
Sate kerang sawah.
...****************...
Leon ikut keluar melihat pertandingan keseruan para warga, dengan kaos tipis memperlihatkan bentuk tubuhnya dan kaca mata hitam.
Banyak yang iri dengan kemesraan Leon dan Zha.
Zha yang ikut lomba lari karung para pemuda, di semangati suaminya, saat Zha menang langsung di sambut Leon dan di peluk di garis finis.
" Ha ha ha . . !" tawa Zha di pelukan suaminya.
Banyak pemuda baper melihat tingkah Zha dan Leon.
Saat final Zha hanya dapat juara tiga, tapi pelukan Leon tidak berkurang.
Saat Zha lomba pecah air yang di gantung, tidak sampai - sampai Leon tersenyum mendampinginya.
Ima yang terbakar api cemburu dengan tingkah mereka.
" Oy, lihat tempat dong kalau bermesraan ?" bentak Ima.
" Iri, bilang bos . . !?" kata Adi dari belakang Ima.
" Ngapain iri ?" tanya Ima.
" Kamukan selalu iri apa yang di miliki Zha ?" kata Adi.
" Tidak. . !" kata Ima sambil geleng kepala.
Ima memang cantik karena rajin berdandan, beda Zha yang selalu sederhana, tapi apa yang di miliki Zha, Ima pasti iri dan ingin memilikinya juga membuat Adi dan Mita kadang gereget. kalau Zha hanya dengan kesabaran menghadapinya.
Sekarang giliran para pria bermain futsal bola plastik dengan memakai sarung, tadinya Leon tidak mau ikut, setelah melihat Adi dan Didik mertuanya masuk lapangan diapun ikut masuk lapangan.
Saat tendangan pertama di kasih Leon bukan melayang malah pecah karena terlalu kuat menendang.
Leon jadi binging semua juga memandang ke arah Leon.
" Kak Leon jangan pakai tenaga dobel ini cuman permainan !" kata Zha.
" Ya tidak tahu " jelas Leon.
Panitia mengganti bolanya dan mulai bermain, saat bisa memasukan bola Leon langsung memeluk Zha dengan mesra.
Itu yang di lakukan Leon membuat semua orang baper.
pertandingan demi pertandingan sudah di laksanakan sekarang tinggal intinya yaitu panjat pinang. Leon yang sudah berkeringat sudah mandi lalu berniat menonton saja.
Tapi di saat permainan panjat pinang dia greget dengan teman Adi yang pendek di taruh bawah.
__ADS_1
Leon melepas bajunya dan celananya tinggal meninggalkan boxernya langsug lari ke bawah pinang yang atasnya penuh hadiah.
Leon mengangkat pemuda yang pendek tadi yang sudah siap di tumpangi rekanya di atasnya. dia pinggirin.
" Kamu sini saja, biar aku gantikan, nanti hadiahnya buat anda " kata Leon
Jadi semua orang tertawa melihat tingkah Leon. Zha lari menghampiri Leon.
" Kak Leon ? siapa yang suruh kamu cuman pakai celana kaya gitu ?" kata Zha.
" Kak Leon saja pakai celana panjang masih banyak yang tergoda apalagi pakai boxer " jelas Zha.
Leon hanya menurut dengan Zha memakai celana yang di kasih Zha.
" Kamu kok punya celana anak muda Zha? jangan bilang kalau kamu punya pria lain ?" tuduh Leon.
" Ini celana Arief dulu kak, waktu ikut panjat pinang di sini, dia pulang pakai celana bapak !" jelas Zha.
Mereka semua bermain dengan seru, Leon, Adi dengan timnya berkerja sama.
Saat Adi hampir sampai di atas, Leon langsung menyusulnya menginjak Adi dan sampailah puncak. membuat semua orang tertawa riang melihat kemenangan timnya Adi.
Leon menyambut Adi naik ke puncak sekalian.
Karena waktu sudah petang, perlombaan yang lain di teruskan habis sholat maghrib.
Saat makan malam semua sudah siap di meja makan Zha, Adi ikut gabung membuat perang dunia akan di mulai.
" Suka - suka saya, saya di sini juga makan di tempat bude saya ?" jawab Adi.
Membuat Rima dan Didik geleng - geleng kepala kalau sudah lihat Zha dan adi bagai tom and jerry.
" Bapakmu sendiri ?" bentak Zha.
" Paling sayuran bapak cuman ikan asin sama bayam membuat ku over sayuran ?" kata Adi.
Tok. . !
" Aduh . .!" kata Adi yang kesakitan karena kepalanya di pukul pakai centong sayur.
" Dasar anak tidak tahu terima kasih !" bentak Zha.
" Bukan gitu Zha aku kangen masakanmu walaupun tidak enak tapi ngenyangin " jawab Adi.
" Ampuun Zha a a !" teriak Adi saat Zha sudah mengangkat centong sayurnya.
" Lama - lama kepala kamu Di, yang jadi sayur bening " kata Rima.
Saat Zha menyiapkan semua makanan di piring Leon Adi nengambil sambal kacang yang di dekat Zha tangan Adi langsung di pukul oleh Zha.
__ADS_1
" Aduh. . . !" teriak Adi.
" Ada yang lain ini punya kak Leon yang tidak seberapa pedas . . .!" bentak Zha.
" Dulu bude ngidam apa sih bude ? punya anak sudah cengeng galak lagi ?" tanya Adi.
Centong sayur mendarat lagi di kepala Adi.
C e t o k. . . !
" Kalian mau makan apa mau berantem, Adi juga, kalau Zha sudah lama tidak pulang di tanyain terus, kalau sudah di rumah kamu berantemin terus bagai kucing sama anjing " Bentak Rima yang risih melihat Adi dan Zha.
Adi dan Zha mengeluarkan lidahnya saling mengejek.
Leon hanya tersenyum nelihat tingkah keduanya, mengingatkan dia sama Arief.
" Kenapa kak Leon senyum - senyum ?" Tanya Zha.
" Selalu teringat mami marah, kalau aku dan Arief berantem, mungkin itu yang di namakan saudara, kadang menyakiti tapi melindungi, kadang benci tapi Rindu karena darah kita dari aliran yang sama !" jelas Leon.
Membuat Adi dan Zha tersenyum, terharu mendengar kata - kata Leon.
" Apa ini Zha ?" tanya Leon saat melihat daging yang di tusuk - tusuk tapi bukan daging ayam, sapi atau kambing tapi juga di panggang.
" Itu sate kerang sawah sama keong mas kak, kemarin bapak mengambil dari sawah, !" jawab Zha.
" Apa enak tidak beracun ?" tanya Leon
" Dasar Alien kota " gumam Adi.
" Coba cicipi. . kalau beracun Zha tidak akan sebesar ini mungkin sudah di balik papan !" kata Zha mengambil dari piringnya dan memaksa Leon membuka mulutnya.
" Buka mulutnya kak ?" kata Zha dan menyuapi Leon dengan kasar, langsung menutup mulut Leon agar tidak di keluarkan.
" Zha, kamu kasar sekali, tidak seperti Rahma ?" bentak Didik yang membuat Zha membelalakan mata dan berkaca - kaca karena merasa sakit di bandinfkan dengan kakaknya.
" Aku Zha pak, bukan Rahma, Zha memang cengeng tapi dia lebih kuat, tidak seperti Rahma yang pasrah akan keadaan, Rahma yang selalu lari dari masalah . . . " Kata Zha sambil menangis dan lari kekamar.
Saat Didik akan mengejarnya di tahan oleh Leon.
" Biar Leon saja yang bicara pada Zha ?" jelas Leon.
Didik hanya menurut dan menyesal membandingkan putrinya.
" Sayang . . !?" kata Leon memeluk Zha yang sedang menangis dari belakang dengan mesra.
" Kak ayok kita pulang ?" kata Zha.
" Nantilah. . !, maafin kak Leon ya ?" kata Leon.
__ADS_1
" Kita makan lagi yok, kak Leon tidak bisa pulang sekarang ternyata kerangnya enak " jelas Leon.
" Kak Leon bilang otu karena ingin merayu Zha kan?" kata Zha