ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Aku ingin pulang saja


__ADS_3

" Dia " Leon siap menarik pelatuk pistolnya.


" Kau tahu kak, berpikir itu pakai, otak dan akal, bukan dengan nafsu dan emosi " kata Zha singkat sambil berjalan menuju kamar dan membalikan badan lagi.


" Kedewasaan itu bukan di ukur dari umur, tapi dari otak dan pikiran, tidak hanya pakai logika, tapi dengan perasaan dan hati, jika aku wanita yang gampang terpengaruh, mungkin aku sudah menyerah menjadi istrimu, apa lagi saat aku tahu siapa dirimu !" kata Zha, berbalik menuju kamar, di mana ke dua putranya bermain.


" Kalian masih seperti Dahlia, ceroboh, dan berpikir, pakai dengkul, tidak pakai otak, yang kau bilang anak kecil saja bisa berpikir jernih !" kata Wijaya menyalahkan ke dua cucunya.


Leon mengejar istrinya, tapi Zha sudah ke buru menutup pintu kamarnya, Leon mengacak rambutnya dengan kasar.


" Aku bodoh !" kata Leon.


" Kau tidak bodoh, hanya kai belum bisa mengendalikan emosimu " kata Wijaya.


Kehamilan Zha, sudah memasuki sembilan bulan. namun hamil Zha beda dengan hamil pertama, walaupun lemah dia bebas gerak, dan mau minum susu.


" Hai tikus kecil, aku mau nasi goreng, bikinin aku dong " kata Ira menyuruh Zha.


" Hai wanita belum jadi, lebih baik kamu bikin sendiri apa susahnya bikin sendiri " kata Zha dengan santai.


" Kau ya, kurang ajar !" kata Ira akan menampar Zha, tapi dengan sigap Wijaya menghalanginya.


Plak. . !


prang. . . !


Wijaya menampar Ira, dan Ira melempar piring dari meja membuat Leon dan Deon menghampirinya, dan Leon memeluk Zha.


" Aku yang cucumu kek, bukan tikus kecil ini !" kata Ira.


" Jaga mulutmu dia kakak iparmu ?" bentak Deon.


" Kakek, dan daddy, sekarang berubah, jika tikus kecil ini meminta apapun pasti di tiruti, beda lagi dengan Ira, semuanya jahat dengan Ira padahal dia hanya wanita lemah ! "bentak Ira merasa iri.


" Kau seharusnya mikir Ira, kalau kau merasa lebih dewasa dari Zha, perut dia sudah besar, harus mengurus anaknya, suaminya, dan harus kau suruh !" kata Wijaya.


" Hanya nasi goreng apa beratnya sih ?" tanya Ira.


" Kalau tidak berat, lebih baik, kau bikin sendiri Ira !" kata Deon berdebat dengan putrinya.


" Kau tidak apa sayang ?" tanya Leon.


Zha menggeleng " Hanya lapar "

__ADS_1


" Duduklah, biar kak Leon, yang masak buat kamu " kata Leon sambil mendorong Ira minggir.


Saat sudah matang, Leon menyuapi istrinya yang masih berdaster. Sedang Ira Deon dan Wijaya di ruang keluarga, yang terbuka dengan dapur.


" Sayang, tanganmu kasar, apa kau mencuci ?" tanya Leon.


" Kalau bukan Zha siapa lagi kak !?" jawab Zha.


Brugh.


" Sudah ku bilang jangan mencuci sendiri, di sini banyak pengawal, kenapa tidak suruh mereka saja !" kata Leon


" Dia kan laki - laki kak " kata Zha sambil menunduk takut pada Leon.


" Tugasmu hanya mengurusku dan anak - anak, kau ku jadikan istri bukan menjadi babu " kata Leon.


" Kau jangan nyuci Zha, sama saja kau bisa membunuh kita dengan mati konyol di sini karena emosi Leon, besok daddy, carikan pembantu !" kata Deon.


" Terus mau sampai kapan, kita di sini ?" kata Zha.


" Nunggu sampai Angga tertangkap Zha, doa masoh jadi buronan " kata Deon sambil berdiri.


" Kasihan Arka dan Aksa, dia butuh ke bebasan, dia butuh pendidikan, dan tidak seharusnya dia merasakan hal seperti ini, dia masih terlalu kecil !" gertak Zha.


" Aku ingin menyerah kak, jadi istrimu, agar aku dan anaku bebas " kata Zha membuat mata Leon membulat sempurna.


" Tidak bisa Zha, anakmu keturunan Deon andreas, Angga masih mengincarnya, lihat ini, tanda inilah yang bisa membuktikan kalau dia keturan pemimpin Red devil " jelas Deon sabil qmenunjukan tanda lahir di tanganya.


" Zha menyesal melahirkan putramu kak Leon, dan Zha tidak akan mau, kalau anak Zha menjadi seorang mafia !" bentak Zha.


" Sabar sayang, pasti kita bisa melewati semua, kak Leon juga bukan seorang mafia " kata Leon menenangkan Zha.


" Aku sudah tidak kiat, mendengar rengakan anaku, aku akan keluar sekarang juga, membawa kedua pitraku !" kata Zha sambil pergi menuju kamar anak - anak.


" Zha tunggu. . !" kata Leon.


" Apa yang harus kita lakukan ?" tanya Deon.


" Hanya Arka dan Aksa yang bisa membujuk Zha, ya hanya mereka !" kata Leon langsung menuju kamar anak mereka.


Leon masuk, melihat Zha, sudah paking bajunya di koper.


" Sayang, kak Leon mohon, ini demi keselamatan kita dan anak kita sayang ?" kata Leon, merayu Zha.

__ADS_1


" Demi anak kita, katamu ? demi apa, demi mengurungnya, dan hari ini, Adi menikah, aku saudara satu - satunya tidak di dekatnya ?" kata Zha.


" Tapi kan sudah kak Leon transfer uang, dan Mita sudah kau kirim gaun! " kata Leon.


" Uang bukan segalanya, tapi kehadiran saudara itu terpenting " jelas Zha


Belum sampai Leon bicara lagi ponsel Zha berbunyi.


📱 " Zha kau di mana sayang, kau dalam bahaya, Angga mengambil nomormu dari ponsel mami !" kata Dahlia, yang wajahnya babak belur, habis di hajar Angga.


📱 " Dia menyiksa mami sayang, maafkan mami tidak bisa melindungimu, jadi pergi dari persembunyianmu, karena Angga akan segera menuju ke sana " kata Dahlia di baliklayar dengan nada kuwatir.


📱" Kebetulan kalau Angga ke sini, ini kesempatan kita agar kita bisa bebas dan membuatnya lumpuh seumur hidup " kata Deon di pintu.


📱" Siapa itu Zha ?" tanya Dahlia yang penasaran dengan suara yang sudah lama tidak ia dengar.


📱 " Ayahnya kak Leon " jawab Zha.


📱" Ayahnya Leon sudah meninggal, di bunuh Angga " kata Dahlia


📱 " Dan kamu !" kata Deon sambil menunjukan wajahnya di layar.


📱" Mas Deon " Panggil Dahlia, dengan kaget dengan mata berkaca - kaca.


📱 " Menantu dan anakmu, kini miliku Dahlia " kata Deon, Dahlia masih bengong sambil meneteskan air mata.


📱" Kau ingin kejutan lagi ?" tanya Deon.


Wijaya maju ke layar ponsel.


📱" Papi, ini anakmu papi kau masih hidup kenapa tidak temui Dahlia " kata Dahlia.


📱" Kenapa harus temui, anak bodoh seperti kamu yang langsung termakan hasutan !" kata Wijaya.


" Kenapa harus perkenalan, telepon Roy, kita siapkan semua " kata Deon ponselnya di taroh sembarangan tanpa mematikan.


" Ira, kau bagian keamanan keponakanmu dan kakak iparmu !" kata Deon.


" Leon kau bersamaku, dan papi, cari tempat aman " perintah Deon.


" Ini sudah waktunya Angga tahu, kalau kita masih hidup !" lanjut Deon.


" Siapa itu Ira, apa dia anaku, apa dia anak mas Deon, dari wanita lain, " kata Dahlia, bertanya - tanya.

__ADS_1


Angga yang masih intruksi di rumahnya, Dahlia diam - diam mengendap masuk ke mobil Angga bagian belakang, Dahloa penasaran dengan orang yang dia lihat di ponsel.


__ADS_2