ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Persiapan Tingkepan


__ADS_3

Persiapan tingkepan


...****************...


" Zha, , , ,! Kau tidak tahu diri banget ya, suami sedang susah, masih saja kemewahan yang kau pikirkan, tidak ada syukurnya, suamimu sabar menghadapi tingkahmu !?" bentak Rima yang masih panas.


" Maksud ibu ?" tanya Zha.


" Semua orang kampung nembicarakan tingkahmu, yang tidak memikirkan keuangan suami kamu, malah memilih kemewahan seperti tidak di didik ?!" lanjut Rima.


" Dari Ima ya buk, buk sebenarnya, Zha atau Ima sih buk yang anak ibu?, dari dulu sampai sekarang, tanpa mendengarkan Zha dulu, ibu langsung membela Ima, apa ibu akan memukul Zha seperti saat Zha dengan Arief dulu ?" tanya Zha dengan air mata yang mengalir, Didik dan Leon yang mendengar pertengkaran langsung menuju sumber suara.


Zha yang akan lari, ternyata sudah terhadang dengan tubuh Leon, sehingga Zha memilih memeluk tubuh Leon dan nenangis sesenggukan di pelukanya, sampai tidak mengeluarkan suara.


" Ada apa ini buk ?" tanya Didik pada istrinya.


Rima menceritakan yang sebenarnya.


" Buk. . ! itu kemauan Leon sendiri karena Leon sayang sama Zha, uang sebesar apapun tidak ada artinya tanpa adanya Zha, Leon tahu Zha anak ibu, tapi dia sudah milik Leon, bapak sudah memberikanya pada Leon, maka izinkan Leon membahagiakan Zha, dan Leon mohon sama ibu jaga mental Zha, dia sedang mengandung anak Leon " kata Leon membuat Rima meneteskan air mata.


Leon membawa Zha pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar.


" Kenapa ibu selalu menyalahkan Zha, tanpa mendengarkan penjelasan Zha, dan selalu percaya pada orang lain !" curahan hati Zha pada Leon.


" Mungkin ibu lelah, dan terbakar kata - kata Ima, jadi tersulut emosi, ibu sebenarnya sayang sama kamu, ibu hanya tidak ingin lupa akan kemewahan !" Leon menenangkan istrinya.


Zha melemah, dan memejamkan matanya di pelukan Leon.


" Zha, , , Zha, , Zha, , ,! Bangun sayang, jangan bikin aku kuwatir !?" teriak Leon.


Dan Didik menghampiri Rima membawanya duduk dan memberi minun agar lebih tenang.


" Benar kata Leon buk, seharusnya kamu mendengarkan penjelasan Zha dulu, kau terlalu gegabah mengambil kesimpulan !" kata Didik menasehati istrinya.


" Kau ingat gosip tentang Zha dan Arief dulu, kau juga mengambil kesimpulan dengan cepat kenapa sekarang terulang lagi, seharusnya kita bersyukur, memiliki menantu Leon yang sangat mengkuwatirkan putri kita, !" lanjut Didik sambil memeluk istrinya dan mengelus punggungnya.


" Zha memang bukan Rahma, yang selalu diam kau marahi, jika Zha kalau dia benar, dia selalu menjawab, Zha anak kita yang bijaksana tapi cengeng, sedang Rahma, anak kita yang tegar tapi ceroboh mengambil keputusan ataupun kesimpulan seperti ibu, anak kita punya kelebihan dan kekurangan masing - masing " jelas Didik


" Maafkan ibu pak, ibu merusak mental Zha lagi " kata Rima sambil sesenggukan.

__ADS_1


" Tidak apa, mungkin kamu terlalu lelah, istirahat ya, ? nanti biar bapak cari sayur di luar buat makan kita !?" kata Didik.


" Zha, , , Zha, , Zha, , ,! Bangun sayang, jangan bikin aku kuwatir !?" teriakan Leon terdengar sampai di telinga Didik dan Rima.


Rima dan Didik segera menghampiri Leon dan terlihat Zha tidak sadarkan diri sedang Leon masih mengguncang tubuh Zha.


" Apa yang terjadi Leon ?" tanya Didik.


" Zha tiba - tiba lemas, dan jatuh pingsan !" kata Leon.


Rima segera mengambil minyak angin dan membaluri tubuh Zha, dan menyuruh Leon mendekatkan di hidung Zha.


" Sayang, sadar, jangan kau buat aku kuwatir, jika tuhan mengizinkan, biarlah aku yang mengganti sakitmu " kata Leon sambil menciumi kening istrinya.


Zha membuka mata sedikit, demi sedikit dan melihat sekeliling.


" Maafkan ibu nak, membuatmu seperti ini, ibu sayang sama kamu " kata Rima, sambil memegang tangan Zha dengan erat.


Zha hanya geleng kepala.


" Zha tidak apa kok buk, maafkan Zha karena sering mengecewakan ibu !" kata Zha.


...****************...


Di pagi hari yang masih sedikit gelap, masih ada Adi dan Mita yang datang


" Leon,. . !" panggil Rima.


" Iya bu ?" jawab Leon yang habis keluar kamar sambil mengeringkan rambutnya.


" Kau bisa antarkan ibu ke pasar, karena bapakmu, mau mengurus semua untuk besok mumpung masih pagi !" kata Rima dan di angguki Leon.


Leon pamit sebentar.


" Di, , ,Adi, Mita. . . !" panggil Leon.


" Kenapa kak !" tanya Adi yang datang sama Mita.


" Jaga Zha, jangan sampai kelelahan, kalau ada yang butuh apa - apa, kalian yang handle, aku mau antar ibu ke pasar dulu " kata Leon.

__ADS_1


Semuanya sudah sanggup dan Leon berangkat ke pasar dengan Rima.


Leon memberikan uang pada Rima sekitar sepuluh juta rupiah lebih, Rima menolak tapi Leon tidak tinggal diam.


" Buk, terimalah ini, ini dari anak ibu, ini acara istri dan anak Leon, biarkan Leon juga ikut membantu " kata Leon yang membuat hati Rima luluh.


Di rumah Adi dan Mita memanfaatkan waktu mumpung tidak ada Leon, mereka pergi entah ke mana, pamit dengan Zha hanya sebentar membuat Zha sibuk sendirian saat ada orang datang.


Saat Leon pulang banyak orang yang sudah berkumpul.


" Kak kaki Zha bengkak !?" kata Zha sambil mengelus kakinya yang terlihat membesar.


" Adi sama Mita mana ?" tanya Leon.


Zha geleng kepala, membuat Leon sedikit menahan amarah.


Leon mengangkat kaki Zha, ke pahanya memijit kaki Zha dengan lembut, dan berdiri, mengambil beras sama kencur yang di tumbuk jadi satu untuk memijit kaki Zha yang bengkak.


" Supraise. . !" kata Adi dan Mita yang baru datang membawa ntah apa di kotak yang terbungkus rapih.


Zha memberi kode agar cepat pergi, tapi mereka tidak maksud.


" Kenapa matamu Zha !" tanya Adi pada Zha yang memberinya agar cepat pergi tetap saja tidak maksud, tapi keburu Leon sampai.


" Dari mana kalian ?" tanya Leon dengan tatapan membunuh.


Adi dan Mita merasa takut, tapi Leon hanya memberi pengertian dan meneruskan memijat kaki Zha dan pidato pendek pada merwka berdua.


" Alangkah perhatianya suami Zha, jarang ada suami mau memijat kaki istrinya yang sedang hamil ?" kata buk Minto, saat melihat Zha di pijit kakinya oleh Leon.


" Resiko bu de, punya istri kecil jadi masih ingin di manja, lagian juga, tidak mau di pijat sama siapapun, selain suaminya " jawab Rima dan di senyumi Bu Minto.


" Tapi walaupun kecil, pikiranya dewasa kalau Zha " kata buk Minto lagi.


Rima yang kembali tersenyum.


" Sayang, kak Leon bantu bapak dulu ya, kamu di tunggu Adi dan Mita dulu !" kata Leon sambil mencium kening Zha membuat mata jomblo iri, apa lagi, Aldo dan Ima.


Leon menyuruh Adi dan Mita membawa Zha ke kamar.

__ADS_1


" Tuan putri, jangan bikin masalah lagi, nanti aku yang habis di telan suamimu !" kata Mita.


__ADS_2