ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Dansa


__ADS_3

Dansa


...****************...


Ha ha ha hanya seorang wanita ?" tanya pria bertubuh dempal dengan mengejek.


" Kalian harus bubar, tapi lain kali kalau ada intruksi dari saya, harus berhasil ? " teriaknya lagi.


" Baik bos. . . . !"


" Dan ini uang, untuk mengobati temanmu dan ingat, jangan sedikitpun sampai bocor ?" teriak bos lagi.


" Baik boss. . . !"


...****************...


Zha sudah jemput Leon, Leon mengajak Zha makan di luar.


Di dalam mobil Zha memutar musik


Tak pernah terpikir olehku


Tak sedikit pun kubayangkan


Kau akan pergi


Tinggalkan ku sendiri


Begitu sulit kubayangkan


Begitu sakit kurasakan


Kau akan pergi


Tinggalkan ku sendiri


Di bawah batu nisan, kini kau t'lah sandarkan


Kasih sayang kamu begitu dalam


Sungguh, ku tak sanggup ini terjadi


Kar'na ku sangat cinta


Inilah saat terakhirku melihat kamu


Jatuh air mataku, menangis pilu


Hanya mampu ucapkan


"S'lamat jalan, kasih"


Satu jam saja, ku telah bisa


Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu


Butuh waktuku seumur hidup


Satu jam saja, ku telah bisa


Sayangi kamu di hatiku


Namun bagiku melupakanmu


Butuh waktuku seumur hidup

__ADS_1


Di nantiku


Wo-oh, wo-oh


Oh-ho-oh


Cklek


Musik di matikan oleh Leon.


" Kenapa sih kak Leon di matikan, usil banget deh ?" protes Zha.


" Kamu mau nangis lagi kan ?" kata Leon.


" Tidaak !" kata Zha sambil menggeleng menunjukan ekpresi sedih.


" Kamu, tidak ada bosenya nangis terus, air mata itu di hemat, jangan boros mentang - mentang air mata gratis, dan masih stok banyak ?" kata Leon ketus,


Membuat Zha yang tadinya merasa sedih, sekarang jadi emosi.


" Kak Leon Ihhh !" kata Zha sambil mengepalkan tanganya di depan dada.


" Kenapa, mau mintak cerai ? tapi jangan salahkan aku kalau Arief nanti marah ?" kata Leon melihat ekpresi Zha, dan langsung buang muka, padahal tersenyum karena gemas.


" Gak, cuman sebel saja !" kata Zha menurunkan tanganya.


Lalu Leon mengecup bibir Zha membuat detak jantung Zha tidak karuan


' Kenapa jantungku ? Apakah aku mulai jatuh cinta sama kak Leon ?' pikir Zha.


' Tapi dia pria paling nyebelin yang pernah ketemu tapi di balik nyebelinya, dia perhatian banget sama aku. ahh tidak, kak Leon tidak mungkin cinta sama aku, dia pria dewasa dengan sejuta pesona, dia hanya menganganggapku adik" kata Zha dalam hati.


' Lupakan Zha, lupakan . . tidak mungkin kak Leon belum punya pacar Zha ' pikir Zha sambil menepuk - nepuk kepalanya.


" Kenapa Zha ?" tanya Leon.


" Ohhhh. . !" jawaban Leon.


" Kak Leon masih punya hutang cerita padaku " kata Zha.


" Ok, , ,! tapi dengerin baik - baik y ? " kata Leon.


Dan Zha menganggukan kepalanya.


Lalu Leon mulai cerita dari awal sampai ahir. . . !


" Mimpi itu selalu menghantuiku Zha ? dan aku penasaran dengan fadis misterius yang membantu kita ?" cerita selanjutnya.


" Apa kak Leon bukan anak papi ?" tanya Zha membuat Leon kaget.


" Kok bisa Zha ?" tanya Leon.


" Karena kak Leon, tidak mirip sama papi, tapi kalau Arief mirip ! sedangkan Arief sama kak Leon hanya mirip dikit " kata Zha polos.


" Tapi mana mungkin Zha ?" kata Leon memastikan.


" Cobak kak Leon fikir ? Apa pernah melakukan sesuatu, atau kejanggalan menurut kak Leon ?" kata Zha.


" Pernah, waktu itu papi pernah menelpon seseorang untuk merahasiakan sesuatu pada seseorang ?" kata Leon


" Dan satu lagi, namaku dalam kartu identitas dan seluruh izazah bukanlah Leon angga reksa, !" kata Leon.


" Lalu ?" kata Zha.


" Leonardo Andreas " cerita Leon.


" Wah, seperti nama orang luar negri ! kenapa di kasih angga reksa ?" tanya Zha.

__ADS_1


" Kata mami dan papi, itu nama angin, biar seperti nama lokal sedangkan kak Leon amesia pada umur lima tahun, dan kak Leon pernah cerita kalau kak Leon pernah bertemu anak remaja perempuan mirip mami, tapi kata mami Leon tidak punya adik selain Arief apa lagi adik perempuan sampai papi bilang kalau Leon menginginkan adik perempuan " cerita Leon.


" Ya sudah, kita cari sama - sama ya kak, papi sama mami jangan sampai tahu kalau kita cari tentang kak Leon, sebagai pasangan kalau ada masalah, jangan di pendam sendiri kita harus saling berbagi, agar beban terkurangi ?" kata Zha.


Leon mengangguk.


" Kau memnang bisa di andalkan Zha " kata Leon.


" Aku bukan anak buahmu, tapi istrimu ?" kata Zha.


Leon hanya senyum smirk.


Leon mengajak makan di resto yang tenang, karena dari kalangan orang elite.


" Kenapa makan di sini kak ?" tanya Zha.


" Aku suka, tempatnya menenangkan ?" kata Leon.


" Nanti Zha tidak kenyang loh kak ? " Zha menakuti Leon.


" Tinggal nambah, aku seorang CEO, hanya memesan tiga puluh piring saja buat kamu gampang ?" kata Leon.


" Emmm " jawab Zha singkat.


Selesai makan, Leon mengulurkan tangan pada Zha.


" Kenapa kak ?" tanya Zha.


" Berdansa denganku ?" ajak Leon.


" Zha tidak bisa dansa ?" jawab Zha.


" Biar kak Leon ajarin istri CEO harus bisa dansa " kata Leon.


Zha langsung menyambut uluran tangan Leon dan Leon mulai menuntun tangan Zha melingkar ke lehernya.


Tangan Leon melingkar ke pinggang ramping Zha.


" Kau banyak makan, tapi kenapa kamu tidak gemuk, apakah kau salah satu alien langka ?" jata Leon saat memegang pinggang Zha.


" Walaupun aku makan banyak, tapi aku vegetarian, lebih banyak makan sayuran dari pada daging, dan aku rajin olah raga walaupun tidak di gym, seperti lari pagi, saat mengejar angkot karena bangun kesiangan pergi ke pasar untuk angkat berat demi mendapatkan uang jajan " jawab Zha.


Lalu Leon memegang lengan Zha.


" Tapi kenapa tanganmu masih lembut, dan kulit wajahmu halus bersih seperti tidak pernah terkena panas ?" tanya Leon sambil menyentuh wajah Zha.


" Tanganku lembut, karena aku lebih pilih menyuci sendiri, dan wajahku, karena aku lebih pilih masker alami, karena tidak mampu beli yang mahal he he he " tawa Zha.


" Sekarang kau istri Leon, kalau kau butuh apapun bicaralah, dan kedua orang tuamu, tidak usah kerja di pabrik lagi menantunya akan menanggungnya ?" kata Leon.


" Tidak usah di tanggung, tapi berikanlah saja modal " jawab Zha.


" Besok biar Rio yang urus ?" kata Leon.


Lalu mengajari Zha dansa, sampai hampir jatuh. tapi Leon dengan sigap menangkapnya membuat mata mereka senakin dekat.


Leon tidak menyerah mengajari Zha, sampai sore tiba.


" Kak Leon pulang, sudah sore, Zha sudah gerah ?" kata Zha.


Bukanya pulang Leon menempelkan keningnya ke kening Zha.


" Kenapa kamu tidak pernah meminta sesuatu padaku ?" kata Leon mendekatkan wajahnya pada Zha.


" Maksudnya ?" tanya Zha sambil menelan salivanya.


" Barang yang kamu suka, apa yang berharga, seperti wanita pada umumnya meminta pada pasanganya ?" tanya Leon.

__ADS_1


" Aku sudah biasa seperti ini kak " jawab Zha.


__ADS_2