ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kapan punya cucu


__ADS_3

Kapan punya cucu


...****************...


"Wow, seperti mobil Arief kak Leon ?" kata Zha terheran - heran.


" Iya Zha, punya Arief keluaran lama, dan ini keluaran baru dan ini asli produk Indonesia " jelas Leon.


Leon masih mengendarai mobilnya ke suatu tempat, dan tepatnya di depan butik import.


" Buat apa kak ?" tanya Zha.


" Kak Leon mau ajak kamu ke suatu tempat, pasti kamu suka " kata Leon.


Dan mereka memasuki butik, semua hormat pada Leon.


Setelah itu Leon memesan baju seukuran Zha, dan mengambil kemeja dan jas untuknya.


Zha keluar dan bertanya pada Leon.


" Tidak, itu tidak cocok untukmu !" kata Leon setelah melihat baju yang di pakai Zha.


" Kak Leon . . .! " kata Zha karena sudah berkali kali ganti baju.


" Itu terlalu pres dan terbuka Zha aku sebagai suamimu, tidak mau tubuhmu terekpos jelas dan di pandang pria lain " jawab Leon.


Ahirnya Zha keluar lagi dan yang terahir ini cocok oleh Leon.


Segera Zha di Rias oleh petugas, setelah selesai Zha segera keluar.


' Kecantikan alami mi, selalu membuatku kagum ' gumam Leon yang melihat Zha keluar.


Dengan memakai gaun silver, rambut di sanggul belakang, membuat mata Leon membelalak sempurna.


Leon mencium tengkuk leher Zha, saat Zha mendekat pada Leon, sampai meninggalkan noda merah.


" Kau cantik Zha " bisik Leon di telinga Zha.


" Ini tanda kalau kau sudah punya suami " sambil menunjukan kecupanya tadi.


Zha hanya tersenyum.


' Apakah ini sinyal, kalau kak Leon mulai mencintaiku ' pikir Zha.


Hari sudah petang. Leon membawa Zha melaju ke arah sebuah gedung dengan mata tertutup, Zha hanya bisa menurut dengan perlakuan Leon.


Leon menutup mata Zha dan membawanya ke sebuah gedung, sunyi senyap yang di rasakan Zha, saat matanyapun fi buka, hanya ada kegelapan. dan Leon sudah pergi menjauh darinya.


" Kak Leon Zha takut . . !?" teriak Zha, saat tidak ada lampu sama sekali.


" Kak Leon jangan hukum Zha lagi, Zha sudah mintak maaf Hu hu hu hu !" tangis Zha.

__ADS_1


Seketika lampu menyala berurutan, dan yang terlihat pertama Leon di depan meja yang terdapat kue besar, dengan ornamen lucu berwarna pink. dan setelah lampu menyala semua baru semua orang terlihat, dengan menyanyi lagu ulang tahun Zha.


Selamat Ulang Tahun....


Happy birthday Happy birthday


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..


Happy birthday Happy birthday


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..


Happy birthday to you..


Happy birthday Happy birthday


Happy birthday to you..


skip


skip.


Dan Zha menyuapi orang yang Zha sayang semua.


Tamu undangan tidak hanya teman dekat saja tapi ada sebagian teman Dahlia juga dan jajaran staf kantor.


Mita dan Adi beserta ayahnya, atau paman Zha juga datang, semua ini memang sudah di siapkan oleh Leon, walaupun cuman dadakan tapi persiapanya matang.


" Kau suka ?" tanya Leon.


Zha hanya mengangguk sambil senyum di pelukan Leon.


' Kak Leon asal kau tahu, aku suka Karena ada di pelukanmu ' pikir Zha.


" Aku jadi ingat Arief, setahun yang lalu kak !" kata Zha.


" Jangan ingat Arief dulu, Kak Leon tidak mau, kau menangis lagi, karena ini momen bahagia, seharusnya kau tersenyum " kata Leon.


Leon membuka gelang yang di pakai Zha di tangan kanan, terbuat daro berlian yang di berikan Arief tahun lalu.


Dan mengganti dengan gelang yang dia beli dari luar negri kemaren.


" Bagus kak Leon !" puji Zha.


" Kau suka ?" tanya Leon dan di angguki Zha.

__ADS_1


" Jadilah wanita yang lebih mahal dari gelang ini, dan ini, bukan tidak menghargai punya Arief, tapi kehidupanmu sekarang bersamaku " jelas Leon.


" Ini, simpanlah " kata Leon sambil mengulurkan gelang Zha yang di lepas tadi.


" Ya kak . . !" kata Zha.


Mereka menemui para tamu, pesta yang sedikit meriah ini bisa melupakan Zha dari permasalahan pelik, tadi malam, dimana dia di suruh Leon untuk mencari pengganti Arief.


Sekarang Leon menemui rekan bisnisnya, bersama Angga juga, sedang Dahlia, menemui teman sosialitanya. sedang Zha pilih dengan Mita yang menemani temanya.


" Hai jeng, sudah menantu setahun kok belum belum ada ciri - ciri hamil juga menantunya jeng ? kapan nih jeng Dahlia punya cucu" tanya rekan Dahlia membuat Dahlia klabakan.


" Mungkin belum rezeki jeng !" jawab Dahlia


" Anak saya yang bari nikah beberapa bulan kemaren, pagi - pagi mual - mual, saya bawa ke dokter, ternyata positif hamil loh jeng " cerita temanya lagi.


" Selamat ya jeng, sudah mau punya cucu ? " kata rekanya tadi.


" Mungkin menantu jeng Dahlia mandul ?" kata rekanya.


" Tidak mungkinlah, Zha di lihat dari fisiknya sehat kok !" kata Dahlia tidak percaya.


" Dulu jeng Dahlia, saya ajak besanan sama saya tidak mau, malah memilih anak kecil, makanya belum menghasilkan cicu sampai sekarang, padahal Leon itu pria dewasa penuh pesona sudah tampan mapan lagi " puji ibu yang lain.


" Namanya juga belum jodoh buk " jawab Dahlia yang merasa di pojokan.


" Tidak perlu kuatir, khan srkarang sudah ada program bayi tabung kalau mandul buk, kalau tidak ikut program hamil " kata ibuk yang lainya.


" Di sana banyak yang berhasil kok buk, tetangga saya juga program hamil di sana dan berhasil, tidak usah patah semangat, dan tidak perlu memisahkan anak pada orang yang dia cintai ?" lanjut ibu itu menanyai Dahlia.


" Aku sedikit berminat, di mana itu jeng ?" tanya Dahlia karena berminat.


Lalu ibu yang memberi informasi memberikan kertas keci, di mana di sana terdapat kartu nama dokter yany di maksud.


" Trima kasih Jeng ?" ucapan dari Dahlia.


" Sama - sama jeng, semoga berhasil ?" ucap ibu itu yang tidak di ketahui namanya.


" Amiiin " Balas Dahlia.


Semua orang telah memberi selamat pada Zha dan memberikan doa pada Zha, dan segera pulang.


Zha dan Leon pun pilih pulang ke apartemanya.


...----------------...


***Para pembaca setia masukanya dong ?


Dan jangan lupa Like, vote dan hadiahnya, ?


semoga bisa menghibur dan menginspirasi***. . . !

__ADS_1


__ADS_2