ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
2 episod terahir


__ADS_3

" Ya allah, sabarkan hati hamba, punya menantu, masih setengah " kata Dani yang dongkol di kerjain Adi.


" Pak, Adi masih lelah !" kata Mita.


Dani keluar kamar anaknya dengan geleng kepala, dan ngomong sama Jak dan juga istrinya.


" Kapan dewasanya anak itu, sudah berani nikah tapi belum sadar juga, semoga, Mita sabar menghadapinya " gerutu Jak.


Adi bersama keluarga ke Bali, sampai di sana di sambut, oleh ke nakalan Arka dan Aksa.


Di malam hari Adi dan Mita sudah di vilanya sendiri, di kirim makanan oleh Arka dan Aksa, yang tidak jauh dari vilanya dengan pengawal, Adi bukanya senang malah menggerutu.


Adi langsung menggendong ke dua keponakanya menuju vila Zha.


Seluruh keluarga masih berkumpul.


" Kenapa kamu kirim aku makanan ?" tanya Adi pada Zha.


" Biasanya kalau habis bergulat lapar " kata Zha.


" Jangankan bergulat, betinanya marah, dan nangis " kata Adi langsung ke meja makan lalu makan.


" Gi mana tidak nangis Zha, lihat bibirku bengkak di gigit, dan lihat leherku di makan fampir !" kata Mita sambil menunjukan bibir dan lehernya.


" Kau fampir apa manusia ?" tanya Zha.


" Soalnya dia mintak di cap kayak Zha, saat aku gigit teriak " kata Adi.


" Jadi kalian belum apa - apa ?" tanya Leon.


" Malam pertama dia masih pms, dan saat mau aku sentuh, malah di tanyain, mau ngapain ?" cerita Adi serasa dongkol


" Tidak pakai gigi Di, tapi dengan perasaan dan cinta !" bentak Leon.


" Ha ha ha. . . ternyata hari gini masih saja pria polos ya ?" tawa Dani.


" Aku kan pacaran hanya ciup pipi bibir dan pipi udah, seperti Zha dulu, hanya sebatas pelukan doang !" kata Adi di senyumi semua.


" Ya allah aku bersyukur, tidak punya suami seperti Adi, jadi terpuaskan hasratku ?" kata Zha sambil mendongak ke atas sambil menengadahkan tanganya ke atas.


" Kau. . !" kata Adi pada Zha.


" Sini Di aku ajari !" kata Leon sambil menarik Adi yang mulutnya masih penuh makanan ke kamar Adi berjalan sambil menyahut air di gelas.


" Bawa Mita Zha !" pinta Leon pada Zha.


" Coba lihat Di " kata Leon ******* bibir Zha.


Adi mengikuti gerakan Leon.


Leon turun ke leher Zha memainkan leher Zha, membuat Zha mendesah.

__ADS_1


" Kau tahu kalau wanita sudah mendesah, berarti dia sudah terangsang " Leon bicara lagi.


" Jangan sampai tangan kita nganggur,,kita mainkan hal sensitif wanita, agar dia terpuaskan, tapi jangan laki - lakinya saja yang berusaha, wanitanya juga seperti istriku tercinta, saat dia halangan, hanya satu yang halangan, semuanya tidak, jadi aku masih terpuaskan, tertuntaskan hasratnya, kalau masalah itu nanti kau konsultasi dengan Zha " kata Leon.


" Ya kak !" kata Adi.


" Kalau paham lakukan, seluruh tubuh Mita milikmu, jadi mainkan sesukamu tapi jangan lupa berdo'a dulu, buat dia mendesah dan puas " jelas Leon, sambil mengarahkan tangan Adi ke hal sensitif Mita.


" Baik kak " kata Adi.


" Kelanjutanya sudah bisa kan ?" tanya Leon, Adi mengangguk.


" Untung saja punya kakak dewasa " kata Jak.


Leon dan Zha keluar, dan melihat biang rusuh sudah tidur di pangkuan kakeknya.


Saat Zha bangunkan suruh pindah ke kamar, malah berontak.


" Kalau kamu bukan putra Leon, Arka dan Aksa mungkin sudah saya berkedel, dan bukan cucu Didik, mungkin sudah aku telan lagi " kata Zha.


Membuat semua tersenyum, dengan tingkah lucu Zha.


" Ternyata Zha bisa galak juga sama anak " kata bu Dani.


Saat semua sudah tertidur, dan di luar hujan deras, Adi masih menikmati malam pertamanya dengan ******* dan jeritan Mita.


" Sakit Di !" kata Mita saat Adi menerobos diding keperawanan Mita.


" Kak Leon, kak Leon. . !" panggil Adi mengetuk pintu kamar Zha.


Leon keluar dengan tergesa - gesa. Zha membenahi kimononya, karena ulah Leon.


" Ada apa Di ?" tanya Leon, melihat tubuh Adi yang hanya pakai sarung.


Adi menarik Leon dan mengikuti dari belakang.


" Kenapa ada darah ?" tanya Adi, menunjuk seprai dengan noda darah, sedang Mita beringsut di pinggir ranjang.


Leon menepuk kepalanya.


" Itu darah keperawanan Di, punya Zha lebih banyak dari itu, makanya, seminggu baru sembuh, dan dua kali kerobekan, mungkin kalau Mita besok saja sembuh, karena sudah umur, dan punya suami juga seumuran, !"


" Gempur lagi Di, jangan menyerah !" kata Leon memberi semangat.


Adi mengangguk. Leon menuju kamarnya lagi.


" Aku punya sepupu begitu bodoh kayak kamu Di ?" kata Zha.


" Kamu juga, kalau suamimu bukan Leon, mungkin kamu masih bodoh Zha " kata Adi.


Zha jalan ke kamar, memang benar yang di katakan Adi, dia masih sering polos pada Leon.

__ADS_1


" Kenapa sayang ?" tanya Leon.


" Berarti dulu, aku kalau cowok, masih sebodoh Adi ya kak !" kata Zha polos.


" Sudah sini jangan di pikirkan, lebih baik bikin punya kak Leon keluar dengan caramu " kata Leon Sambil menunjuk pusakanya.


Zha jalan gontai, dengan pipi di gembungkan mengarah pada pusaka Leon.


" Yang iklas, nanti kalau selesai masa nifas aku balikin !" kata Leon.


Paginya Mita dan Adi keluar, dengan rambut basah, dengan jalan yang aneh.


"Tau rasanya sekarang, kau dulu menghinaku " kata Zha pada Mita sambil menyiapkan sarapan.


Leon datang, awal yang paling terbiasa, adalah mencium Zha.


" Santai Zha dulu sampai seminggu, kayak gitu ingi lagi dan lagi. Kau kuat Di, tidak terlihat pucat !" kata Leon.


" Kan seperti yang kak Leon, ajarkan, Adi minum jamu !" kata Adi.


" Kalian penjahat, pantas Mita lempoh, dasar laki - laki jahanam !" teriak Zha, sambil mengejar Adi, dan Leon dengan membawa sudu, keduanya ambil langkah seribu.


" Zha kak Leon yang gagah tegap saja kualahan denganmu, apa lagi kalau aku menghadapi Mita yang bar - bar !" kata Adi.


" Zha kau tahu makanan ke sukaan Angga ?" tanya Deon, sambil duduk.


" Tahu dad, emang ada apa ?" tanya Zha.


" Tolong kamu bikinin ya,? daddy mau ke sana, bagaimanapun kita pernah makan seonggok jagung bersama " kata Deon.


" Aku ikut ya dad !" pinta Zha. Deon mengangguk.


Ke dia bocil bisik - bisik


" Kalian di rumah nanti ada guru private baru lagi, yang kemarin ke luar " kata Zha pada ke dua putranya.


Sesampainya di penjara Deon, menemui Angga duluan.


" Kenapa kau masih peduli padaku, padahal, aku berusaha mbunuh anak - anakmu ?" tanya Angga.


" Walaupun aku seorang mafia, aku masih punya hati, kita pernah susah bersama " kata Deon.


Saat Leon dan Zha masuk, dua tuyul ternyata ikut keluar dari bagasi mobil, membuat Zha dan Leon kaget.


" Opa. . !" Sapa Arka dan Aksa yang mendului Zha dan Leon.


" Kok mereka ikut ?" tanya Deon, Leon mengangkat pundaknya tidak tahu, ternyata anak itu dengar omongan orang tuanya, langsung masuk ke bagasi mobil.


Angga tersenyum di sapa dua putra Leon, yang ia sia - siakan sejak hamil.


Zha membuka masakanya dan menyuapi, Angga, Angga meneteskan air mata.

__ADS_1


" Kau tidak dendam padaku ?" tanya Angga di gelengi Zha.


__ADS_2