ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
AKU IKUT


__ADS_3

Aku ikut


...****************...


Pagi itu Zha sudah mulai kuliah dengan di antar Leon. Leon memberikan perhatian dengan Zha, tapi menurut Zha Leon hanya mengabggapnya seorang adik.


Setelah Leon memasukan Zha di unifersitas. dan bertemu dengan dekan Leon pamit pulang pada Zha, dan mencium keningnya ! Mita dan Adi melihatnya dan menghampiri Zha.


" Hai besti, kamu kok kuliah ?" tanya Mita penasaran.


" Ya aku di asingkan, biar tidak berisik di rumah " kata Zha dengan nada bercanda.


" Kan pengantin baru nih !? kenapa tidak di rumah saja ?" Tanya Adi dengan nada usil.


".Cerita dong Zha pangalamanmu jadi istri Leon angga reksa ?" kata Mita yang keponya kambuh.


" Tidak ada enaknya, orangnya dingin galak, dan satu lagi harus di iplin, tambah lagi harus serius, tidak humoris " crrita Zha.


" Tapi kelihatanya perhatian ?" kata Adi.


" Perhatian tapi seperti adiknya sendirivwaktu aku sama Arief ya gitu sikapnya, sekarang ya gitu " jawab Zha.


" Kita makan yok ?" ajak Zha.


" Wah, pasti di teaktir nih ?" kata Mita.


Adi merasa tidak enak menyenggol Mita.


" Tenang saja Zha punya black card ", sambil menunjukanya.


" Iya, diakan istri CEO, mendinglah " kata Mita.


" Dasar doyan makan ?" kata Adi.


" ya aku sebenarbnya tidak suka seperti ini, mending uang cast, kalau tidak ATM, kita bisa nenabung, kalau kayak gini sama halnya kita ngurang. !" kata Zha.


" Istri CEO masih mikir nabung " ejek Mita.


" Kita tidak tahu nasib kita . . .!" jawab Zha.


" Berpikirkah dewasa Mit, tidak selamanya jalan itu lurus, Kadang ada tikungan, dan jalan terjak juga " pidato Adi.


...****************...


Wekeeen pagi.


" Mau kemana kak ?" tanya Zha pada Leon yang masih bersiap - siap.


" Mau ngegym ?" jawab Leon.


" Aku ikut " pinta Zha.


" Ngapain ?" tanya Leon membelalakjan matanya.


" Mau dadar telor " jawab Zha membuat Leon rambah melotot.


" Ya olah raga lah kak !" jawab Zha lagi.


" Dasar anak kecil, ! kalau mau ikut buruan ganti ! " kata Leon menyuruh Zha.

__ADS_1


" Tunggu ya kak bentar saja ?" kata Zha sambil berlalu pergi.


" Jangan mandi, mandinya nanti habis olah raga . . . !" teriak Leon.


" ya kak . . .!"


Setelah menunggu bebeerapa menit ahirnya mereka berangkat Leon dengan stelan jaket dan celana trainingnya. dan Zha dengan 1 set kostum olah raga.


Di jalan.


" Kok jalan kak ?" tanya Zha pada Leon.


" Tidak usah protes, katanya mau olah raga, ini pemanasan Zha, lagian tidak jauh " kata Leon.


" Cuman nanyak tidak protes " kata Zha.


Sepanjang perjalanan hanya Zha yang ngomong Leon hanya diam.


" Sebentar Zha " kata Leon menhentikan langkahnya nembuat Zha terkejut.


" Kenapa kak ?" tanta Zha.


Leon mengulurkan minum pada Zha. Zha tertegun.


" Kamu pasti capek, dari tadi ngoceh terus " kata Leon sambil memegang kepala Zha.


" Itu salah satu olah raga mulut, biar tidak kram kak, dari pada kak Leon diam saja, makanta kaku byat ngomong " jelas Zha.


Appp


Mulut Zha di bekap pakai air minum oleh Leon. membuat Zha manyun sepanjang perjalanan


" Indahnya ciptaan tuhan, . . . . ! Ku kira hanya makluk animasi saja yang punya body kayak gitu, walau body kecil, tapi " Zha menggelengkan kepala tanda kagum " Naruti sama tsubasa saja kalah " gumam Zha.


Leon mulai skiping tapi di amvil okeh Zha.


" Zha bisa kak kalau cuman kayak gini, dulu Zha juara satu terus di sekolahan " cerita Zha.


Leon geleng kepala pergi meninggalkan Zha, dan ganti angkat barbel. Zha mengambilnya tapi keberatan, hampir saja hilang keseimbangan. Untung Leon sigap menangkapnya.


" Olah raga perempuan bukan di sini, ayo aku antar " kata Leon sambil jalan.


Zha di antar ke tempat yoga, di sana isinya kaum wanita, saat Leon nasuj semua mata wanita tertuju pada Leon, membuat Zha rasa cemburu.


Saat Leon telah sekesai menitipkan Zha pada pelatihnya Leon mau keluar dan berpapasan dengan Zha.


" Senangnya di pandangi banyak cewek " bisik Zha.


Leon hanya menanggapi dengan senyum, membuat Zha jadi tidak ingin olah raga lagi karena kesel sama suaminya.


Olah raga di mulai Zha mengikuti intruksi pelatih, tapi tanpa sengaja Zha tertidur di matras. Saat seluruh peserta olah raga pulang, tinggal Zha yang masih tertidur di matras. membuat pelatih mencari Leon.


Leon yang sudah menunggu.


" Pak Leon ?" panggil orang setengah matang dengan kemayu.


" Ada apa Surya ?" tanya Leon.


" Jangan panggil aku Surya deh, tapi seruni, kitakan sudah kenal lama jangan buka kartuku dong " kata seruni wanita bukan laki juga bukan.

__ADS_1


Leon hanya tersenyum.


" Kamu kok masih tetap seperti dulu ya, istrimu kok betah, sama es batu kayak kamu ?" kata seruni.


" Istrimu tidur di matras tuh ?" kata seruni sambil menunjuk tempat yoga tadi.


Leon menuju ruangan, ya memang hanya ada Zha yang tertidur pulas, Leon membangunkan Zha dengan pelan.


" Zha, Zha bangun, yok kita pykang " kata Leon.


Zha membuka matanya dan memandang sekeliling.


Lalu berdiri mengikuti Leon. Leon lebih duly jalan, Zha mengikuti serengah berlari.


Setelah jakan agak jauh, Zha berhenti, pilih duduk, karena di tinggal oleh Leon, Leon menengok kebelakang dan menfhampiri Zha sambil geleng kepala.


" kenapa malah duduk ?" tanya Leon.


" Emang kakiku kaki kuda yang bisa mengejar kaki unta " jawab Zha dengan cemberut.


" Ayok jalan " kata Leon.


" Malas " kata Zha.


Ahirya Leon mengalah dari pada kelamaan, Leon menawaekan punggungnya untuk menggendong Zha, Zha senyuk, dan langsung naik.


" Nah gitu dong, masa lebih sayang sama barbelnya kerimbang istri " kata Zha.


" Namanya juga olah raga Zha, dari pada kamu okah raga tidur! !" kata Leon.


" Tidur juga olah raga kak Leon, dia masuk dalam kesehatan merikekan otak, Kak Leon olah raga ganya membesarkan ini kan ?" kata Zha samvil memegang dan meremas roti sobeknya Leon, membuat darah Leon berdesir.


" Punya Zha tidak olah raga saja sudah besar " kata Zha sambil menekan *********** pada punggung Leon.


Leon reflek, langsung nenurunkan Zha.


' kalau lebih lama tidak bisa nahan aku ' kata Leon dalam hati.


" Kenapa kak ?" tanya Zha.


" Capek, kamu kegendutan " alasan Leon.


" Kak, Zha lapar ! " kata Zha.


" Nanti sampai rumah, kalau tidak, cari cafe yang buka " kata Leon.


" Itu ada warteg kak !" kata Zha sambil menunjuk warteg yang baru buka.


" Jangan Zha, tidak higienis " tolak Leon tapi sudah keburu Zha menariknya masuk.


Zha memesan menunya, dan mulai makan, Leon merasa risih dengan tempat dan cara penyajianya.


Zha susah memasukan nasi dan lauk ke dalam piringnya.


" Kak Leon, tidak makan ?" tanya Zha.


Leon hanya menggeleng.


" Tidak ridak kak kalau sakit, besarnya Zha dari kayak gini, dulu Arief juga waktu masih ngaku miskin kita sering makan kayak gini sepiring berdua dengan satu lauk " cerita Zha.

__ADS_1


" Dari pada di resto, sudah mahal, makananya dikir lagi " jelas Zha


__ADS_2