ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
FIRASAT


__ADS_3

Firasat


...****************...


Namun tiba - tiba.


" A r i e f. . . ! jangan tinggalkan kita, aku aku sangat mencintaimu ! " teriak Zha dari dalam kamar.


Semua berhambur masuk ke dalam kamar Zha.


Arief langsung membangunkan Zha, yang masih terpejam tapi mengalirkan air mata dan terus berteriak memanggil namanya.


" Zha bangun sayang, Zha bangun sayang ?" kata Arief lembut.


Zha sedikit demi sedikit membuka matanya, dan pandangan pertama memandang Arief.


" Arief jangan tinggalkan aku hu hu hu hu . . !" kata Zha sambil memeluk pinggang Arief dan menenggelamkan wajahnya pada dada Arief.


" Tenangkan dirimu ? aku masih di sini, masih di sampingmu, menemanimu ?" kata Arief menenangkan Zha.


Rima membawakan air putih " glek glek, glek " dan langsung di teguk sampai habis oleh Zha.


" Tenangkan pikiranmu nak, baru cerita ?" kata Dahlia lembut pada calon menantunya.


Semua orang sabar menunggu cerita dari Zha.


" Emang kamu mimpi apa Zha ? sampai sesakit itu ?" tanya Arief.


Zha mulai bercerita.


" Aku, aku bermimpi, kita bertiga aku, kak Leon dan kamu Rif, tersesat di tempat asing di hutan tapi bagus, Lalu kita dan Arief terpisah. kak Leon melarangku menjauh agar tidak terpisah lagi, namun aku dan kak Leon masih mencari Arief, hingga kaki tertusuk duri, tubuk terbentur batu, kayu. karena jalanya curam tetap tidak menemukan Arief ".


" Setelah lelah dan putus asa Zha dan Kak Leon beristirahat di bawah pohon, dan Zha terus manangis, di saat itulah muncul cahaya putih yang menyikaukan mata kami mengikuti cahaya putih itu, dan seperti masuk di sana, dengan ornamen yang bernuansa putih dan banyak orang di sana dan ada yang berjalan ke arah kami, Zha dan kak Leon memandangnya ternyata itu Arief, tapi Arief memakai pakaian yang serba putih " Zha menjeda bicaranya. Semua masih setia mendengarkan lanjutan cerita Zha.


" Waktu itu Arief menghampiri kami dan berbicara seolah tidak akan pulang " kata Zha.


" Emang bicara apa Zha ?" Tanya Mita super kepo.


" Arief bilang, Aku tidak bisa menjagamu terus Zha?, Aku ingin kau bosa membuka hati untuk kak Leon, dia yang akan menjagamu ? mulut ini kelu saat akan menjawab apa maksudnya, dia juga bilang sama kak Leon, kak ? jaga Zha untuku aku yakin di tanganmu dia bisa bahagia, di tanganmu pula kau bisa menjaganya, Arief tidak bisa menjaga dan melindunginya, hanya kak Leonlah yang Arief percaya, kata Arief lalu pergi meninggalkan kita menuju temanya yang berpakaian serba putih semua"


" Zha lari sampai kaki Zha ke seleo tiga kali dan selalu di tolong oleh lak Leon, tapi mulut ini kelu tidak bisa bicara apapun dan Arief berlalu pergi, setelah Arief pergi dan mulai menghilang baru mulut ini sedikit bisa terbuka dan memanggilnya " itu cerita Zha dalam mimpinya.

__ADS_1


" Cuman mimpi Zha " kata Arief menenangkan.


" Aku takut itu bukan cuman mimpi Rif, tapi firasat ?" kata Zha sambil meneteskan air mata.


" Mungkin kamu kecapean karena tadi habis perjalanan jauh dan aku ajak ke taman sampai ketiduran ?" Arief masih menenangkan.


" Tapi kakiku sakit Rif, seperti keseleo beneran ?" kata Zha.


Arief lalu membuka selimut yang menutupi kaki Zha, memang ada sedikit memar, tapi Arief tidak ingin Zha berpikir yang tidak - tidak.


' Tidak mungkin, !! kak Leon tidak mungkin berhianat dariku ' kata Arief di dalam hati.


' Apa yang terjadi, kenapa melibatkan aku dalam situasi seperti ini aku tidak mau Arief salah paham, aku memang mencintai Zha, tapi aku simpan dalam - dalam di dalam hati karena dia tulus mencintai Arief adiku ?' kata Leon dalam hati.


Arief sedikit mengurut kaki Zha, dan selalu menenangkanya.


" Aww, sakit Rif . . .!" kata Zha saat Arief memijit kakinya yang sedikit memar.


" Sabar sayang, mungkin kamu terlalu takut kehilangan Arief, makanya sampai terbawa mimpi buruk " Dahlia menenangkan Zha.


" Sejarang istirahatlah, besok kau harus siapkan dirimu, jangan sampai kamu sakit " Lanjut Dahlia


Zha hanya mengangguk.


Zha masih memegang tangan Arief takut melepaskanya.


" Tenang Zha, aku hanya pulang ke vila, bukan untuk meninggalkanmu " kata Arief menenangkan Zha. Ahirnya Zha sedikit tenang dan mulai tertidur dan Arief menyelimutinya.


Arief keluar menyusul keluarganya yang sudah sampai vila duluan. Leon masih setia menunggu Arief datang dan duduk di sofa.


" Kak Leon kok belum tidur ?" tanya Arief.


" Belum, gi mana keadaan Zha ?" tanya Leon.


" Tidak papa kak, mungkin efek ke capean " kata Arief.


" Apa kamu tidak . . . ?" kata Leon terputus karena Arief tahu yang akan di tanyakan kakaknya.


" Tidak kak, aku percaya kok dengan kak Leon dan kesetiaan Zha, " kata Arief sambil menepuk pundak Leon.


" Ya kakak percaya, kalau Zha setia, kalau dia tidak setia, mana mungkin dia se stres itu saat dia mimpi kehilangan kamu " kata Leon.

__ADS_1


Arief mengangguk.


Di sisi lain, Angga reksa pun kuatir dengan mimpi Zha, dia takut, kalau benar itu firasat, dia tidak mau sampai kshilangan anaknya. Angga reksa jalan kasana kemari seperti setrikaan di kamarnya, membuat Dahlia pusing.


" Kenapa pi ? kanapa seperti setrika membuat mami pusing ?" tanya Dahlia pada suaminya.


" Mi, ,!? Apa mami tidak paham dengan mimpi Zha tadi ?" tanya Angga pada istrinya sambil duduk di tepi ranjang samping istrinya.


" Pi, mimpi itu hanya bunga tidur,! ayok kita tidur ah persoapkan diri kita besok !" ajak Dahlia.


Namun Angga masih bingung, ahirnya Angga punya inisiatif untuk nenelpon anak buahnya, agar besok memperketat penjagaan.


" Iya tuan ada yang bisa saya bantu ?"" sahut penjaga dari sebrang sana.


" Ya. . . ! besok perketat penjagaan, supaya tidak ada kerusuhan ataupun apa sebagainya !" kata Angga.


" Baik tuan akan kami laksanakan " jawab penjaga dari sebrang sana.


Setelah selesai menelpon penjaga Angga mematikan sambungan teleponya.


" Gi mana pi ?" Tanya Dahlia yang belum tidur.


" Sudah beres mi, pasti akan berjalan lancar . . ?" kata Angga yakin.


" Amiin ,,?" kata Dahlia.


" Ya sudah kita tidur yok " ajak Dahlia.


" Tapi bikin adiknya Arief ya ?" canda Angga genit.


" Tidak butuh adiknya Arief lagi, tapi pingin cepet nimang cucu " jawab Dahlia.


" Itu kan urusan mereka, yang terpenting sekarang papi ingin bikin adiknya Arief dulu, bisa buat penyemangat besok, besokan papi harus kerja super mi ? " kata Angga.


" Iya iya sini papi sayang ? " kata Dahlia Yang tahu maksud suaminya.


...****************...


Adzan subuh berkumandang semua orang bersiap -siap, akan acara pertunangan Arief dan Zha, Zha di make up oleh seorang profesional yang telah di pilih oleh keluarga Angga reksa.


Dan Dahlia dan para wanita lain pun tidak jalah di dadan juga oleh perias.

__ADS_1


Dahlia dan juga Rima juga terlihat cantik walaupun usia sudah tidak lagi muda.


Leon dan Arief masih asik tidur dalam satu selimut Membuat Dahlia sedikit emosi pada dua anaknya.


__ADS_2