
" Ratih !" sapa pria tampan berdasi dan berumur di dekat wanita separuh baya mengambil anaknya pada Zha.
" Maaf cucu saya nakal ?" kata wanita paruh baya.
" Tidak tan tadi dia terjatuh !" jawab Zha dengan pikiran tidak karuan menuju pada Leon.
" Kamu cantik nak, siapa namamu ?" tanya wanita tadi.
" Zha tan !" jawab Zha.
" Kenalkan saya Key !" kata pria tampan tadi sambil menjabat tangan Zha.
" Maaf tan, om, aku buru - buru !" kata Zha sambil berlalu pergi dengan pikiran kalut memikirkan Leon.
Zha langsung menghentikan taxi dan menghubungi nomor Leon tapi tidak ada jawaban.
[ Zha, segera kesini, pak Leon lepas kendali ] pesan Roy.
__ADS_1
[ Searlok ] pesan singkat Zha.
Lalu Zha ke tempat Roy tujukan.
" Berhenti tuan ini bisa membahayakan binnatang yang ada di hutan dan kesehatan tuan !" kata Roy mencegah Leon yang menembak tanpa henti.
" Diam kamu Roy, apa perlu pluru ini menembus otakmu, kamu tidak tahu bagai mana jadi aku, aku punya segalanya, tapi aku tidak bisa membahagiakan wanita yang aku cintai ?" teriak Leon.
" Aku bingung Roy, antara melepas Zha wanita yang aku cintai, atau menahanya tanpa keturunan dan kebahagoaan ?" teriak Leon.
Zha langsung berlari memeluk Leon dari belakang.
" Kak, Zha mencintai kak Leon, maafkan Zha kalau Zha menyinggung perasaan kak Leon ?" kata Zha sambil berlinang air mata.
" Kau benar Zha, aku juga menyadari, kalau aku pria cacat, tidak bisa memberi keturunan kau wanita lembut yang sempurna !" kata Leon.
" Jangan bicara seperti itu kita dua orang yang saling melengkapi " kata Zha
" Zha tahu, siapa yang meracuni kak Leon " kata Zha membuat Leon membelalakan matanya.
Lalu Zha menunjukan vidio yang di rekam tidak sengaja di kantor.
" Kenapa kamu tidak cerita Zha ?" tanya Leon.
" Takut kak Leon marah, dan Zha ingin mencari tahunya secara halus !" jelas Zha.
Ahirnya Leon mau pulang dengan Zha.
( Tangkap anak itu hidup - hidup dan bawa ke markas ) perintah Leon pada Roy.
Sesampainya Zha dan Leon di rumah, Zha langsung mengambil buku mata kuliahnya, mengerjakan tugas dari kampus tadi di ranjang bersama Leon yang rebahan.
Leon merasa di cueki.
" Zha, , , ," panggil Leon
" Emmm. . !" jawab Zha tanpa memandang Leon.
" Apa kamu jijik sama aku, sampai kamu tidak peduli sama aku , apa karena aku tidak memiliki keturunan ?" tanya Leon.
Zha masih konsentrasi pada bukunya.
" Zha jawab. . !" bentak Leon.
Zha turun dari ranjangnya dan membereskan buku mata kuliahnya.
Zha membuka seluruh pakaianya membuat mata Leon membulat sempurna.
" Kenapa Zha harus jijik pada suami Zha ?" tanya Zha sambil menga**kang di atas Leon dengan berani dengan tubuh po**snya.
" Zha kan baru selesai da**ang bulan kak jadi baru ini bisa layani kak Leon !" jelas Zha.
" Zha. . " panggil Leon, saat Zha membuka kancing kemeja Leon.
Zha langsung membuka resle**ing dan memainkan juniior Leon sampai mu**crat berkali - kali.
Zha langsung mencumbu Leon, dengan ganas dan melakukan penyatuan berkali - kali.
__ADS_1
" Kau memuaaskanku sayang !" de**ah Leon.
" Kak sepertinya kamu sudah sembuh ! " kata Zha yang kelelahan berbaring di dekat Leon.
" Apa tandanya ?" tanya Leon.
" Cairan kak Leon sudah beda warnanya !" kata Zha.
" Besok waktunya cek lagi " ingat Zha.
" Selama ada kamu aku semangat Zha !" kata Leon.
" Walau bukan untuku tapi untuk dirimu sendiri " jelas Zha.
ponsel Leon berbunyi dan mendapat pesan mengganggu dua sejoli yang masih hangatnya.
( Sudah dimarkas tuan ) pesan Roy.
Leon langsung menaruh tangan Zha yang memeluknya dengan pelan lalu berdiri dan memakai pakaianya.
" Kak Leon mau ke mana !?" tanya Zha saat melihat suaminya terburu - buru.
" Kak Leon ada urusan sebentar, jaga diri di rumah " kata Leon.
" Zha ikut " kata Zha.
" Tidak, kak Leon hanya sebentar, lalu pulang, dan melanjutkan berrcinta denganmu kita lakukan adeggan yang semakin panas" kata Leon sambil mencium Zha yang masih po*os tertutup selimut.
" Jangan malam - malam ya ? makan di rumah, Zha masakin !" kata Zha.
" Okey sayang !" kata Leon sambil berlalu pergi.
Zha bangkit dari kasurnya dan segera mandi dan beristirahat sebentar di kasur kesayanganya, yang menjadi saksi bisu pergulatan panasnya dengan Leon dari awal.
Di mana Leon berada, di dampingi beberapa anak buanya Leon menemui karyawanya yang di ikat di bangku dengan wajah mengenaskan .
" Siapa yang menyuruhmu ?" tanya Leon sambil menatap mata anak karyawan itu dengan tatapan tajam.
Tapi anak itu masih diam, Reno nama yang di ketahui, dia anak badung dan nakal suka di club malam.
" Siapa ?" bentak Leon.
" Kalau kamu mau jawab, tulis nominal yang kamu inginkan dalam cek ini !" kata Leon sambil melempar cek.
" Tapi kalau tidak, kau ingin tahu rasanya timah panas ini, ini akan melubangi ini. ini ini dan ini !" ancam Leon sambil memegang pistol dan tangan satunya bagian - bagian kepala Reno.
" Tapi aku " kata Reno terputus.
" Cepat katakan. . ! aku tidak banyak waktu !" bentak Leon.
" Sebenarnya yang menyuruhku. . !" kata Reno terputus.
" Sebenarnya A a !" Reno terputus lagi
...----------------...
, tidak tahu kalau di tolak jadi ini aploud lagi
__ADS_1