
🙏🙏🙏Maaf cerita ini mengandung konten dewasa, jadi bocil minggir paling tidak 21+.
Dan jangan lupa bacanya dekat suami sendiri, jangan suami orang ?👌👌👌
...----------------...
Korban puntung rokok.
...****************...
" Sejak kapan kak Leon cuman pakai boxer ?" tanya Zha.
" Sejak kamu tidak sadar karena menikmati permainan kita " jawab Leon.
" Lihatlah ke bawah, di mana androkmu ?" tanya Leon dengan senyum smirk.
Zha langsung menarik selimut akan menutupi tubuhnya yang polos tinggal tertutup shot yang hanya se paha.
Tapi lebih dulu Leon menarik selimutnya dan dengan sigap akan menarik shot Zha beserta ****** ********.
" Kak Leon mau ngapain . . . !?" tanya Zha sambil menahan shotnya yang masih tertahan.
" Mau ambil hak ku, kamu terlalu lama menyiksa juniorku Zha ?" jelas Leon penuh nafsu.
" Kak Leon Zha masih dapat, gara - gara kak Leon merangsang Zha, ini semakin deras mengalirnya . !" teriak Zha menghentikan aksi Leon.
" Maksudmu ?" dengan mata penasaran.
" Bukanya kak Leon tadi beliin pembalut Zha tadi ?" tanya Zha.
Leon mengangguk.
" Zha sakit perut kemarin karena Zha lagi kedatangan tamu bulanan ?" jelas Zha.
Leon mengambil selimut dan berbaring di kasur.
Zha akan berdiri mengambil pakaianya, belum saja duduk, apalagi berdiri Leon sudah menariknya panyapitnya dengan kedua kaki dan menariknya sampai mendekati pahanya Zha memberontak tapi tenaganya tetap kalah dengan Leon, dan menariknya pakai tangan membaringkan di dekat tubuhnya.
" Mau kemana ?" tanya Leon saat Zha memberontak.
" Kan kak Leon sudah selesai ?" tanya Zha.
" Kalau permainan ini tidak ada selesainya Zha !" jawab Leon membuat mata Zha membulat sempurna.
" Tapi Zha mau ambil baju, Zha malu telanjang depan kak Leon " kata Zha.
" Kenapa harus malu ?" tanya Leon.
" Aku siapamu Zha ?" tanya Leon lagi.
" Suamiku " jawab Zha.
" Kalau gitu kamu harus tahu, seluruh dirimu, seluruh lekuk tubuhmu miliku, dan juga sebaliknya, aku bisa menikmatinya kapan saat aku menginginkan " jelas Leon.
" Tapi risih, Zha tidak biasa tidur telanjang dada ?" jawab Zha.
" Sekarang biasakan ya, ? karena aku suka main ini kamu ? kamu maukan aku bikin montok ?" tanya Leon tersenyum sambil memelintir choco cips Zha.
__ADS_1
Zha menggeliat lagi karena geli.
" Kak Leon sakit, geli ahhh ?" desah Zha.
" Tapi nikmat kan ?" tanya Leon dan di angguki Zha.
" Dan kamu juga harus tanggung jawab Zha, di bawah sudah ada yang meronta - ronta ?" kata Leon sambil menuntun tangan Zha memasuki celananya.
Zha kaget dan membelalakan matanya saat dia menyentuh benda kenyal yang lumayan panjang.
" Kak Leon ?" kata Zha.
" Remas lah Zha, kalau kamu merasakan mikmatnya permainanku ?" kata Leon.
" Aku tahu kamu belum pengalaman ? makanya aku ajari ?" jelas Leon dengan senyum smirk.
Leon tanganya masih memainkan choco chips Zha, dan sewaktu - waktu Zha mendesah pasti meremas milik Leon.
Leon merasakan antara sakit dan nikmat sampai tertidur dan mengecil sendiri.
Saat malam tiba, Zha terbangun, Zha masih merasakan tanganya masih di dalam celana Leon.
' Mana benda yang kenyal, dan besar tadi ?' pikir Zha sambil mengubek - ubek di dalam celana Leon.
Karena gerakan Zha, membuat Leon terbangun.
" Kenapa sayang ?" tanya Leon sambil mengerjap kan mata.
" Kelaminya kak Leon hilang !" kata Zha dengan nada kuatir sambil mendongak ke wajah Leon.
" Di mana ?" tanya Zha yang penasaran.
" Di balik celana, yok kita tidur lagi ?" ajak Leon sambil tersenyum melihat Zha masih bingung.
" Nanti kalau tidak ada ?" tanya Zha.
" Di mall !" jawab Leon masih mangantuk dan memeluk Zha agar tertidur.
Zha belum tertidur dan masih penasaran.
...****************...
Setelah kejadian itu Zha masih penasaran.
Suatu pagi, Leon belum berangkat kerja dan Zha libur kuliah setelah sarapan.
" Kak Leon kok tidak ke kantor ?" tanya Zha.
" Nanti, tapi tidak ke kantor, melainkan metting di hotel dengan para investor !" kata Leon dengan cuek. tanpa memandang Zha.
Dan membuka laptopnya dan menyalakan rokoknya, di ruang tamu.
Zha duduk di dekatnya sambil nyemil, itu kebiasaan Zha kalau lagi nganggur.
Sudah dua jam di dekat Leon tapi tidak di tanggapi, Karena merasa di cuekin Zha membuka wadah rokok Leon yang masih ada beberapa isinya.
Zha potongin jadi kecil - kecil. Saat Leon akan merokok Leon kaget ternyata rokoknya sudah tidak layak di hisab karena ulah Zha. Leon memandang Zha, tapi Zha tidak merasa bersalah.
__ADS_1
Zha mengangkat laptop Leon dan menaruhnya dan Zha mintak pangku dengan nenghadap Leon.
" Kak Leon mau marahin Zha ya karena sudah menghabiskan rokok kak Leon ?" tanya Zha.
Leon hanya terpaku diam dengan memandang Zha yang hanya memakai tangtop, dan celana boxer miliknya yang dengan buah dada menyembul di depan matanya.
Ada desiran yang membuat birahinya naik turun.
" Tidak ?" kata Leon sambil memandang buah dada Zha tanpa berkedip.
Zha mengalungkan tanganya pada leher Leon.
Dan mendekatkan bibirnya pada bibir Leon dan memulai permainanya.
Zha ******* bibir Leon seperti saat Leon mengajarinya.
Saat Zha merasakan ada tekanan di antara dua pahanya dengan benda keras yang tiba - tiba datang dari selakangan Leon di balik celana boxernya.
Zha kaget dan berlonjak memukulnya.
" Aghhhht. . . !" Leon menjerit kesakitan.
" Ada apa kak Leon, apa binatang yang masuk celana kak Leon menggigit ?" tanya Zha bingung.
" Juniorku kamu pukul ?" kata Leon.
" Tidak, aku memukul binatang yang masuk celana kak Leon, yang tiba - tiba menekan paha Zha kak Leon ?" cerita Zha dengan polos.
" Itu bukan binatang, tapi benda yang kamu cari kemarin malam hidup lagi, karena rangsangan dari kamu " jelas Leon.
" Hah. . . " Zha kaget.
Leon berdiri akan jalan sambil meringis masih terasa nyeri di juniornya yang masih di pegang ke arah kamar.
Zha memeluknya dari belakang.
" Kak Leon maafin Zha, ? Zha tidak tahu ?" kata Zha sambil menangis merasa bersalah.
Leon membalikan badanya dan memeluk kembali Zha.
" Tidak apa - apa ! hanya sakit sedikit, !, Jangan menangis, kamu itu jelek kalau menangis ?" kata Leon sambil mencubit hidung Zha.
" Kak Leon tidak marah sama Zha ? dan masalah Rokok ?" tanya Zha.
Leon mengurungkan masuk ke kamar dan diduk di sofa lagi.
" Aku sudah tahu dari Arief, kalau kamu bete dan di cuekin pasti korbanya rokok padahal rokoknya tidak salah ?" kata Leon.
" Tidak salah gi mana ? gara - gara rokok aku di cuekin, gara - gara rokok lebih di nikmatin dari pada istrinya, dan gara - gara puntung rokok Arief yang di buang sembarangan, nih kaki Zha terkena apinya ?" kata Zha sambil menunjuk hidungnya yang ada bekas terkena api.
" Ha ha ha, jadi dendamnya sampai sekarang ?" kata Leon tertawa lepas.
Zha yang melihatnya tersenyum, selama jadi istri Leon baru kali ini melihat Leon tertawa lepas.
" Kenapa tersenyum ?" tanya Leon penasaran.
" Zha baru kali ini melihat kak Leon tertawa lepas, walau sebenarnya Zha sebel ? jawab Zha.
__ADS_1