ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Gara - gara Asi


__ADS_3

Gara - gara Asi


...****************...


" Dia sudah ada yang punya !" Kata Aldo.


" Jangan bohong kamu, bilang saja kamu juga suka kan, tapi tidak kesampaian atau takut saingan sama aku " Kata Deo ngeyel.


" Terserah, dia sudah beranak dua " lanjut Aldo sambil jengkel. dan duduk mendekati Zha.


" Kamu beneran mau gabung ke sini, tidak takut, suamimu marah, diakan posesif !?" bisik Aldo.


" Aku sudah izin !" jawab Zha.


" Kau tahu suamimku posesif kenapa kau duduk di dekat ku, kamu tidak takut kena tonjok ?" Kata Zha.


Aldo geleng kepala, " Kalau perlu, asal kamu jadi miliku tidak masalah " jawab Aldo tersenyum menyeringai membuat Zha merasa risih.


Ima, ingin ikut gabung, tapi di tolak dengan Mita dan Lilis.


"Tidak usah, ibu - ibu tidak boleh gabung " Kata Mita.


" Itu Zha boleh !?" Kata Ima sambil menunjuk Zha.


" Kan belum semua orang tahu, kalau Zha sudah jadi ibu " jawab Mita sambil berlalu pergi dengan Lilis.


Ima lalu melaporkan pada Leon yang bukan - bukan tentang Zha.


" Ini siapa pak, kok baru lihat ?" tanya seorang ibu, yang bertanya pada suaminya yang masih ngobrol dengan Leon.


" Ini nak Leon, suminya Zha anaknya pak Didik !" Kata Suaminya.


" Oh, pak Didik yang anaknya cantik - cantik, tapi anaknya menikah muda semua malah yang bungsu masih umur tujuh belas tahunan " kata seorang ibu.


" Iya, Zha namanya, istri saya buk !" jawab Leon.


Saat masih seru - serunya, Zha yang merasa risih dengan Aldo, selalu berbicara mendekatkan di telinganya, Leon yang masih memperhatikan dari jauh.


Akal bulus Aldo ahirnya tersampaikan, gilliran Aldo mengajak Zha dansa.


Saat Aldo mengulurkan tanganya.


" Maukah kau berdansa denganku tuan putri !" bisik Leon pada Zha sambil mengulurkan tanganya.


Zha mengangguk dan menyambut uluran tangan Leon, Aldo yang belum sempat membuka mulutnya, sangat kecewa, dengan ke datangan Leon.


" Yang sabar bro !?" kata Deo, Aldo mengacak rambutnya.


Mereka dansa, dengan alunan irama musik yang lembut, membuat banyak orang mdnikmatinya, Zha dan Leon jadi pusat perhatian karena dansa dengan romantisnya.


" Apakah kau akan menerima tawaran pemuda tadi kalau aku tidak datang " tanya Leon menempelkan keningya pada Zha. Zha menggeleng.

__ADS_1


Saat Leon menarik Zha dalam pelukanya, Zha enggan melepas, membuat Leon heran, dan ada rasa yang aneh di pinggangnya yang bersentuhan dengan payudara Zha.


" Zha apa ini, terasa hangat di pinggangku ?" tanya Leon.


" ASI ku keluar kak Leon, Zha malu " Kata Zha masih memeluk erat suaminya.


Deo dan teman yang lainya Aldo yang penasaran dengan status Zha mendekati dan mengajak berkenalan.


" Kak, ada yang mendekat ?" Kata Zha.


Leon lalu membuka jasnya dan di taruh di pundak Zha, yang membuat Leon tidak bisa bergerak.


" Hai kanalkan namaku Deo " sapa Deo.


" Zha. . . !" jawab Zha singkat.


" Adi, Mita ayo kita pulang " ajak Leon, ke dua anak itu lalu mengangguk.


Deo melihat bagian bawah Zha, ada yang menetes.


" Ada air di bajumu ?" Kata Deo mengingatkan, Adi langsung memandang bagian yang di tunjuk Deo.


Ima yang datang langsung memanasi suasana.


" Itu ASI . . bukan air sembarangan " Kata Ima, membuat Zha malu tidak karuan pada para pemuda.


" Jadi kamu sudah punya anak ?" tanya Deo.


" Kau percaya ?" tanya Aldo pada Deo saat Zha dan yang lain meninggalkan tempat.


" Apa kau tahu rumahnya ?" tanya Deo.


" Dia tetanggaku plus wanita incaranku yang di miliki orang lain !" jawab Aldo sambil berlalu pergi.


Zha yang kebiasaan di mobil tidur, ahirnya di gendong Leon masuk kamar. Leon lalu keluar membanting tubuhnya di sofa.


" Apa Arkana dan Aksara rewel pak ?" tanya Leon saat Didik duduk di dekatnya.


" Tidak, baru saja menyusu, yang di tinggalkan Zha " jawab Didik.


" Apa kamu pusing menghadapi Zha ?" tanya Didik.


Leon geleng kepala.


" Aku harus maklumi pak, mungkin Zha masih kecil !" jawab Leon.


" Apa kamu merasakan perubahan dalam sikap Zha sebelum dan sesudah hamil ?" tanya Didik


" Iya pak, dia dulu menghadapi Yanti, yang datang menggangguku, dia menghadapinya dengan halus, tapi menusuk hati Yanti sampai tidak betah, dia menghadapi kerasnya aku dengan lembut, tapi kenapa sekarang dia berubah, posesif nya, di atas rata - rata " cerita Leon.


" Kau tahu penyebabnya ?" tanya Didik dan di gelengi Leon.

__ADS_1


" Wanita yang hamil, atau baru melahirkan, dia merasa dirinya tidak sempurna, atau bisa di bilang minder, karena biasanya dia melayani kita dengan segenap raga makanya dia posesif "


" Tidak karena dia masih kecil tapi ke banyakan wanita, di sinilah seorang pria di uji, kalau tidak kuat dia memilih pergi " Kata Didik di angguki oleh Leon.


" Kau masih mending Leon, Zha masih mau melayanimu di saat hamil, kalau ibumu dulu, kalau sudah hamil tujuh bulan, sudah tidak mau melayani bapak, sampai anak berumur tiga bulan dan kehamilan ibumu, semua sembilan bulan " Kata Didik.


" Jadi di anggurin pak ?" tanya Leon.


" Ha ha ha. . ! " tawa menantu dan mertua.


" Ya makanya posesifnya masya allah, kalau aku lihat Zha masih mending, dia kadang masih mau bercanda juga, tapi sayangnya, Zha kalau kumat manjanya, bikin bapak gereget " Kata Didik menghibur Leon.


" Tapi Leon suka manjanya Zha pak, yang Leon tidak suka, Zha punya trauma berat, tapi tidak mau di bawa ke phisikiater !" Kata Leon.


" Leon masih merasa bersalah, kalau Leon kasar sedikit saja, dia langsung, gemetar badanya, dan kalau Leon tinggal semalam saja, badanya langsung panas " Kata Leon.


" Itulah Leon seorang wanita maunya selalu di lembut, kau tahu kebiasaan kalau wanita cerewet, coba kalau dia diam, pasti kita akan bingung !" kata Didik.


" Kalau bisa besarkan dulu anakmu ini, kalau kamu ingin anak lagi dan merasa repot oleh Zha !" Kata Didik.


" Mungkin sudah cukup ini saja pak, Leon urungkan ingin memiliki anak perempuan, karena Leon masih trauma, melihat Zha melahirkan " jelas Leon.


Rima terbangun dari tidurnya karena ke gaduhan Leon dan Didik.


" Jam segini masih belum tidur ?" tanya Rima.


" Belum ngantuk " Kata Didik.


" Zha mana ?" tanya Rima.


" Tidur buk ?" jawab Leon.


Zha terbangun karena mendengar tangisan ke dua putranya yang ingin susu saat orang di rumah terlelap tidur.


Zha menelisik seluruh ranjangnya, tapi tidak ada suaminya, seketika air matanya menetes dan terjatuh di wajah putranya yang di pangku sedang meminum susu.


Setelah semua sudah kenyang, Zha keluar, mencari suaminya, terlihat Leon tertidur di depan televisi sendirian meringkuh kedinginan, wajar pedesaanku sedikit di atas bukit.


" Kak, kita pindah kamar ?" panggil Zha sambil menepuk pipi Leon.


Leon membuka matanya perlahan, dan di dapati istrinya sudah di atasnya.


" Kenapa kau bangun sayang ?" tanya Leon dengan lembut.


Tapi Zha tidak menanggapi omongan Leon.


" Kita pindah kamar ya, ?" Kata Zha.


Leon mengangguk dan berdiri menuju kamar, sedang Zha mengekori dari belakang.


" Kak Leon maafkan Zha, ? Zha hanya takut kehilangan kak Leon " Kata Zha memeluk Leon dari belakang.

__ADS_1


Leon melepas pelukan dari Zha lalu bersender di kasur, Zha menangis tersedu - sedu merasa pelukanya di tolak.


__ADS_2