ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Masa kecil Zha


__ADS_3

Masa kecil Zha


...****************...


" Kita sepi lagi sayang !" teriak Leon.


" Kak, Zha mau buka usaha ?" tanya Leon.


" Apa kamu punya uang ?" tanya Leon.


" Uang nafkah dari kak Leon, sedang yang Zha kasih ke Adi tadi uang kes yang sering kak Leon kasih, sisa dari itu !" kata Zha.


" Paling hanya tiga puluh juta Zha ha ha ha !" tawa Leon mengejek istrinya.


" Menghina, ada sekitar hampir sembilan ratus juta kak, belum lagi perhiasan Zha yang Zha tabung kak, dari kak Leon dari Arief !" kata Zha membuat Leon diam.


" Memang mau usaha apa ?" tanya Leon.


" Buka usaha kue di rumah saja !?" kata Zha.


" Boleh, asal jangan sampai kamu lelah sayang, kasihan baby twin ?" nasihat Leon.


" Jadi kak Leon tidak kasihan sama Zha ?" tanya Zha.


" Kamu tidak ada kasihan, tapi kesehatan kamu terpenting ?" kata Leon.


" Terima kasih kak Leon ?" kata Zha sambil memeluk suaminya.


" Kak, seandainya ada seorang wanita, lebih cantik, lebih menggoda dari Zha, kaya lagi apa kak Leon mau?" tanya Zha.


" Sayang, kau yang terbaik, mungkin banyak wanita menerima ketampananku, tapi mereka belum tentu menerima egoku, dia mau menerima kemiskinanku, tapi belum tentu menerima sakitku, menurutku kaulah wanita yang sempurna sayang? " Jelas Leon.


" Ternyata suamiku bisa ngegombal juga ya ?" goda Zha.


" Apa !" kata Leon sambil menggelitiki Zha membuat Zha menggeliat tidak karuan.


" Kak Leon Ha ha ha !" tawa Zha.


" Kalau masalah kontrakan kita cari pelan - pelan ya sayang, sambil nunggu ibu pulang !?" kata Leon dan di angguki Zha.


Ke esokan harinya Zha sudah berkutat di dapur.


" Kamu sibuk sekali sayang ?" tanya Leon.


" Ada orang kerja di sawah kak, Zha mau ke sawah !" kata Zha.


" Aku ikut, " kata Leon sambil membawakan sebagian bawaan Zha.


" Tidak bawa motor Zha ?" tanya Leon.


" Tidak kak, dekat kok ? lagian jalanya sedikit susah, kasihan baby " jawab Zha sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


" Ya sudah biar kak Leon yang bawa " kata Leon sambil menarik bawaan Zha, dan Zha hanya membawa bagian yang ringan.


Sesampainya di sawah Zha memanggil para pekerja, dari tukang bajak sawah dan menanam padi.


Tapi belum waktunya istirahat, jadi mereka masih terus saja.


Zha masuk ke dalam sawah yang berlumpur Leon yang panik.


" Zha, jangan masuk ke situ kotor, Zha kamu mau ngapain ?" teriak Leon saat Zha di dekat tukang bajak sawah mengambil angge - angge dan di masikin ke botol pelastik ( yang hidupnya di pesawahan pasti tau, apa itu angge - angge ?)


Tukang bajak sawah hanya tersenyum


" Sini pak de ambilin !" tawar tukang bajak.


" Se belutnya ya pak de !" tawar Zha.


Si pembajak sawah yang di ketahui namanya Minto dan Ardi mengangguk.


Leon yang panik jadi ikut masuk sawah, baru kali ini Leon menginjak tanah sawah yang berlumpur, Leon yang belum berpengalaman masuk sawah memakai sandal bagus untung saja celananya tidak panjang, dan bajunya pilih di lepas, takut kotor.


" Zha sendalku hilang !" teriak Leon.


Terpaksa Zha meng hampiri, dan orang yang berkerja di sawah tersenyum melihat tingkah Leon yang hanya pakai boxer.


" Kak, kalau turun ke sawah, jangan pakai sandal " Zha memperingatkan.


" Orang kamu !, kotor tau di sini ?" gerutu Leon.


Byurrr.


Zha terjatuh di sawah karena menarik sandal Leon yang terputus.


" Zha kamu tidak papa ?" tanya Leon.


" Zha basah semua kak ?" jawab Zha dengan menggerutu.


Ahirnya Leon menggendong belakang Zha, walaupun susah, apalagi perut Zha yang mulai membuncit. Zha hanya ngerjain suaminya.


Setelah sampai pinggir, Zha lari lagi menghampiri ibu - ibu penanam padi di tanggul kecil akan cari keong dan kerang sawah atau bisa di sebut kijeng Leon mengikuti dari belakang.


Ibu - ibu melarang ahirnya Zha memilih menunggu di tanggul.


" Kalau kamu ikut masuk, nanti suami kamu sibuk lagi, seperti anak bebek, induknya ayam " Kata buk Paryem.


" Ha ha ha ha !" tawa semua ibu dan juga Zha.


" Biasa bu de alien kota, mana tahu kebiasaan kita, ini kotor, itu kotor " kata Zha.


" Ha ha ha. . .!" tawanya lagi.


" Tapi beruntung juga, mau di ajak ke sawah ?" kata Ibu Paryem langsung diam.

__ADS_1


Semua ibu - ibu pada diam karena Leon sudah mendekat.


" Zha kamu bawa sedikit saja, nanti bu de dengan yang lain kan istirahat, nanti sekalian di bawakan, lebih baik kamu bikin api dulu ?" kata Paryem.


" Apa ini Zha ?" tanya Leon sambil mengolak alik kerang sawah.


" Kerang sawah kak !" jawab Zha.


" Zha mau ke pinggir, ikut tidak ?" tanya Zha dan di ikuti Leon.


Semua orang mulai istirahat menuju gubuk pinggir sawah di dekat jalan yang di tempati Leon dan Zha.


Leon tiba - tiba guling - guling.


" Zha binatang apa ini Zha, tidak mau lepas di paha ku, Zha. . . Zha . . Zha. . . !" panggil Leon dengan panik.


Semua orang kuatir dan berlari menuju Leon yang berguling guling di depan gubuk tanggul besar.


" Ada apa nak Leon. . . ?" tanya Minto.


Zha langsung duduk di perut Leon supaya diam, banyak orang melihat dengan kagum, paha putih mulus Leon.


" Oh, ini rupanya ?" kata Zha sambil memegang binatang melata.


" Begini saja takut kak, ini namanya Pacet, yang besar itu namanya Lintah kak " kata Zha mengejek suaminya.


" Mendingan aku berhadapan dengan sepuluh mafia dari pada sama lintah dan kawan - kawanya !" kata Leon sambil menyingkirkan istrinya dari perutnya.


" Ha ha ha, bener kata Zha, alien kota memang beda !" kata Minto.


" Ha ha ha. . . !" tawa semuanya.


" Ini pesananmu ?" kata Ardi sambil mengulurkan dua botol plastik, satu besar, satu kecil.


" Terima kasih kak ?" kata Zha pada Ardi yang sekitar umuran Leon.


" Apa ini sayang ?" tanya Leon yang duduk di belakang Zha.


" Ini Angge - angge dan ini belut !?" jawab Zha sambil menunjukan botol plastik kecil dan botol pelastik besar.


" Buat apa ?" tanya Leon penasaran.


" Kalau kamu tahu nak Leon, Zha itu kayaknya baru kemaren, tidak main di sawah hanya memakai tangtop dan ****** ***** hanya mencari belut dan angge - angge di belakang orang bajak " cerita Minto pada Leon.


" Pak de jangan ngumbar aibku " kata Zha.


" Biarkan sama suami kamu sendiri, mungkin Leon kalau tahu masa kecil kamu juga tidak mau. cari belut sampai hitam kulitmu !" kata Minto.


Zha mendongak pada Leon dan menunjukan senyum lucunya. " He he he !" membuat Leon senyum menahan tawa.


" Berhentinya dia seperti nya, waktu itu kelas 1 SMK, pulang pagi langsung menangis, gara - gara, sakit perut dan dan androknya berdarah, nangis gulung - gulung di sini seperti anak kecil tidak di kasih jajan, di tonton ibu - ibu dan tukang bajak sawah seperti saya " lanjut Minto.

__ADS_1


__ADS_2