ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Janji Adi


__ADS_3

Janji Adi


...****************...


Semua telah selesai, hari berikutnya, adalah hari di mana para karyawan Zha menerima gajih.


" Kak, kita ke toko, sambil melihat bangunan kota, besok, sudah mulai di tempati " ajak Zha.


Leon hanya mengikuti kemauan istrinya.


Sesampainya di sana, Zha dan Adi siap membagi gaji para karyawan dan karyawati.


" Maaf ya, aku belum bisa gajih kalian sebesar UMR dan masih di bawah UMR, karena masih merintis ?" kata Zha pada semua karyawanya.


" Ya kak, kita dapat pekerjaan saja masih untung, makan juga sudah di tanggung !" jawab seorang karyawan.


Adi membagikan gaji karyawan satu persatu, beserta bonusnya.


tinggal beberapa karyawan yang tertinggal termasuk petinggi, salah satunya suami Ima, suami Ima ternyata ke bagian yang terahir.


" Maaf, aku hanya mampu memberimu gajih segini sebagai manager, tidak seperti di reksa group !?"


" Tidak apa, aku sudah bersyukur, sudah di beri pekerjaan " jawabnya.


" Aku dapat pesan dari Wati, harta bagian kamu, sudah di sisihkan di bank dengan kode xxxx " kata Zha sambil menyerahkan sebuah amplop coklat berisi rekening Bank.


" Aku tidak pantas mengambilnya, karena aku terlalu menyakitinya, dan biaya kuliahku, semua dia yang membiayainya, bukanya berterima kasih malah aku hianati, kini aku sudah dapat karmanya " kata Arya.


" Maksudnya ?" tanya Zha.


" Sepertinya, aku tidak bisa meneruskan pernikahanku dengan Ima, dia terlalu kejam, dan selalu di bela ibunya untuk merendahkanku ?" cerita Arya.


" Lalu anakmu ?" tanya Leon.


" Aku jadi ragu, kalau itu anaku, semenjak aku tahu dia selalu mengejar pak Leon, di otaknya hanya ada uang, uang dan uang, tanpa uang, dia tidak pernah memberikan kasih sayang " kata Arya.


Leon hanya geleng kepala.


" Kenapa aku jadi curhat, maaf ya pak, Zha, aku terbawa suasana, karena tidak ada tempat berkeluh kesah lagi semenjak bapak meninggal ?" Arya merasa bersalah.


Leon dan Zha nengagguk paham, setelah Arya pergi, bagian Adi dengan Mita.


" Ini Mit, bagian investasimu, dan ini gajimu !" kata Zha sambil memba dua amplop.


" Yang benar Zha, ini mah lebih dari uang gaji dari reksa group " kata Mita tidak percaya.


" Ini Di bagian kita, kamu seperempatnya, karena sebagian masih tahap pembangunan " kata Zha sambil menyerahkan satu gebok uang.


" Maksudmu apa Zha ?" tanya Adi.


" Ya ini hasil kerja keras kita, aku yang modalin kamu yang menjalankan " kata Zha.


" Tapi ini terlalu banyak !" kata Adi.


" Cabai sayuran juga kan sering dari tempatmu, dan dua bulan, kamu belum aku kasih gajih !" jawab Zha.

__ADS_1


" Tapi tidak semahal ini !?" kata Adi.


" Kau di kasih uang tidak bersyukur ya, ? besok bikin ATM, supaya aku tidak pusing kalau mau beri bagian kamu ?" kata Zha.


Adi mengambil uang itu dengan tangan gemetar


" Tidak usah lebay Di ?" bentak Zha membuat Adi terkejut, Zha jadi merasa bersalah.


" Zha aku tidak pernah memegang uang sebanyak ini !" kata Adi.


" Ya maaf Di ?" kata Zha.


Saat tangan Adi sudah mengangkat uangnya.


" Ha ha ha . . ! kau sungguh Zha, ? ini uangku, ? aku akan belikan baju koko bapak !" teriak Adi tertawa sambil menangis sangking bahagianya, dan memeluk Zha sampai berkali - kali Leon menghadang, kuwatir Adi tidak sadar terlalu keras membahayakan perut Zha.


" Kau tahu Zha janjiku dulu pada bapak, saat bapak solat pakai baju koko robek, kalau besar aku sudah bekerja dan dapat uang, yang pertama yang akan aku beli baju koko buat bapak, walaupun baju bapak sekarang sudah bagus, itu bukan dari Adi " cerita Adi sambil menagis membuat Zha, Leon dan Mita jadi terharu.


" Saat aku di terima kerja di reksa group, aku bahagia, tapi bapak jatuh sakit, jadi aku memutuskan untuk menjaga bapak dan kerja di sawah !" kata Adi.


Adi langsung jongkok mengelus perut Zha dan menciumnya.


" Om percaya, ini juga rejeki kamu, rezeki karena kehadiranmu !" kata Adi sambil jongkok menciumi perut Zha yang sudah besar.


" Bagai mana kalau malam ini kita ke kota, kita ke mall " Ajak Leon.


" Aku setuju, aku ajak bapak " kata Adi.


" Aku juga mau ajak ibu, untuk memilih perlengkapan persalinan !?" kata Zha.


" Duduk di bak belakang !" kata Adi.


" Kamu jahat sama pacar sendiri !" kata Mita pada Adi sambil manyun.


" Caranya kita ngerental ?" kata Leon.


" Okey juga tuh !" kata Adi setuju.


Setelah semua setuju Zha pulang.


" Pak ini uang bapak, yang buat beli ruko dan tanah itu ?" kata Zha.


" Kenapa di kembalikan, lagian ini uang kalian !" kata Didik.


Zha menceritakan kalau sudah dapat penghasilan.


" Buk kita ke mall yok, cari perlengkapan persalinan ?" ajak Leon pada Rima.


" Kenapa tidak ke pasar saja ? lebih murah, karena kalau baju bayi tidak perlu mahal, soalnya hanya di pakai sebentar " jelas Rima.


" Zha mau ikut, kalau ke pasar nanti kelelahan " kata Leon


" Kenapa Zha ikut ?" tanya Rima.


" Zha ingin bakso beranak, dulu waktu pacaran sama Arief Zha di ajak ke mall dan pertama kali ke mall di ajak makan di bakso beranak "

__ADS_1


" Sekalian mau nanyain, sudah ada yang tanggung jawab belum nganak terus tanpa bapak !" canda Zha sambil cengengesan.


" Kalau gitu bapak juga ikut ?" kata Didik.


" Mau ngapain ?" tanya Rima dan Zha bersamaan.


" Mau nikahin bakso beranak " kata Didik.


" Ha ha ha ha. . !" tawa seru sebuah keluarga.


Di rumah Adi masih teriak - teriak.


" Ayo pak, jangan terlalu malam kasihan Zha !" kata Adi.


" Mau ke mana Di ?" tanya Jak.


" Mau melamar !" kata Adi.


" Sudah di bilang dari tadi kita mau ke kota !" gerutu Adi.


" Mau ngapain ?" tanya Jak.


" Cari hiburan, sekalian mau cari perlengkapan babynya Zha, jadi bu de ikut !" jelas Adi.


Ahirnya Jak berjalan dengan gontai, ganti baju dan menuruti putra semata wayangnya.


Sesampainya di mall, Didik bersama Rima dan Jak berjalan beriringan.


" Sudah lama kita Jak, tidak menggiring anak kita seperti ini ?" kata Didik sambil melihat anak muda di dekatnya.


" Iya mas, jadi ingat ibunya Adi ?" kata Jak.


" Dulu paling reseh Adi, sampai sekarangpun masih sama ?" jelas Didik.


" Biasa, anak laki sendiri ?" kata Jak sambil melihat ke usilan Adi yang mengganggu Zha di pelukan Leon.


" Tidak terasa umur kita sudah tua, putri bungsuku, akan memiliki anak, dan Adi sudah berani pacaran di depan orang tuanya " kata Didik yang melihat anak - anaknya berpasangan.


" Iya mas, , , Adi yang ingusan sekarang sudah ingin nikah !" kata Jak.


Meraka menuju sebuah toko.


" Ini bagus pak, bapak senang ?" tanya Adi pada bapaknya.


Jak mengangguk dan menyuruh mencobanya, setelah memilih beberapa potong Adi langsung membawa ke kasir.


" Ke mahalan Di, tidak usah di bayar " kata Jak, saat mendengar jumlah yang harus di bayar.


" Ya tidak lah pak, baju Zha saja lebih mahal " kata Adi.


" Tidak usah, kalau di pasar uang segitu bisa dapat satu kodi pakaian Di !" kata Jak menahan tangan Adi.


" Iya, baju obralan !" kata Adi.


" Zha. . . .!" teriak Adi.

__ADS_1


__ADS_2