ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Jaga anaku buat istriku


__ADS_3

Jaga anaku biat istriku


...****************...


Walaupun Zha sibuk, tapi untuk Leon tidak boleh mengeluh, dia selalu siap sedia kalau Leon membutuhkanya.


Karena Leon orangnya super posesif, Zha harus lebih mengurusnya ketimbang buah hatinya.


" Sayang, pak Deon tadi titip ini, untuk Arka dan Aksa !" kata Leon sambil mengulurkan paper back pada Zha.


Saat di buka oleh Zha.


" Kak, kenapa Pak Deon dan kak Leon banyak kesamaan sih kak, dari selera, coba kak Leon lihat ini !" kata Zha sambil memperlihatkan sepatu yang modelnya sama dengan yang di belikan Leon di mall.


" Ini sepatu, baju mahal sayang, yang jarang di Indonesia, kalau yang kak Leon belikan KW " jelas Leon.


" Apa ayah kandung kak Leon, Pak Deon ya ?" tanya Zha iseng.


" Ngacok kamu !" kata Leon.


" Bercanda. . " kata Zha sambil memeluk Leon.


" Kau. . !" kata Leon mengacak rambut Zha.


" Kak . . .! " panggil Zha sambil mendongak ke atas melihat wajah Leon.


" Apa sayang ?" tanya Leon.


" Zha ingin di manja !" pinta Zha.


Leon tersenyum, memandang istrinya.


" Kak Leon mandi dulu ya, baru nanti manja kamu !" kata Leon, tapi Zha masih manyun.


" Zha sudah lama tidak di manja kak Leon !?" kata Zha.


" Kenapa tidak bilang kalau ingin di manja ?" tanya Leon.


" Kau juga pasti lelah, karena Arka dan Aksa mulai rusuh ya ?" tanya Leon. Zha mengangguk.


" Kak Leon pulangnya selalu hampir petang, dan Zha lihat kak Leon terlihat kelelahan, setelah menuntaskan hasrat, kak Leon langsung tidur !" kata Zha.


" Kalau kamu bilang, kak Leon kan bisa tinggalkan kerjaan demi kamu sayang, tidak ada yang paling berharga selain kamu Zha !" kata Leon.


" Terus, Arka dan Aksa ?" tanya Zha.


" Nomor dua setelah kamu sayang !" kata Leon sambil menyiumi istrinya.


" Ya sudah, kak Leon mandi dulu, malam ini kita dinner ya, bersiaplah !" kata Leon.


Zha mengangguk dengan senang hati, lalu bersiap, akan dinner, memakai gaun di bawah lutut dengan lengan panjang yang membuatnya terlihat cantik, rambut di kepang sebelah, dan yang sebelah terlihat terurai indah, riasan wajah yang sederhana, terlihat natural.


Zha menyedot susunya, untuk kedua putranya jika di tinggal.


" Kak, air susu Zha kok tinggal sedikit ya, tidak lancar seperti biasanya !" kata Zha saat Leon selesai mandi.

__ADS_1


Leon langsung ke dapur membuatkan susu Zha.


" Zha, susu kamu habis !" teriak Leon.


Zha mengangguk, dan menunduk.


" Sudah berapa hari ?" tanya Leon.


" lima hari " jawab Zha.


" Kenapa tidak ngomong, kasihan kedua putramu, kalau air susumu berkurang, dan kondisi kamu juga penting, mereka sangat membutuhkanmu !" kata Leon.


" Zha kasihan kak Leon lelah, dan harus beli susu ke rumah sakit besar " kata Zha.


" Ya sudah nanti kita beli dan sekalian bikin di sana, cukup tidak air susumu buat Arka dan Aksa, kalau tidak suruh, Santi beli susu formula, di warung terdekat !?" tanya Leon.


" Cukup kak, sudah tiga botol kak, biasanya, empat botol sisa " kata Zha.


" Yok kita berangkat !" ajak Leon menggadeng istrinya.


" Jaga anakku, kalau sampai luka sedikit saja sama halnya menggores luka istriku, dan aku tidak akan mengampuni orang yang melukai istriku !" ancam Leon pada para pengawalnya.


Leon dan Zha berangkat, tujuan awal yaitu ke rumah sakit besar, mencari susu formula buat Zha dan vitaminya.


" Kok, banyak banget kak !" tanya Zha.


" Buat stok, nanti habis, kamu tidak ngomong lagi ! " kata Leon, Zha hanya bisa menurut.


" Kok ke mall kak ?" tanya Zha.


Zha dan Leon bak pasangan seorang kekasih, yang saling bergelayut manja, Saat main game di mesin pencapit boneka, Leon memeluk Zha dari belakang, kebetulan tetangga Zha ada yang ke mall, dan memfoto keduanya dan mengirimkan ke Zha.


( " Suamimu sama cewek cantik !") pesanya.


( " Ibu dimana ?" ) balas Zha.


( " Di mall xxxx") balas lagi.


Zha langsung menemui beberapa ibu, dan ternyata yang di peluk Leon tadi adalah Zha, membuat bu Rt dan rekanya malu.


" Maaf Zha kirain tadi cewek lain !" kata Indah.


" Kau lebih cantik kalau jalan dengan suamimu !" kata bu Rt sambil mengelus rambut Zha.


" Ah buk, biasa saja !" kata Zha dengan malu.


" Anak kalian tidak di ajak ?" tanya bu Rt.


" Tidak buk, kak Leon ingin kita berdua saja, melewati masa pacaran yang tidak pernah kita rasakan " kata Zha dan di senyumi Leon.


" Ada apa ibu ke sini ?" tanya Zha.


" Mencari keperluan Denis, besok dia harus berangkat, ke Medan, dia di terima di sana " kata bu Rt.


Pak Rt dan Dennis datang ikut gabung, Zha tidak mau Leon ngobrol kelamaan, Zha menariknya bermain game yang lain.

__ADS_1


Zha menariknya ke tempat permainan yang bonekanya besar - besar.


Zha melempar beberapa kali tapi tidak dapat.


" Kenapa sayang, tidak dapat ?" tanya Leon, Zha mengangguk, sambol memanyunkan bibirnya.


" Ini dulu baru kak Leon dapatkan " kata Leon sambil jongkok menunju pipinya.


" Malu kak, banyak orang !? bu Rt dan pak Rt melihat kita " kata Zha.


" Aku kan suami kamu ? kalau tidak mau, biar cewek lain saja yang cium ! !" kata Leon.


Cup . . ! Zha mencium Leon. Leon tersenyum puas, sengang Zha tersenyum malu.


" Emang boneka mana yang kamu incar !?" tanya Leon.


Zha menunjukan tanganya. benar, ternyata sekali lempar, Leon langsung bisa dapat, sedang pak Rt dan dennis tidak bisa.


Zha mendapatkan tiga boneka, tapi hanya satu yang dia sukai, yang satu di berikanya pada adiknya Denis, dan yang satu di berikan pada anaknya Indah.


" Ternyata Zha, kalau sama suaminya, masih manja ya pak, masih suka merengek " bisik bu Rt pada suaminya.


" Wajar bu masih kecil " kata pak Rt.


Zha dan Leon membelikan mobilan besar, untuk kedua putranya dan beberapa barang. dan keluar dari mall menuju restauran.


" Kak ini kan restauran mahal !?" kata Zha.


" Apa yang mahal kalau buat istriku tersayang !" kata Leon.


" Mau pesan apa sayang ?" tanya Leon.


" Terserah kak Leon, Zha tidak tahu menu dan bahasanya " kata Zha.


" Seafood saja ya ?" tanya Leon, Zha mengangguk.


Leon pesan makanan.


" Kak, kok besar sekali !" tanya Zha saat terdapat makanan di depanya, kepiting yang ukuranya sangat besar.


" Kak Leon kok tidak makan !?" tanya Leon.


" Kak Leon tidak selera selain masakanmu sayang !" kata Leon.


" Kita makan bersama ya !?" tanya Zha.


" Tidak usah !" tolak Leon.


" Apa uang kak Leon tidak cukup ?" tanya Zha.


" Ha ha ha. . . Tidak usah menghina suamimu Zha, restauran ini kalau perlu aku beli buat kamu, kalau aku mau !" kata Leon.


" He he he . . !" tawa Zha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kau butuh nutrisi banyak sayang, kau harus menyusui, dan memberi nutrisi tiga nyawa !" kata Leon sambil memasukan tanganya di dalam plastik siap, mengupas kulit kepiting.

__ADS_1


__ADS_2