ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
ZHA PAMIT


__ADS_3

🙏🙏🙏Maaf cerita ini mengandung konten dewasa, jadi bocil minggir paling tidak 21+.


Dan jangan lupa bacanya dekat suami sendiri, jangan suami orang ?👌👌👌


...----------------...


Zha pamit


...****************...


Leon mengurungkan masuk ke kamar dan diduk di sofa lagi.


" Aku sudah tahu dari Arief, kalau kamu bete dan di cuekin pasti korbanya rokok padahal rokoknya tidak salah ?" kata Leon.


" Tidak salah gi mana ? gara - gara rokok aku di cuekin, gara - gara rokok lebih di nikmatin dari pada istrinua, dan gara - gara puntung rokok Arief yang di buang sembarangan, nih kaki Zha terkena apinya ?" kata Zha sambil menunjuk hidungnya yang ada bekas terkena api.


" Ha ha ha, jadi dendamnya sampai sekarang ?" kata Leon tertawa lepas.


Zha yang melihatnya tersenyum, selama jadi istri Leon baru kali ini melihat Leon tertawa lepas.


" Kenapa tersenyum ?" tanya Leon penasaran.


" Zha baru kali ini melihat kak Leon tertawa lepas, walau sebenarnya Zha sebel ? jawab Zha.


" Kenapa ?" tanya Leon.


" kak Leon sama dengan Arief terkena putung rokok malah di ketawain, istri menderita suami bahagia " kata Zha.


" Kamunya saja, bisa hidung kena putung rokok ?" jawab Leon.


" Arief masih merokok, Zha kagetin dari samping, yang kena hidungnyalah " jelas Zha.


" Tapi kenapa kamu tidak melarang aku ataupun Arief dulu berhenti merokok ?" tanya Leon menanggapi Zha.


" Orang perokok itu imanya kuat kak !" kata Zha.


" Kok bisa ?" tanya Leon semakin penasaran.


" Iya imanya kuat, karena dia tidak percaya dengan tulisan dalam bungkus rokok !" jelas Zha.


" Dia lebih percaya kalau hidup mati itu di tangan allah " jelas Zha.


" Kata siapa ?" tanya Leon.


" Kata ustad Irsyad ?" jelas Zha.


" Siapa itu ?" tanya Leon lagi.


" Suaminya autor kak ha ha ha . . !" jelas Zha.


" Tapi kalau tentang kesehatan ?" tanya Leon.


" Kalau masalah itu kak Leon tanya saja pada bidangnya, seperti dokter !" jelas Zha.

__ADS_1


" Kirain kamu dapat jelasin lagi !" kata Leon.


Leon bersiap untuk berangkat metting seperti biasa Zha menyiapkan segala keperluannya dari mamasangkan dasi sampai memakaikanya jas.


" Kak Leon, Mita mau main kesini boleh ?" tanya Zha.


" Boleh, , ,! tapi bilangin jangan rusuh !" jawab Leon.


" Makasih kak Leon. . !" kata Zha sambil memeluk suaminya.


Leon berangkat mettingnya ke kantor.


...****************...


Selang beberapa hari, Leon yang sudah memakai baju kantornya, tiba - tiba di peluk Zha dari belakang, Leon langsung membalikan badanya, Leon tahu pasti Zha menginginkan sesuatu kalau manjanya kambuh.


" Kamu sudah keramas ? sudah selesai berarti ?" tanya Leon sambil memegang rambut Zha yang basah dan di angguki Zha.


" Apa kamu menginginkan pagi ini ?" tanya Leon tersenyum mesum.


" Kak Leon, pagi - pagi sudah mesum ?" bentak Zha.


" jangan - jangan selesainya kemarin ya ?" tanya Leon.


Zha mengangguk " Tapikan Zha belum mandi suci " jelas Zha.


" Terus mau apa ?" Tanya Leon.


" Zha ingin tempat ibu, tempat ibu ramai pasti kak?, hari ini akan ada lomba menyongsong peringatan hut RI, setelah dua tahun tidak di rayakan akibat pandemi " jelas Zha.


" Jadi kamu ingin kesana ?" tanya Leon yang di angguki oleh Zha.


" Kan hut RI nya masih lusa Zha !" kata Leon.


" Kan ini menyongsong, pas hari Hnya kita upacara, dan biasanya finalnya kak !" kata Zha


" Ya sudah, nanti biar di antar Roy !" kata Leon.


" Tidak usah kak, Zha kan mau ke kampus, Adi juga, cuman mengantar tugas saja ke kampus, jadi Zha bareng Adi saja " kata Zha.


" Ya sudah, nanti kak Leon menyusul ?" kata Leon.


" Terima kasih kak, kak Leon selalu tahu deh, tapi menginap ya !" kata Zha sambil memeluk suaminya.


" Tidak, harus pulang !" kata Leon.


membuat Zha memanyunkan bibirnya.


Leon yang usil langsung menarik handuk yang melilit di tubuh Zha.


" Kak Leon . . !" bentak Zha karena terkejut dan menutupi bagian dada dan bawah yang sidah tertutup bra dan segi tiga pengaman.


" Kak Leon bawa sini !" Zha menarik handuknya dari tangan Leon, tapi Leon masih menahanya.

__ADS_1


" Kalau minta, jangan sekarang kak Leon, nanti Zha tidak bisa jalan " jelas Zha merasa panik sambil berjalan mundur melihat tatapan Leon.


" Tidak, aku hanya. . . !" kata Leon sambil mendorong Zha di sofa dan menatik segitiganya, membuat Zha panik.


" Aku nyesel bilang cinta pada kak Leon, kalau ahirnya aku di perkosa !" kata Zha sambil menutupi benda tersebut.


Leon tidak bergeming, Leon masih terpaku menatap tubuh Zha yang polos.


Setelah menariknya Leon jongkok dan menyingkirkan tangan Zha dari yang di tutupi, tapi masih tetap kembali, Leon menahannya ke atas, dan tangan satunya membuka pahanua sedikit demi sedikit dengan bahunya menahan paha sebelah.


Leon meraba paha Zha dengan lembut, dan menyesapnya membuat Zha menikmati permainan Leon, Leon melepas tangan Zha yang di pegang tadi.


Leon melihat calon lubang surganya yang terawat, dengan bau khas wanita polos, tidak ada wewangian, yang membiat Leon tersenyum puas.


Setelah tangan Zha di lepas, tidak memberontak lagi, malah memegang kepala Leon yang bermain di pahanya.


Leon mengangkat kaki Zha keatas sofa mensejajarkan dengan duduk Zha di sofa, sehingga terekpos jelas di mata Leon.


" Stop kak Leon Ahhhh ?" kata Zha sambil mendesah, antara melawan atau menikmati.


Leon masuk ke inti, dia ******* dang menghisap lubang syurganya, dan seketika Zha merasa ada yang aneh dalam tubuh Zha, dia menekan kepala Leon semakin dalam ke selakanganya.


" Kak Leon, Zha ingin pipis . . .!" jerit Zha dan menggelincang hebat.


Lalu mengeluarkan cairan dari Leon dengan cepat ********** lagi sampai bersih.


Setelah Zha terkulai lemas Leon berdiri dan masih terkangkang.


" Kenapa kamu Zha?" tanya Leon iseng melihat expresi Zha yang lucu dengan keringat yang bercucuran.


" Aoa yang kak Leon lakukan pada Zha ?" ranya Zha.


Leon mengangkat pundaknya dengan menggeleng kepala.


" Terima kasih sayang ?" kata Leon sambil menciumi pucuk kepala Zha.


Sambil tangan masih menggerayangi paha Zha yang masih polos.


" Ahhhhhgk !" Zha kaget saat ada jari menelusup ke miliknya merasakan kenikmatan yang kedua kali karena Leon menjebol selaput daranya.


Zha memeluk tubuh Leon dengan erat dan secara reflek merapatkan pahanya dan smengapit tangan Leon . Leon merasakan ada cairan merembes lagi.


" Kau masih perawan Zha ?" tanya Leon saat jarinya menelusup milik Zha ada rasa sempit dan denyutan hebat di dalam rahim.


" Bahkan selaput daramu masih !" kata Leon.


" kau anggap aku cewek apaan kak ?" kata Zha.


" Maafkan aku, telah menuduhmu kalau kamu pernah tidur bersama Arief ?" kata Leon merasa penuh penyesalan.


" Sampai kamu tuduh aku hamil ?" kata Zha masih dalam keadaan kemas.


" Maafkan kak Leon sayang ?" kata Leon lagi.

__ADS_1


Leon mengangkangkan paha Zha lagi dan mengangkat jarinya dan keluar cukup banyak cairanya.


__ADS_2