
pompa ASI
...****************...
Jam sembilan malam Zha mondar mandir, seperti setrika.
" Bagai mana Zha ? sudah di angkat ?" tanya Rima.
" Belum buk, kalau dekat sudah Zha susulin aku takut kak Leon kenapa - napa !" Kata Zha.
Leon yang sedang di kantor bersama Roy, baru membuka ponselnya banyak panggilan tidak terjawab.
📱" Kak Leon, di mana kak Leon ?" tanya Zha saat Leon menelponya.
📱" Kamu menangis ?" tanya Leon pada Zha.
📱 " Bagai mana tidak menangis,? kak Leon jam segini belum pulang Zha kuwatir kak Leon kenapa - napa !" Kata Leon.
📱" Maaf sayang, ini sudah mau pulang, kak Leon tutup dulu, ceritanya di rumah !" Kata Leon dan di angguki Zha dan menutup vidio callnya.
" Sudah Zha ?" tanya Didik.
" Sudah pak !" jawab Zha.
" Kalau gitu kita tidur !" pamit Didik
...****************...
Leon, dan keluarga kecilnya kembali ke apartemen, Didik, Rima mengantar, tidak ketinggalan, Adi dan Mita yang suka ngintilin.
" Di kamar ini, aku selalu teringat jeritan seorang gadis, saat aku mengambil keparawananya " Kata Leon saat sampai di kamarnya sambil memeluk Zha.
" Kak, jangan ingatkan itu, Zha jadi malu " kata Zha.
" Dia menangis di dadaku, agar tidak meninggalkanya, aku berjanji, dalam diriku sendiri kalau aku tidak akan menghianatinya " Leon meneruskan ceritanya.
" Di kamar ini juga, wanita tulus merawatku, saat aku putus asa dengan sakitku, sampai ahirnya dia mengandung darah dagingku, di apartemen inilah, kenangan kita Zha, tidak akan aku jual apartemen ini walau kita sudah punya rumah baru " kata Leon sambil mencium bibir Zha.
" I love you sayang !" kata Leon.
" I love you to ?" balas Zha.
Saat Leon masih asik mencim Zha, Adi dan Mita datang.
" Zha ini barangnya Arka dan Aksa di taruh mana ?" teriak Adi.
Brught.
Barang yang di bawa Mita terjatuh, karena malu melihat Leon masih menikmati bibir istrinya.
Zha langsung mendorong dada Leon, sampai terlepas.
" Malu sama anak - anak !" kata Zha.
Leon hanya tersenyum.
__ADS_1
" Kita taruh di sini saja, di rapihkan " kata Zha.
Semua, orang di sana, beres - beres sampai sore, membuat lelah Zha mengeluarkan kue buatanya.
Mita melihat sebuah boneka besar yang imut.
" Kenapa Mit ?" tanya Zha.
" Itu bagus sekali ?" kata Mita.
" Kamu mau, ambil saja !?" kata Zha.
" Beneran Zha, itukan pemberian Arief ?" tanya Mita.
" Pemberian Arief terlalu banyak, yang di rumah bapak juga ada !" kata Zha.
" Kamu mau bantu - bantu apa mau merampas " sergah Adi pada Mita.
" Tidak apa, kan lebih hemat, uang kita dari pada buat beli mending buat masa depan, mumpung ada yang kasih !" kata Mita sambil meraih satu boneka besar.
" Masa depan, tumben masa depan, biasanya jajan " kata Adi.
" Ssssst " kata Mita sambil menempelkan tanganya di bibir Adi.
Leon tersenyum melihat tingkah dua sejoli yang pacaran tapi lucu.
" Kamu mau Di, ayok ikut aku ?" kata Leon sambil membuka pintu yang seperti lemari.
Adi mengikuti langkah Leon dan.
Di sana tertata, beberapa koleksi ornamen dari berbagai negara yang Leon kunjungi, koleksi sepatu dan berbagai barang Leon dan Zha.
" Waw, sepatu ini bagus kak !?" kata Adi.
" Itu sepatu, dari Woshingten, awal aku bisa mendapatkan uang, kalau mau ambilah " kata Leon.
" Beneran. . ?" tanya Adi girang dan di angguki Leon.
" Zha, aku naksir sepatu ini dari dulu !" kata Mita sambil menunjuk sepatu Zha.
" Jangan, itu sepatu pertama sendiri di belikan kak Leon, yang membuat Arief cemburu, yang lainya saja !" kata Zha sambil tersenyum di pelukan Leon.
" Itu juga hanya ada sepuluh di dunia " kata Leon.
" Waw mudanya pak Leon tampan sekali !" kata Mita.
" Itu, waktu aku kuliah di semester tiga " kata Leon.
" Berarti itu masih sama kak Rahma ?" tanya Zha.
Leon mengangguk, " Tapi dia tidak sabar dengan sikapku " kata Leon.
" Sudah jangan bahas lagi !" kata Zha.
" Memang kau wanitaku Zha " kata Leon sambil mencium pipi Zha.
__ADS_1
Ahirnya, Adi mengambil beberapa barang, Mita mengambil beberapa boneka, dan barang yang dia sukai.
" Kalian, ke sini bantuin pindahan, kenapa pulang seperti orang pindahan lagi !" omel Rima yang membantu menata barang Adi dan Mita di mobil.
" Bu de, lumayan, kalau beli, belum tentu ke beli, ini barang mahal semua " kata Adi.
Sesampainya di rumah bu Dani langsung ngegas.
" Kamu ngapain ke sana Mita ?" tanya bu Dani.
" Cari bekasanya Zha " kata Mita.
" Koleksinya !" jawab Adi.
Rima dan Didik tinggal, Angga dan Dahlia menyusul ke apartemen, semua menginap di apartemen.
Semua wanita sibuk memasak di dapur untuk menyiapkan makan malam, Zha ikut tampil di dapur.
" Tidak usah Zha, nanti Arka dan Aksa menangis !" tolak Dahlia.
" Tidak mi, mereka sudah tidur " jawab Zha.
" Leon tidak selera makan, tanpa masakan Zha " kata Rima.
Paginya Zha mulai kuliah lagi, Angga dan Leon siap ke kantor, Rima, dan Dahlia siap menimang baby Arka dan Aksa.
" Kau sudah siap sayang ?" tanya Leon pada Zha, Zha mengangguk.
Saat keluar, semua sudah siap, baby Z, juga sudah rapih dan wangi.
" Cucu oma sudah tampan semua " kata Dahlia.
" Zha berangkat dulu, mi, buk ?" kata Zha sambil menyalami ke duanya sambil dan menyerahkan botol berisi ASI nya.
" Hai ibu baru, masih cantik saja !" sapa Desi pada Zha.
" Ah bisa saja !" jawab Zha dengan malu.
Adi datang dengan gayanya sekarang.
" Di, kamu sekarang berubah, tambah tampan saja !" kata Desi.
" Baru sadar kalau aku tampan ?" jawab Adi sambil menyugar rambutnya.
" Boleh donk ajak main aku !?" tawar Desi.
" Sudah ada pawangnya !" kata Zha melirik Mita.
" Ups, berarti ada yang sewot nih !?" kata Desi melirik Mita juga.
" Aku di bawakan ini sama kak Leon, nanti dia menjemputmu kau akan di ajak ke hotel, dan tadi aku lama karena kak Leon harus melantik tiga body guard, dan dua baby sister, dan satu Art dan bagian aku menjagamu di saat di kampus " Cerita Adi.
" Kau tidak tahu tempat ! kenapa melempar ini di depan banyak orang !" bentak Zha.
" Emang ini apa ?" tanya Adi polos.
__ADS_1
" Pompa ASI " jawab Desi.