ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Pengakuan cinta Zha


__ADS_3

Pengakuan cinta Zha


...****************...


" Zha adalah kekasih adiku, aku di tugaskan untuk menjaganya, sampai dia menemukan kebahagianya ?" kata Leon yang membuat hati Zha hancur berkeping - keping.


Dahlia hanya terdiam sejenak.


" Kenapa kamu tidak cari wanita lain yang siap menerimamu ?" tanya Dahlia.


" Itu sama saja aku menyakiti Zha, bukan melindungi ?" kata Leon.


Dahlia diam seribu bahasa, ahirnya Dahlia pergi dengan keadaan kecewa dengan Leon putranya.


" Kau Leon, selalu saja keras kepala. . . !" kata Dahlia sebelum pergi.


Zha yang mendengar perdebatan itu hanya diam.


" Kak ? benar kata mami, lebih baik kak Leon pikirin masa depan, Zha tidak apa apa kok ?" kata Zha mengahiri keheningan.


" Kamu ngomong apa sih ?" tanya Leon.


" Kak Leon kan bilang sama mami, kalau kak Leon hanya menjaga Zha, Zha bisa kok jaga diri sendiri ?" kata Zha.


" kak Leon harus mikirin masa depan dengan pilihan kak Leon, kalau Zha kan masih muda kak, jadi masih panjang masa depan Zha " kata Zha yang tidak di tanggapi oleh Leon, Leon lebih pilih asik dengan laptopnya.


" Emang Zha cengeng, tapi sebenarnya Zha wanita kuat . . !" kata Zha masih melanjutkan kata -katanya pada Leon.


" Aku harus ke kantor, tidak usah di pikirin omongan mami " kata Leon sambil berlalu pergi.


Zha hanya terpaku melihat kepergian Leon, Zha merasa kecewa pada Leon karena tidak menanggapi omonganya.


' Kau pria es, ya diapain saja es, tapi kenapa kamu masih perhatian sama aku dan kenapa kamu membuat aku jatuh cinta ?' kata Zha dalam hati.


...****************...


Setelah kejadian itu Zha lebih sering diam dengan Leon, Leon merasa capek di cueki Zha, Leon kangen dengan ocehan Zha, cerianya Zha.


" Kenapa kamu sering diam ?" tanya Leon.


" Tidak " jawab Zha singkat.

__ADS_1


" Kak besok akan ada acara di kampus Zha, ?" kata Zha.


" Lalu ?" tanya Leon singkat.


" Apa kak Leon bisa mewakili sebagai wali mahasiswi diriku ? kalau kak Leon tidak bisa biar Zha telepon mami kalau tidak ibu ?" kata Zha.


" Jangan kamu libatkan orang tuamu karena kamu istriku, tanggung jawabku ?" kata Leon.


" Jam berapa ?" tanya Leon.


" Jam 07 : 00 " kata Zha.


" Baiklah " jawab Leon singkat.


Di acara itu ternyata Leon datang tepat waktu, kalau telat bukan Leon namanya, karena Leon orangnya disiplin dan ontime.


Leon duduk di salah satu bangku, dan di dekatnya ada wanita seksi, ternyata Yanti mantan karyawanya.


Leon akan pindah tempat tapi tidak ada lagi tempat yang kosong.


Saatnya menampilkan pertunjukan. Zha berperan sebagai cinderela. yang berdandan begitu cantik, bak putri kerajaan, tapi gaunya di bagian dada terlihat sedikit, membuat Leon sedikit risih.


Zha melihatnya juga bukan sedikit, tapi banyak dongkol. Zha ingin turun panggung dan menarik kepala bibit sang pelakor.


Zha yang di peluk pinggangnya oleh lawan mainya, membuat Leon emosi sampai ke ubun - ubun, di tambah lagi dia sudah risih dengan tingkah Yanti, menjadi darahnya mendidih.


Dan dengan penampilan Zha mengundang para kaum pria yang tidak jauh dari Leon berbisik memuji kecantikan Zha, dan body bak gitar spanyol walaupun susu masih mengkel.


Satu jengkal lagi Leon sudah mendidih darahya.


Zha di peluk pinggangnya semakin erat oleh lawan mainya, apa lagi yang memeluk orangnya tampan dan gagah membuat Leon berdiri, dan menghampiri Zha. Leon menarik tangan Zha dengan mata yang sudah memerah.


" Pulang !" bentak Leon dengan nada tegas.


" Kak . . .? " teriak Zha sambil menahan karena malu suaminya posesif.


Tapi tenaga Zha kalah dengan tenaga Leon.


Leon menyeret Zha sampai sepatunya tertinggal, dan Leon memasukan Zha ke dalam mobil.


Zha masih diam dan menangis. tidak ada kata di dalam mobil, Leon masih dalam mode emosi.

__ADS_1


Sesampai di apartemen Leon meluapkan emosinya.


" Siapa yang suruh kamu pakai baju kayak gini, siapa yang izinin kamu pakai baju kayak gini, dan kenapa kau berpelukan dengan pria yang bukan muhrimmu, apa kau tahu, pria lain menikmati lekuk tubuhmu, apa lagi yang memelukmu ? kau seorang perempuan, jaga sikapmu di depan pria lain, apa kamu tidak memikirkan perasaan yang selalu menjagamu aku tidak rela kamu di sentuh pria lain ?" kata Leon panjang lebar.


" Ya memang Zha wanita yang tidak baik di mata kak Leon, Zha juga sadar Zha tidak pantas mencintai kak Leon, kak Leon pria dewasa dengan sejuta pesona, sedang Zha hanya gadis remaja yang cengeng yang terpuruk masa lalu " kata Zha sambil menangis.


" Kak Leon menyuruh Zha mencari pengganti Arief, tapi apa yang kak Leon lakukan, setiap Zha dekat dengan laki - laki lain kak Leon selalu melarang "


" Apa maksudmu Zha ?" Zha kaget mendengar kakau Zha menyatakan cinta padanya.


" Ya, jangan kak Leon pikir, kalau Zha tidak tahu kalau kak Leon di Bali di club malam dan di kelilingi para cewek cantik, dan dengan Yanti, kak Leon masih cintakan sama dia, sampai kak Leon rela bahunya ia tumpanginya ?" jelas Zha dengan air mata masih mengalir.


" Sekarang talak Zha kak Leon, ceraikan Zha, Zha tidak butuh perhatian kak Leon, Zha tidak butuh harapan hu hu hu ?" kata Zha sambil berlari menuju pintu keluar kamar.


Brugh. . .


Leon lebih cepat menutup pintu kamarnya.


" Kau mau pergi, kau anggap segampang itu keluar dari sini setelah kamu mengakui kalau kamu mencintaiku ?" jelas Leon.


" Apa peduli kak Leon?" bentak Zha.


" Biarkan Zha pergi, ! kak Leon berhak bebas tanpa terikat dengan Zha, Zha mohon, biarkan Zha pergi ?" kata Zha sambil menangkupkan tanganya di depan dada.


" Tidak Zha, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, dan aku tidak akan menceraikanmu ?" teriak Leon.


" Semua bisa kak Leon jelaskan Zha, dan dari mana kamu tahu tentang itu semua ?" tanya Leon.


" Kak Leon tidak perlu tahu ?" jelas Zha.


Leon masih diam sejenak dan Zha masih berusaha membuka pintu kamar, Leon masih terus menahanya.



" Zha aku mohon maafin kak Leon, kak Leon mengaku salah, tidak peka kalau kamu sudah mencintaiku ?" kata Leon sambil memeluk Zha dari belakang menahanya agar tidak membuka pintu.


" Lepas kak Leon, lepas kak, Zha sudah capek hidup dengan kak Leon, Zha juga ingin bebas ?" kata Zha masih berusaha ingin keluar.


" Kamu hanya menggertaku, tapi gertakanmu, tidak akan mempan pada Leon yang dingin ini " jelas Leon.


Semakin lama Zha semakin lemas karena banyak menangis, Leon yang tahu hal itu langsung mencari kesempatan Leon menggendong Zha membawa ke kasur. dan melepas gaunya seperti anak kecil, Zha hanya bisa menurut Leon membersihkan mek upnya, Zha juga nenurut, karena sudah lemas karena banyak menangis.

__ADS_1


__ADS_2