
Aku haram untukmu
...****************...
Tanpa pikir panjang Leon langsung menuju panti tempat Roy tinggal.
Sesampainya di panti Leon lansung teriak.
" Zha, , , , Zha , , , Zha , , !" teriak Leon seperti kesetanan
Tapi karena Zha masih asik di dapur masih membuat kue dengan Lusi dan juga Linda jadi tidak mendengarnya.
" Kamu pintar Zha bikin kue, beruntungnya pria yang bisa mendapatkanmu, cantik, pintar masak, bisa bikin kue " puji Linda.
" Tidak seberuntung itu mbak, kenyataanya Zha jadi janda di umur yang masih kecil " jawab Zha.
" Pria nya saja yang tidak bersyukur " jawab Lusi.
Leon tiba - tiba masuk, Zha yang memegang piring langsung jatuh karena kaget.
Sedang Linda dan Lusi langsung keluar, agar Zha dan Leon tidak terganggu.
" Zha pulang sayang, kak Leon kangen " rengek Leon pada Zha.
Zha hanya diam. Leon mendekat dan memeluk Zha.
" Lepas kak !, Zha haram untuk kak Leon ! " teriak Zha sambil berusaha melepas pelukan Leon.
" Kamu istriku Zha, kamu istriku Zha . . !" teriak Leon masih memaksa memeluk Zha.
" Bukan. . . , kak Leon sudah mengucap ikrar talah pada Zha " jawab Zha.
" Maafkan aku sayang, maafkan aku, izinkan aku memilikimu lagi " kata Leon memohon.
Zha berusaha melepaskan pelukan dari Leon dan Zha langsung lari menuju ke Didik yang baru datang.
" Bapak hu hu hu " tangis Zha di pelukan Didik.
" Bapak kok tahu Zha di sini ?" tanya Zha.
" Roy yang bilang sama bapak " jawab Didik.
" Kenapa kamu lakukan itu Roy ?" tanya Zha.
" Aku lelah Zha melihatmu selalu berteriak memanggil nama Leon, dan badanmu selalu panas, dan aku menemukan ini di bawah bantalmu !" kata Roy sambil menunjukan bekas obat penenang dosis tinggi.
" Aku ingin semua berahir, jika tuan Leon jodohmu, kembalilah, jika harus pisah, berpisahlah dengan cara baik - baik " jelas Roy membuat Zha terdiam.
" Katamu kamu kuat, kamu bisa menghadapi kenyataan, Kenapa kamu lari dari kenyataan sayang, ? apa kamu sudah lupa kalau kamu punya orang tua ?" tanya Didik pada putrinya.
" Maafkan Zha pak, ? Zha tahu Zha salah, ?tapi Zha tidak ingin membuat bapak kepikiran,!
__ADS_1
" Bukan Zha lari dari kenyataan besok rencananya Zha akan menemui kak Leon, untuk mengembalikan baik - baik Zha pada bapak dan ibu !" jelas Zha.
" Aku tidak akan mengembalikanmu Zha !" kata Leon, tapi Zha tidak peduli.
" Walaupun kak Leon tidak mengambil Zha, tapi Zha juga harus di kembalikan, Zha tidak mau nanti jadi bahan gunjingan orang kalau Zha kabur dari suami Zha, Zha masih kecil pak, dan Zha akan jadi janda karena kabur " jelas Zha.
" Maafkan bapak, sudah menikahkanmu di umur yang masih kecil, maafkan bapak sayang ?" kata Didik.
" Bapak tidak salah, Zha saja yang langsung mau " kata Zha.
Didik semakin memeluk putrinya dan Leon terduduk di hadapan Zha memohon pada Zha.
" Zha, tolong terima aku kembali Zha, aku janji tidak kasar lagi dan akan menjadi imam yang baik untukmu !" iba Leon.
" Pak izinkan Leon membawa kembali Zha mengisi hari - hari Leon " mohon Leon.
" Kalau soal itu terseeah Zha !" jelas Didik
" Kak, Zha bukan tuhan yang harus kau sembah, Zha hanya manusia penuh dengan dosa " kata Zha sambil membawa Didik duduk.
Leon masih terus memohon pada Zha dan Didik, Leon duduk di bawah dengan kepala di pangkuan Zha sambil terus menangis dan memagang tangan Zha dan memohon.
" Aku mohon Zha !" kata Leon.
" Zha mau maafin kak Leon, tapi dengan beberapa syarat !" kata Zha
" Aku setuju dengan usulan Zha, beri Leon kesempatan satu kali lagi, tapi Zha harus membuat surat perjanjian agar Leon tidak bisa mengingkari " kata Dio suami Linda yang baru datang mendengar percakapan Zha dan Leon.
" Baiklah, aku juga setuju, kalau Zha mau iklas menerima Leon " jawab Didik.
" Kalau gitu kita bikin surat perjanjian dan melakukan ijab qobul lagi untuk membatalkan ikrar talak Leon " Kata Dio, karena Dio juga berkerja di pengadilan agama juga
Leon baru mau berdiri mengusap air matanya.
" Wudlu lah Leon, agar hatimu segera tenang " suruh Didik.
" Ya pak !" jawab Leon.
Ahirnya Zha dan Leon melakukan ijab qobul lagi, setelah Leon menandatangani surat perjanjian.
" Aku janji aku akan menjadi yang lebih baik " kata Leon pada Zha.
Zha hanya tersenyum tipis menanggapi, perkataan Leon.
" Ayo kita pulang sayang ?" ajak Leon dengan tulus.
" Zha ingin menginap tempat bapak " kata Zha.
Leon hanya menurut dan mengikuti keinginan istri kecilnya.
" Kamu pasti lelah sayang, tidurlah !" kata Rima menyambut putrinya.
__ADS_1
" Zha Ingin tidur di pangkuan ibu, Zha kangen sama ibu !" kata Zha sambil tiduran di pangkuan Rima, Rima mengelusnya dengan cinta.
" Apa kamu kangen dengan Arief ?" tanya Rima pada putrinya, Zha mengangguk.
" Kau tahu, rumah tangga menang tidak semulus yang kita hayalkan, tidak selurus yang kita pikirkan, namanya juga rumah tangga, kita harus bisa melewati beberapa tahapan, dan perlu kau ingat nak, jika kamu juga berumah tangga dengan Arief, belum tentu langsung bahagia, pasti ada lebih banyak cobaan " ceramah Rima pada Zha.
" Apa kamu mencintai suamimu ?" tanya Rima lagi.
" Sangaaat bu !" jawab Zha.
" Cinta butuh perjuangan Zha " kata Rima.
Di malam hari Zha dan Leon, tidur satu ranjang, saat Leon akan mencumbu Zha, Zha menolaknya.
" Kak, Zha lelah tolong pijat kaki Zha kak !" perintah Zha pada istrinya.
Leon hanya pasrah.
Besoknya saat pulang dari rumah orang tua Zha, Zha melihat ada tukang rujak.
" Kak, Zha ingin itu ?" kata Zha.
Tapi tidak di turuti oleh Leon.
" Jangan, kamu punya magh kronis, itu sudah asam pedas lagi " kata Leon yang mengkuatirkan Zha.
Zha menangis, sesampainya di apartemen Zha langsung menuju kamarnya dan Leon ke kantor, ternyata Zha masih menangis seharian.
Sampai Leon pulang pun tidak ia perhatikan.
Malamya pun Zha lebih pilih cuek dengan Leon, membuat Leon hanya bisa peluk Zha dari bekakang.
" Apa kamu masih marah karena tadi ?" tanya Leon .
Zha hanya diam seribu bahasa. Leon tahu kalau Zha masih marah padanya.
Di pagi hari Leon merasa di cueki oleh Zha, Leon merasa Zha sudah tidak peduli lagi denganya.
Saat Zha sedang memasak Leon memeluk Zha dari belakang, tapi Zha melepaskan pelukan Leon, membuat Leon prustasi.
Leon langsung menarik dan menggenggam tangan Zha yang sedang memegang pisau mengarahkan pada lehernya.
" Jika kamu sudah tidak cinta padaku Zha, bunuh aku, kalau kamu sudah tidak peduli, bunuh aku, jika kamu terlalu tersakiti, jangan biarkan aku hidup !" teriak Leon sambil mengarahkan pisaunya pasa lehernya.
" Kak Leon, jangan hu hu hu . . !" tangis Zha sambil menarik pisaunya, tapi tidak berhasil karena genggaman Leon terlalu kuat.
" Aku harus apa Zha, agar kau memaafkan aku !" teriak Leon.
" A a aku hu hu hu !" tangis Zha sesenggukan yang membuat Leon panik dan melepas genggamanya.
" Maafkan aku sayang, maafkan aku membuatmu takut !" kata Leon sambil memeluk Zha.
__ADS_1
" Hu hu hu hu !! " tangis Zha.