ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Penjara dua puluh lima tahun


__ADS_3

penjara dua puluh lima tahun


...****************...


Zha berusaha bangkit, Leon tersenyum, melihat sekujur tubuh istrinya, seperti macan tutul karena ulahnya.


Leon membantu Zha memasang bantal di belakangnya, supaya bersender.


" Kita pulang kak !?" kata Zha, di sela - sela suapan Leon.


" Nanti ya, ? kalau kau sudah mendingan !" kata Leon, dan di angguki Zha.


Setelahnya Leon mandi duluan, Zha bangkit dari ranjangnya, dan melihat tablet obat, yang belum pernah Zha lihat, dan ada tisu magic dan di baca Zha, Zha baru paham


" Kak Leon. . . !" teriak Zha.


Leon yang ada di kamar mandi langsung keluar dengan panik, karena teriakan istrinya.


Leon menarik handuknya, dengan kepala masih penuh sampo.


" Ada apa sayang ?" tanya Leon sambil melilitkan handuk di pinggangnya.


" Ini obat apa ?" tanya Zha tapi Leon pilih diam.


" Kak, kak Leon tanpa obat ini saja, Zha sudah kualahan, kak Leon pakai seperti ini, badan Zha rasanya remuk semua, Zha sakit semua kak " omel Zha.


" Nanti sayang kak Leon mandi dulu, ayo kita mandi bareng saja lanjutin di dalam marahnya !" Alasan Leon sambil menarik Zha ke kamar mandi.


Leon memandikan Zha, Zha masih saja cemberut, karena kelakuan Leon yang pakai obat kuat.


" Kalau kau masih cemberut, akan aku bikin kamu mendesah lagi Zha !" ancam Leon.


" Masa bodo. . !" jawaban Zha membuat Leon jadi gereget.


Leon menarik Zha dalam pelukanya, dan berusaha memasukan pusakanya lagi.


" Lepas kak Leon, lepas !" Zha meronta, mintak di lepaskan, tapi Leon yang tubuhnya sudah menegang, tidak peduli.


" Ahhhhh. . " des4h Zha saat pusaka Leon berhasil masuk dengan sempurna.

__ADS_1


Leon menangkap tubuh Zha yang sudah lemas, karena menyemburkan cairan kental yang menghangatkan pusaka Leon yang ada di dalam.


" Kau memperkosaku kak !" kata Zha saat Leon mendudukanya, dan meneruskan memandikan Zha.


" Apa kau akan melaporkanku ke polisi, penjara dua puluh lima tahun, bagai mana nasib putraku, siapa yang akan menyekolahkan mereka, siapa yang akan menafkahimu ?" kata Leon panjang lebar dengan senyum.


" Kau miliku sayang, dan setiap inci tubuhmu adalah miliku yang tidak bisa aku abaikan untuk menikmatinya " kata Leon.


Setelah selesai Leon menggendong Zha ke kasur dan Zha segera memakai pakaianya karena takut di terjang Leon lagi.


" Aku mau, kita akan menikmati hari - hari kita seperti ini, walau kita sudah memiliki anak " pinta Leon sambil mengeringkan rambut Zha.


Zha masih terdiam, terlihat marah pada Leon, di mobil pun masih sama, membuat Roy heran, kadang yang paling cerewet itu Zha.


Di rumah, Adi, Roma dan Dahlia juga memperhatikan tingkah Zha yang aneh, Zha langsung masuk kamar menyapa putranya yang sudah di mandikan baby sisternya.


" Kau kenapa ada di kamar ku !?" bentak Zha pada ke dua baby sisternya.


" Ma maaf nona !" kata keduanya terbata - bata.


" Oh, kau belum aku kasih peraturan di rumah sini ya !?" tanya Leon.


" Sekarang keluar. . . !" teriak Leon.


" Kak Leon janji, nanti malam, kak Leon tidak meminta jatah lagi " kata Leon pada Zha yang masih menyusui kedua putranya.


" Kau kejam kak, jangan jadikan Zha budak nafsumu !" teriak Zha, Leon langsung membekap mulut Zha.


" Sssst jangan keras - keras, nanti terdengar sampai luar, kau bukan budak nafsu kak Leon, tapi kau surgaku " kata Leon.


" Kak Leon melakukan itu, hanya ingin kau puas, kak Leon tidak mau, kalau kau memikirkan pria lain yang lebih perkasa, dari pada aku, kak Leon janji, tidak akan pakai alat seperti itu lagi, kalau kau puas dengan yang alami " jelas Leon.


" Maafkan kakak sayang ?" pinta Leon yang duduk di bawah ranjang sambil memegang paha Zha.


Zha mengangguk, Leon langsung berdiri dan mencium kening Zha.


" Kita keluar, kak Leon tidak mau ada yang masuk kamar kita, tanpa seizinmu ataupun aku !" kata Leon.


Zha keluar dengan baju tidurnya dengn menggendong Arka, sedang Leon menggendong Aksa.

__ADS_1


Dahlia menelisik sekujur tubuh Zha penuh dengan tanda merah, baju yang bagian bawahnya sedikit meninggi tak luput dari pandangan Zha.


" Kau habis di terkam harimau ya Zha ?" tanya Dahlia.


Leon merasa tersinggung tersenyum malu.


" Kalau tidak sebuah kewajiban, Zha mungkin sudah kabur " kata Zha dengan senyum.


Dan di balas dengan senyuman Dahlia dan Rima.


Dahlia pamit pulang, karena sudah di jemput Joko, sedang Rima akan pulang, dengan Adi.


Tinggal dua baby sisternya, dan satu ART dan dua body guard di sana.


Leon memberikan wejangan pada mereka, dan peraturan yang dia buat, karena Leon tidak suka ada wanita lain yang masuk kamarnya tanpa izin.


" Kau aku perintahkan, untuk membantu istriku, mengurus Arka da Aksa, karena dia perlu kuliah, tidak harus masuk kamar, karena baju mereka berdua sudah ada di kamar sebelah, jika mereka sudah di kamar kami, berarti mereka sudah seutuhnya tanggung jawab kami " jelas Leon pada baby sisternya yang masih sedikit muda seumuran Leon yang bernama Sinta, dan Yati itu.


" Dan kau, ku tugaskan untuk beres - beres, untuk mengurusku cukup istriku, dan kau memasak untuk seluruh pekerja di sini, kalau aku cukup istriku " kata Leon pada bi Ijah.


" Dan kau . . !" kata Leon sambil menunjuk dua body guard, Jin dan Nino.


" Siap tuan !" jawabnya tegas.


" Kau aku ambil, untuk menjaga dua putraku, dan istriku dan seisinya apartemen ini !" jelas Leon.


" Sebentar lagi kita akan pindah ke rumah baru, jadi untuk sementara kita tinggal di apartemen ini dulu " jelas Leon.


Esok paginya, Zha harus ke kampus. Sesampainya di kampus, semua mata memandang Zha dengan penuh heran sambil berbisik.


" Kelihatanya mah lugu, ternyata binal !" bisik seorang mahasiswa seumuranya.


" Kasihan ke cantikanya, hanya untuk simpanan orang !" bisik yang lain.


" Kalau jadi istri sahnya tidak mungkin, melakukanya di hotel, lihat bekasnya saja masih ada, dasar binal !" hujat yang lain sambil melirik leher Zha yang masih merah - merah.


Dan masih banyak hujatan yang lainya karena masih banyak yang belum tahu, kalau Zha istri Leon, dan ke hamilan Zha masih belum seberapa besar, sudah di bawa ke kampung. Desi menarik Zha ke kamar mandi.


" Vidiomu di hotel kemarin bocor " kata Desi sambil menunjukan vidio Zha dan Leon berhubungan di hotel kemarin. belim sampai ngobrol sudah ada yang memanggil Zha.

__ADS_1


" Zha di panggil guru dekan !? " panggil salah seorang mahasiswa.


Zha langsung menuju ruangan guru dekan, dan sampai di sana terlihat pria muda, tampan berwibawa, dengan mata memerah memandang Zha.


__ADS_2