
Sesampainya helikopter mendarat, Adi ingin buang air kecil tanpa pamit Roy, ahirnya Adi tertinggal rombongan memasuki hutan, membuat Adi bingung.
Dalam kebingungan Adi bertemu seorang nenek yang bawa kayu bakar malam - malam dan akan memasuki hutan, saat itu Adi membantunya masuk hutan, Adi merasa heran, di hutan ada rumah mewah, dan di sana terparkir mobil Roy, dan terdengar tembakan, dan jeritan Zha.
Adi masuk dengan pelan, ternyata benar, banyak lawan yang masih bersembunyi mulai muncul, karena semua target sudah masuk semua, dengan gampang Adi mengeluarkan pisaunya, agar tidak terdengar suara dari rekan lawan dan mengeluarkan jurus karatenya sampai lawan semua tumbang.
Sesampainya di dalam, Adi sudah melihat Leon bersimbah darah, dengan Zha yang ketuban telah pecah, membuat Adi panik, tapi yang dia urus pertama adalah Angga, yang sudah terkapar lemah, tapi tangan satunya masih berfungsi.
flash back off
Ternyata bi Sumi juga ikut, karena keterbatasan mobil Zha di dampingi bi Sumi, dan Leon di dampingi Deon, di bawa satu mobil yang di sopir oleh Adi.
Sedang Dahlia, di bawa mobil lain dengan di dampingi Wijaya dan Ira.
Ke dua putra Leon di jaga ketat, oleh pasukan Roy, yang juga terluka lenganya.
Sedangkan polisi sudah mengamankan seluruh anak buah Angga, beserta Angganya.
" Kak Leon. . . !" teriak Zha, sambil mencengkram tangan Leon yang ada di dekatnya.
" Owek, , , owek. . . !: tangis bayi memecah ke heningan di dalam mobil.
" Alhamdulilah, bayinya sudah lahir tuan, berjenis kelamin perempuan " Kata bi Sumi.
Zha melemah.
" Non, jangan tidur dulu non ayo keluarkan temanya non " kata bi Sumi sambil memangku bayi mungil di bawah Zha dan menepuk pipi Zha.
" Agghhhh !" teriak Zha, dan bayi beserta ari - arinya keluar.
Deon langsung membuka jaketnya untuk bayinya agar tidak dingin.
" Bisa lebih cepat Di ? Zha melemah !" teriak Deon.
Adi menginjak gas dan ahirnya sampailah ke rumah sakit pihak rumah sakit menyambutnya dengan membawa brankar, Adi yang tidak sabar, langsung menggendong Zha ke UGD.
Leon koma, karena jantungnya yang terkena, dan harus ada donor jantung, sedang Zha koma, bisa melewati masa komanya, setelah beberapa jam di tangani dokter tapi belum sadar juga, Dahlia, mengalami ke bocoran hati tapi masih bisa sadar.
" Sayang ini mami nak, peluk mami untuk yang terahir kali, " ponta Dahlia pada Ira.
Deon menyuruh Ira dengan isyarat.
__ADS_1
" Aku bukan nak, tapi aku Humaira andreas " jawab Ira, memeluk Dahlia dengan terpaksa.
" Papi, Dahlia kangen pelukan papi " kata Dahlia dengan berderai air mata.
" Papi jiga merindikanmu Dahlia, tapi demi melindungi ke dua putramu papi tahan rasa rindu itu " kata Wijaya sambil menangis.
Pertemuan yang mengharukan tapi tidak dengan Ira.
" Bagai mana keadaan Zha dan Leon mas ?" tanya Dahlia pada Deon yang ikut melihat sadarnya Dahlia.
" Zha sudah melewati masa komanya, sedang Leon, harapanya nipis, karena jantungnya yang terkena tembak, dan harus mendapatkan donor jantung, sedang di sini tidak ada stok jantung " jawab Deon.
Dahlia menangis.
" Aku sanggup mas, memberikan jantungku untuk putra kita " Kata Dahlia sambil memegang tangan Deon.
Deon berpikir, Wijaya masuk, " Jika itu ke mauanmu, tidak ada yang melarang, dia seperti itu juga karena ulahmu " Kata Wijaya pada putrinya.
Dahlia mengangguk, " Maafkan aku pi, seandainya pemikiranku seperti Zha, yang mempunyai komitmen mungkin ini semua tidak akan terjadi " kata Dahlia dengan berderai air mata.
" Baguslah, kalau kamu sadar, persiapkan dirimu, nanti malam dokter akan ambil tindakan " kata Wijaya sambil berjalan keluar.
Deon mengikuti dan memanggilnya, tapi Wijaya tetap berlalu, Deon masih bisa mengejarnya.
" Kita hanya punya salah satu pilihan Deon, kita hanya bisa menyelamatkan satu, jika Leon, yang selamat kita harus korbankan jantung Dahlia, jika jantung papi cocok, mungkin jantung papi siap, jika kita menyelamatkan Dahlia Leon harus mendonorkan hatinya, sedang Dahlia tidak ada harapan bahagia sedang Leon dia punya Zha wanita yang dia cintai, dan ketiga anaknya, apa kau lihat itu, Arka, dan Aksa menangis di depan pintu, berharap ke dua orang tuanya masih bersamanya, akankah terulang lagi, kisah Leon yang dulu ? !" kata Wijaya sambil menunjuk ke dua putra Leon di depan ruang icu, yang di tenangkan Adi dan Roy.
" Tapi apa tidak ada cara lain pi ?" tanya Deon.
" Apa kau akan jadi manusia lebih kejam, mengambil jantung targetmu, kalau tidak cocok kamu membunuh lagi ?" tanya Wijaya dan di gelengi Deon.
" Waktu Leon hanya sampai malam nanti Deon, kau akan cari di mana, sedang seluruh anak buahmu kamu kerahkan, jam segini belum dapat juga !" kata Wijaya.
" Baiklah pi !" kata Deon.
Setelah berunding, Ira juga setuju.
" Mas, sebelum aku operasi, ajak aku jalan - jalan ke taman !" kata Dahlia.
" Mau ngapain ?" tanya Deon, Dahlia tanpa menjawab
Deon mendorong kursi roda Dahlia. Sesampainya di taman rumah sakit.
__ADS_1
" Mas, dulu aku merasa wanita paling sempurna, saat aku habis melahirkan Leon, walaupun saudara kembarnya tidak selamat, kau ajak aku ke taman, kau duduk di depanku, kalau aku lah wanita yang paling kau cintai, karena telah melahirkan putramu, di saat Zha melahirkan Leon melakukan hal yang sama, aku jadi ingat kamu mas " kata Dahlia, tapi Deon memilih diam.
" Kenapa saat kau di tuduh Angga kau todak menjelaskan, dan kenapa kamu tidak cerita kalau papi masih hidup ?" tanya Dahlia.
" Bukankah, dirimu yang tidak memberi aku kesempatan menjelaskan. kau ingin sekali aku cepat mati, dan papi, kau tahu, jika aku beri tahu kamu, aku takut terbongkar bahwa lawan masih mengincar nyawanya " kata Deon.
ponsel Deon berbunyi dan sedikit menjauh dari Dahlia.
📱 " Maaf lama mengankat " kata Deon.
📱......
📱" ya, sama mantan, apa kamu cemburu ?" tanya Deon.
📱......
📱" Leon akan oprasi, sedang Zha sudah melewati masa koma " kata Deon
📱......
📱" Tunggu aku, aku akan perbaiki dulu, hubunganku dengan putraku " kata Deon membuat Dahlia penasaran.
Tut. .
Wijaya di belakang Dahlia,
" Ke napa kau cemburu ?" tanya Wijaya dan Di angguki Dahlia.
" Izinkan dia bahagia, cukup sudah dia menderita, karena melindingi anaknya, sampai - sampai tidak terpikirkan untuk memiliki wanita lagi !" kata Wijaya.
" Bukankah kau sudah puas hidup dengan Angga, betapa kecewanya dulu dia saat dia pergi kau menikah lagi dengan Angga, dan membuat putramu amnesia, dia iringi Leon saat kuliah di luar negri, dari situ, dia sedikit terlihat senyumanya " Kata Wijaya, membuat Dahlia meneteskan air mata.
" Mas, aku ingin bertemu cucuku !?" kata Dahlia memanggil Deon yang mengantongi ponselnya.
Deon mendorong kursi roda Dahlia menuju tempat baby Zha.
" Dia mirip kamu !" kata Deon.
" Apa kau masih marah denganku mas ?" tanya Dahlia, sambil menggendong cucunya.
" Tidak, masa lalu lupakan, sekarang yang aku pikirkan,hanyalah masa depan anak - anak kita " kata Deon.
__ADS_1
" Tolong berikan ini pada Zha !" kata Dahlia sambil mengulurkan sebuah kertas.
" Huh hu hu hu. . !" Dahlia menangis sesenggukan, rasa yang dia tahan tidak bisa di tahan lagi, Deon mengambil baby dalam dekapanya, tapi malah di pegang erat.