
Mafia terkenal sadis
...****************...
Dan Leon segera membukanya ternyata sebuah foto.
" Apa ini yang di maksud tuan ?" tanya Rio.
" Ya benar, Kerja yang bagus Rio ?" kata Leon.
Zha hanya diam, meresakan nyeri di hatinya, karena di situ hanya ada foto wanita cantik dengan bergaya tomboy, dan sesekali foto seorang paruh baya yang mungkin ayahnya.
' Apa hubunganya sama kak Leon, apa dia kekasih kak Leon ?' pikir Zha.
" Dia Humaira andreas dan di panggil Ira, putri seorang mafia, dan dia juga bergabung dengan ayahnya Deon andreas sang mafia yang terkenal sadis " jelas Rio.
" Dan ini ayahnya Deon andreas ?" kata Rio sambil menunjuk foto pria paruh baya.
" Aku seperti kenal Rio ?" kata Leon.
" Tuan pasti kenal, dia salah satu Investor di perusahaan kita, mungkin yang terbesar perusahaanya yang di beri nama Dreas group " jelas Rio.
" Di mana aku bisa menemui gadis ini ?" tanya Leon.
" Di markas X, milik Red devil yang di pimpin Deon andreas punya ayahnya " jelas Rio.
Zha melihat - lihat foto itu.
" Kak, orang ini mirip kak Leon versi tua ?" kata Zha sambil menunjuk foto Deon andreas.
" Ah mungkin hanya mirip ?" kata Leon.
" Tapi tidak setiap hari kita bisa menemuinya karena markas itu di jaga ketat, dan tidak setiap waktu juga gadis itu ada di sana, kalau alamat rumahnya masih di rahasiakan !" jelas Rio.
" Cari waktu agar aku bisa bertemu denganya " kata Leon.
" Baik tuan " jawab Rio.
Leon langsung pergi dengan membawa berkas di mana terdapat foto perempuan itu.
Di perjalanan Zha yang penasaran.
" Apa hubunganya kak Leon dengan wanita itu ?" tanya Zha.
" Kamu tahu wanita yang membantu kita waktu itu ?" tanya Leon.
" Ya tapi tidak jelas, karena posisi waktu itu gelap !" jelas Zha.
" Dia lah wanita itu " kata Leon.
" Ohhh. . . !" kata Zha setelah jelas.
Sesampai di rumah, Zha mengajak Leon menginap di tempat maminya.
Leon menyetujuinya. tapi setelah malam tiba Leon mendapat telepon dari Rio, kalau Ira ada di markas Red devil.
Leon ahirnya tidak bisa menginap tempat papinya.
__ADS_1
" Zha maafin kak Leon ya ?, lain kali kita menginap tempat maminya.
" Kenapa kak ?" tanya Zha saat Leon memakai jaket andalanya.
" Ada urusan sebentar !" kata Leon.
" Tidak usah nunggu, tidur duluan kalau sudah malam " kata Leon sambil mencium kening Zha, dan berlalu pergi.
Leon dan Rio berangkat dengan satu mobil menuju kota X di markas Red devil.
Di sana sudah banyak anak buah Leon yang menunggu yang di pipin olwh Rio.
" Maaf tuan, kita todak bosa menemani tuan sampai dalam, karwna nona Ira hanya ongin anda saja yang menemuinya " jelas Roy.
Leon mengangguk mengerti dan segera menuju gedung besar, sebelumnya Roy melemparkan sebuah pistol ke Leon.
" Ini untuk berjaga - jaga " kata Roy.
" Dia menunggu anda di lantai paling aras di ruangan 008 " kata Roy lagi
Setelahnya mereka memasang penyadap suara pada Leon.
Leon melihat di sekeliling gedung dengan tiga lantai, sesampainya di atas Leon mencari ruangan tersebut. dan ahirnya menemukanya.
Leon langsung masuk ke dalam, ruangan itu hanya di terangi cahaya remang remang.
Ada seorang gadis duduk di kursi kebesaranya, terhalang meja dari Leon.
" Kenapa anda mencari saya ?" tanya wanota tersebut.
" Siapa sebenarnya anda . . !" jelas Leon.
" Aku . . . !" belum sempat Leon menjawab gadis tersebut menarik alat penyadap suara yang terpasang di diri Leon.
Leon berhasil mengelak, tapi masih kalah gesit dengan gadis itu jadi terjadi perkelahian kecil.
" Kenama kau rusak itu ?" tanya Leon sambil mengacungkan pistolnya ke arah gadis tersebut.
" Ha ha ha ha . . .! anda itu seorang kaki - laki, apa nyawa anda terancam oleh seorang perempuan ?" tanya Ira yang di ketahui Leon dari Roy mengejek dirinya.
Leon menurunkan pistolnya dan menaruhnya di pinggang Leon.
" Saya hanya ingin kenal anda ?" tanya Leon.
" Aku anak seorang mafia yang terkenal kejam, Humaira andreas " katanya.
" Terima kasih atas pertolonganmu waktu itu ?" kata Leon.
" Kan aku sudah bilang waktu itu, aku sudah bilang iya ?" kata Ira
" Dan satu lagi " Leon mendekat mengitari Ira dan menarik jaket gadis itu dengan sigap, dan segera terlepas dari tangan kananya.
" Apa anda akan melecehkanku ?" tanya Ira.
" Ingat, anda sudah punya istri cantik !" lanjut Ira.
Leon menunjuk tanda merah di tangan kananya.
__ADS_1
" Siapa anda sebenarnya ? dan dari mana tanda merah ini ?" tanya Leon sambil menunjuk tanda nerah di tangan kanan Ira.
" Ha ha ha ha. . . ! hanya tanda lahir biasa seperti ini anda penasaran ?" tanya Ira.
" Mungkin kalau tanda merah seperti anda itu tidak biasa, karena aku memiliki tanda yang sama " jelas Leon sambil menunjuk lenganya juga.
" Mungkin kita saudara !" bisik Ira di telinga Leon.
Membuat maranya melebar sempurna.
Bugh. . .
Bugh. . .
Bugh. . .
seketika, ada yang menyerang Leon dari belakang dan dengan sigap Leon menangkisnya sehingga menjadikan perkelahian.
" Kamu masih sigap juga " kata pria paruh baya yang baru datang san menyerang Leon.
" Anda . . .!" kata Leon saat melihat pria paruh baya itu dengan tatapan mengenal.
" Ya Deon andreas pemilik Dreas group ?" kata Deon.
" Tetnyata anda ?" Leon kaget.
" Seorang mafia. !" kata Deon.
" Mafia kejam, tidak perlu kita takuti dan di waspadai, karena dia telah tahu kalau jahat, tapi yang perlu kamu takuti adalah benalu yang hidup menumpang, tapi menatikan " jelas Deon.
" Maksud anda apa ?" tanya Leon.
" Suatu saat nanti kau akan tahu ?" kata Deon.
Saat Leon akan buka suara, Deon sudah membuka suara terlebih dahulu.
" Pulanglah istrimu menunggumu, dia sudah mulai mencintaimu ?" kata Deon.
Anak biah Deon menyeret Leon dari ruangan itu. dan ahirnya Leon sampai di apartemenya jam 12 : 00.
Leon langsung membuka pintunya dengan card yang dia punya.
Leon melihat Zha tertidur di sofa ruang tamu karena menunggunya.
Leon menggendongnya ke kamar, dan Leon segera mengganti bajunya dengan piama tidurnya.
Leon mencium kening Zha dan memeluknya dengan kasih sayang.
...****************...
Weekend Dahlia main di apartemen Leon, srperti bisa Zha dan Leon baru saja pulang dari gym.
Dahlia yang ke sana sambil memvawa buah - buahan kesukaan putranya.
Zha yang bahagia melihat maminya datang, langsung mandi dan menyiapkan kueh, yang sekarang tidak pernah telat di buat Zha untuk Leon.
" Anak perempuan mami, sehat sayang ?" tanya Dahlia sambil memeluk Zha dengan kasih sayang.
__ADS_1
" Sehat mam, mami kesini kpk gak ngabarin, lagian baru kemaren malam kan Zha baru minap di sana ?" kata Zha