
Kepolosan Zha
...****************...
Di sisi lain ada dua insan di pinggir pantai, memandang luasnya laut membentang bercanda ceria, tertawa penuh kemesraan, melupakan semua kekuh kesah yang ada.
Ibarat kata, DUNIA HANYA MILIK BERDUA. yang lainya ngontrak kali.
Banyak para pemuda iri dengan kemesraan Arief dan Zha, yang sering di sorot publik.
Setelah lelah bermain kejar - kejaran. mereka duduk di pinggir pantai.
" Zha aku bahagia saat di dekatmu, hati ini terasa damai sayang ?" kata Arief sambil menarik Zha dakam pelukanya.
" Tapi aku sedikit canggung Rif sama kamu, karena paparezi selalu mengikuti dan meliput kita " kata Zha.
" Jangan di hiraukan, karena itu pekerjaanya kalau tidak gitu mana dia dapat duit Zha? " jawab Arief.
" Dan satu lagi, saat aku pervi nanti kamu jangan macam -macam, karena paparezi pasti akan meliputmu, karena kau tunangan Arief !" peringatan Arief.
" Tanpa paparezi juga aku tidak macam - macam " kata Zha.
" Kak Leon akan menjagamu selama aku pergi, dan beberapa body guard. dan satu lagi jangan pernah menemui Kiting tanpa ada pengawalan atau izin" kata Arief.
" Aku. . " kata Zha terputus karena telah di tutup oleh bibir Arief.
Zha akan melayangkan protes, karena tempat umum, tapi tidak bisa karena tanganya di pegang Arief.h
setelah lelah bermain di pantai Arief mengajak Zha makan dan pulang ke rumah Arief.
Sesampai di rumah merasa sepi hanya ada para asisten, Dahlia entah kemana, mungkin kumpul bersama teman sosiolitanya.
" Zha, aku ingin, kalay kamu nanti jadi istri aky, jangan seperti mami, kalau aku pulang kau harus menyambutku " jelas Arief.
" Okey !" balas Zha sinngkat, sambil nasuk ke kamar Arief.
Saat Zha sedang asik melihat barang koleksi dan foto yanf di pajang di dinding. Arisf neneluknya dari belakang, dan nencium leher Zha sampai neningfalkan tabda merah.
Arief masih lanjut menggigit kecil telinga Zha. hingga mengeluarkan ******* kecil yang tertahan oleh Zha.
Arif masih lanjut bermain tanpa menghiraukan tangan Zha yang sedikit memberontak, tapi ahirnya Zha pasrah. antara suka dan tidak suka.
__ADS_1
Arief mendorong Zha hingga jatuh ke ranjang Arief dan, Arief melihat paha Zha yang sedikit teebuka, karena androknya menyingkap. Arief jongkok pas di antara dua paha Zha.
Dan vermain dengan sangat lembut. Zha sudah tidak bisa beekata apa - apa lagi, hanya gairah yang memuncak.
" Oh. . . ! Indahnya ciptaanmu " desah Arief di sela kesibukan memilin paha Zha dengan cap merah
" Ahhhh humm, udah Arief " di sela ******* melarang Arief. tapi Arief tidak menghiraukan masih asik bermain antara paha kiri dan kanan, dan menyingkap androk Zha yang nekar seperti payung, dan meninggikan stokinf yang di pakai Zha, hingga mendekati daerah inti Zha.
Zha yang baru pertama kali merasakan, merasa hanyut dalam lautan dan tanpa sadar menjepit kepala Arief dengan kedua pahanya.
lima belas menit sudah Arief bermain di antara paha, hingga sudah mencetak tanda merah puluhan, yang membuatnya nerasa puas.
Arief berdiri, dan merasa gerah, karena gairahnya yang sudah mencapai ubun - ubun membuka baju, hingga memperlihatkan roti sobbeknya di hadapan Zha.
Zha yang masih terpengaruh dengan permainan Arief. hanya bisa pasrah, saat Arief sedikit membuka kancing bajunya.
Dan sambil bermain di bibir Zha, turun ke leher dan ke dada Zha yang putih mulus. memasukan tanganya ke buah dada Zha yang baru mengkel, membuat Zha mendesah. dan bermain di choco cips milik Zha dengan menghisap dan menggigit kecik chpco cips yang belum keluar atau masih kecil .dan menciptakan tanda merah di area situ.
Tanpa sadar Arief tangan Arief menyingkap androk Zha dengan tanganya. dan mengelus area sensitifnya sambil bibirnya mengobrak abrik isi mulut Zha.
" Auuu sakit " teriak Arief.
" Kau menjijikan Rif . . . . " kata Zha setelah menggigit bibir Arief hingga keluar darah hingga banyak, menetes sampai spray dan di bersihin pakai baju Zha.
" Ya allah Arief, jangan sampai hilang keperjakaanmu " kata Arief, di bawah shower.
Zha masih menangis sesenggukan di bawah selimut melihat tanda merah di pahanya
" Apa ini yang tandanya tanda merah keperawanan ?" pikir Zha polos.
Leon yang baru pulang dari kantor langsung menuju kamar Arief, karena melihat mobil Arief yang sudah terpakir di garasi.
Kaget karena nendapati Zha yang masih berantakan, dan ada bercak darah di kasur dan selimut. melihat Arief yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan pinggang yang terlilit handuk, tidak biasanya Arief mandi jam segini, pikiran Leon sudah traveling, kalau Arief baru saha merawani Zha.
" Kak Leon, ada apa ?" kata Arief, menyapa Leon yang masih bingung.
" Kak Leon ?" panggil Arief lagi membangunkan lamunan Leon.
" Oh ya besok kamu take off siang sekitar jam dua belas ?" " kata Leon.
" Ya kak " jawab Arief
__ADS_1
Leon langsung keluar dan masih bengong.
" Zha, maafkan aku ?" kata Arief.
" Kau sudah merawanin aku Rif huh huh " kata Zha sambil menangis.
" Tidak Zha, kamu masih suci sayang, aku masih ingat kok ?" kata Arief.
" Ini kenyataanya ?" sambil menunjuk ke paha nya yang merah semua.
" Zha kalau hilang keperawananya itu bukan tanda merah itu, tapi merah darah, contohnya dengan memasukan pusaka ku ke lubang yang kau punya itu " kata Arief sambil memberi kode pakai mulutnya Arief.
Zha langsung menutupnya pakai androknya.
" Tapi tadi tidak ada yang masuk kan ? jari pun tidak masuk. Apa are sensitifmu sakit ? tidak kaa ?" kata Arief dan Zha menggeleng.
" Tapi Rif, aku jijik, seluruh tubuh ini bekas air liurmu lengket semua lah " kata Zha polos.
Arief tidak marah, malah senyum dengan kepolosan Zha.
" Ya sudah mandi sana, pakai kaos ku ?" kata Arief, menyuruh Zha.
" Jadi aku tidak bakal hamilkan ?" tanya Zha.
Arief menggeleng sambil tersenyum.
Zha langsung ke kamar mandi dan mengguyurnya pakai shower.
Arief menyiapkan baju ganti untuk Zha dan setelah Arief berpakaian lengkap Arief pergi je kanar Leon.
Arief melihat Leon masih berkutat dengan laptopnya.
" Pak CEO, di rumah saja masih sibuk urusin kantor " Sapa Arief membuat Leon sadar akan kedatangan Arief.
" Ini juga demi kuliah kamu Rif ?" kata Leon.
" Sudah jangan basa basi, kamu kesini mau ngapain, kakak lagi sibuk " tanya Leon.
" Kak besok antarin Arief ke bandara ?" kata Arief.
" Emmm " jawaban Leon singkat.
__ADS_1
" Sama Zha ya kak ?" tanya Arief.
" pesan kak Leon, jangan pernah macam - macam di sana apa lagi main perempuan, di sini sudah ada yang menunggu " pesan Leon pada adiknya