
Pergulatan
...****************...
" Ha ha ha ha ! itu bukan stroke sayang, tapi efek kecapean " jelas Leon.
" Masa cuman di kamar capeknya melebihi ke bogor jalan kaki " kata Zha.
" Kamu itu ada - ada saja Zha. . !" kata Leon sambil menyium kening Zha.
" Coba lihat itu ?" kata Leon sambil menunjuk darah yang ada di sprai.
" Pantas perih banget !" kata Leon.
" Di umurku yang belum genap 19 aku sudah tidak per awan ?" kata Zha sambil memeluk pinggang Leon.
" Maafkan kak Leon, Zha ?" kata Leon sambil menciumi pucuk kepala Zha
" Jangan pernah tinggalkan Zha kak, jadilah pertama dan terahir yang mengambil kesucian Zha " kata Zha. memeluk erat tubuh Leon.
" Kalaau kamu masih perawan Zhabterus apa darah yang ada di sprai Aeief waktu itu ?" tanya Leon.
"Oh itu, jadi itu yang membuat kak Leon ragu pada Zha?" tanya balik sambil mendongak wajah Leon yang ada di atasnya.
Leon mengangguk.
" Itu darah bibir Arief, dia meraba Zha, Zha takut dia macam - macam jadi Zha gogit sampai berdarah " jelas Zha.
" Karena darahnya mengucur, jadi belum sempat ambil tisu darah sudah ke spray dan selimut !" lanjut Zha.
" Maafkan aku sayang menuduhmu sudah tidak suci dan hamil "?jelas Leon.
" Apakan kamu masih meragukan cintaku Zha ?" tanya Leon.
Zha Menggeleng " Ntah lah kak Leon, Zha ragu kak Leon ?" jawab Zha.
" Apa yang kau ragukan ?" tanya Leon.
" Kak Leon dewasa, sedang Zha wanita yang baru mengkel !" jelas Zha
" Terus aku harus buktikan apa ?" tanya Leon.
" Tapi Zha mencintai kak Leon ?" kata Zha tulus.
Zha tertidur di dada Leon dan di peluknya dalam keadaan polos.
" Sampai kapan kamu akan ragu Zha dengan cintaku " kata Leon sambil menciumi picuk kepala Zha yang sudah tertidur.
" Sedangkan aku percaya kamu telah mencintaiku. aku bukan Arief yang selalu banyak waktu untukmu, jantung perusahaan hanya padaku " jelas Leon tapi yang di ajak berbicara hanya tertidur pulas.
Leon tertidur juga dengan memeluk Zha.
__ADS_1
Ada rasa yang meronta di diri Zha hingga membuat Zha terbangun dan harus tertuaikan.
Zha langsung lari ke kamar mandi dan membuang air kecil.
" Ihhh. Perih sekali " rintih Zha saat merasakan perih di kemaluanya.
Setelah selesai keluar, saat keluar kamar mandi Leon menyalakan lampunya. Zha terkejut dan menutupi barang berharganya dengan tangan.
" Kenapa harus di titupi ?" tanya Leon sambil mendekati Zha dengan tubuh polosnya.
" Ma malu kak Leon " kata Zha terbata - bata.
" Aku ingin lagi Zha ?" jujur Leon.
Mata Zha melotot " tapi masih perih kak ?" kata Zha.
" Kalau tidak di biasakan nanti lukamu sembuh, hubungan tetap sakit sayang ?" jelas Leon.
Sambil mengangkat kaki sebelah Zha di bangku rias. Zha menurut mau bagaimana permainan Leon.
Leon memainkan mulut Zha, dan menyatukan tubuhnya kembali dengan cara berdiri.
" Kak Leon sakit !!!" teriak Zha.
" Sabar sayang !" saat Leon memasukanya dengan di leleti air liurnya dulu supaya tidak susah.
Mereka bermain sambil berdiri. saat Leon mau mencapai puncaknya bersama Zha.
" Ahhhhh !!!" teriak keduanya.
" Kenapa sayang ?" tanya Leon.
" Ntah kak, setelah Zha pipis pasti lutut gemetar dan lemas" kata Zha.
" Itu namanya orgasme sayang !" jelas Leon sambil menggendong istrinya ke ranjang.
" Kak Leon jangan pernah tinggalin Zha ya ?" peluk Zha dengan erat pada Leon.
" Sayang, ! kak Leon tidak akan pernah tinggalin kamu, kenapa kamu takut kehilangan ?" tanya Leon.
" Pasti Leon junior sudah ada di sini ?" jelas Zha sambil menunjuk perut rampingnya.
" Kak Leon tidak akan meninggalkan kalian " kata Leon sambil mengelus perut Zha.
" Kata dokter, Zha wanita subur jadi bisa jadi. Leon junior langsung tumbuh di rahim Zha " jelas Zha.
Leon langsung mencium Zha tidak ada habis nya dengan gemas.
...****************...
Di kediaman Angga reksa.
__ADS_1
" Pi, mami kangen dengan putri kita ?" kata Dahlia.
" Sudah seminggu, mami tidak lihat batang hidungnya mami ingin ke sana ?" jelas Dahlia.
" Ayok, papi temanin !" kata Angga.
" Oh ya ini kan weeken, sekalian ajak perawatan !" jelas Dahlia.
" Papi juga ada meetting dengan Leon dengan para klien " jelas Angga.
," Pi, kalau seandainya nereka berdua tidak bisa saling mencintai, dan seandainya harus bercerrai ! " Kata Dahlia terjeda dengan nada sedih.
" Mami ingin Zha masih jadi anak kita, karena ?" kata Dahlia terpotong.
" Karena senyum Zha mengingatkan kita pada Arief ?" lanjut Angga membuat Dahlia meneteskan mengangguk dan meneteskan air mata.
" Senyumnya mengingatkan kita pada Arief, kecerianya yang selalu membuat Aroef bahagia " kata Dahlia.
" Kalau sampai Leon melepaskan gadis srperti Zha alangkah bodohnya, belum tentu dia menikah sampai sekarang kalau tidak dengan Zha " kata Angga.
Angga dan Dahlia menuju apartemen Leon. keadaan apartemen Leon sepi seperti tidak ada penghuni, Dahlia langsung masuk pakai kunci cadangan tidak mungkin kalau Leon dan Zha masih tidur karena sudah menunjukan setengah delapan pagi.
Dahlia semakin penasaran, tidak biasanya Zha jorok kalau di tinggal pergi.
Ada wadah putung rokok yang tumpah, dan jas Leon yang masih di sofa ruang tamu
Dahlia masuk ke kamar Leon dan Angfa menunggu di ruang tamu.
Dahlia melihat kamar yang seperti kapal pecah dan ada bercak darah di depan pintu kamar mandi di dekat meja rias.
pakaian luar dan dalam berserakan di bawah dan ada darah lumayan banyak di spray yang tidak tertutup selimut.
Dua insan tertidur di tutupi selimut setengah badan dengan penuh kemenangan, yang satu tidur di dada dengan senyum bahagia.
Dahlia merasa bahagia walaupun melihat kamar yang berantakan, Dahlia keluar dengan senyum cantiknya.
Angga merasa heran dengan tingkah istrinya.
" Ada apa sayang ?" Tanya Angga.
" Mereka sedang tidur !" senyum Dahlia.
" Kok tumben ?" tanya Angga.
" Habis melakukan pergulatan, jadi lelah !" jelas Dahlia dengan rasa bahagia.
Angga heran dengan tingkah istrinya, agak aneh.
Dahlia langsung ke dapur lalu memasak, Dahlia tahu kalau menantunya lelah dan lapar, ulah anaknya
Zha terjaga dari tidurnya.
__ADS_1
" Kak ada hantu di rumah kita ?" kata Zha membangunkan Leon.
" Emmm. . . !" sahut Leon masih setengah sadar.