ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Putra Leonardo


__ADS_3

Putra Leonardo


" Kenapa kamu tidak bosan Zha, pada pria lumpuh sepertiku ?" tanya Leon.


" Kak Leon, adalah pria hebat yang pernah Zha miliki, Zha mau sehatnya kak Leon, Zha juga mau sakitnya kak Leon " kata Zha.


" Aku sendiri sudah bosan dengan diriku sendiri, tidak ada kemajuan selama satu tahun " kata Leon.


" Kita masih melewati proses " kata Zha.


Pagi yang cerah, Leon yang sudah rapih oleh Zha keluar dari kamar.


" Kita mau kemana sayang !?" tanya Leon.


" Kita mau antar anak - anak sekolah !" kata Zha.


Dua putra Leon, Arka dan Aksa keluar dari kamar, memakai baju seragam sekolah.


" Ayah. . . !" panggil keduanya yang sudah berumur tiga tahun.


" Anak ayah, sudah tampan !" puji Leon pada kedua putranya.


" Anaknya siapa dulu ?" kata Arkana.


" Putra Leonardo. . . !" kata keduanya bersamaan, sambil dengan gaya mengusap hidung dengan ibu jarinya.


" Ha ha ha. . . !" tawa Zha dan Leon melihat tingkah lucu kedua putranya.


" Dia seperti dirimu kak, kalau kau putus asa, siapa yang akan memberi semangat untuk mereka ?" bisik Zha pada Leon, Leon terdiam berfikir.


" Ayok bunda !" ajak Arkana.


" Ayok kita berangkat. . !" kata Adi yang baru datang langsung meraih kedua keponakanya.


" Om Adi, tidak mau, Arka sudah besar, mau jalan sendiri !" kata Arka.


" Aksa juga " kata Aksa.


Adi langsung melepasnya dan mengiringi kedua bocah kecil itu, seperti mengiringi upin, dan ipin.


Kedua putra Leon bahagia, karena hari pertama sekolah di antar kedua orang tuanya.


" Sayang terima kasih kau telah setia mendampingiku, dan membesarkan anak kita !" kata Leon sambil mencium tangan Zha, Zha hanya tersenyum.


...****************...


Zha bertemu dengan Roy, untuk membahas tentang sakitnya Leon.

__ADS_1


Zha mencurigai keadaan Leon, karena belum banyak perubahan, Roy mencari tahu, ternyata benar, dokter Geo di ancam oleh Angga.


Zha lalu mengatur waktu untuk bertemu dengan dokter Geo.


" Kenapa kau tega melakukan itu pada keluarga kami ?" tanya Zha pada dokter Geo.


Geo tahu apa maksud Zha.


" Sebenarnya Zha, aku tidak tega melakukan itu, tapi aku juga tidak mungkin membiarkan keluargaku mati, jadi aku hanya bikin pak Leon biasa saja, tidak lumpuh total seperti permintaan Angga " kata Geo.


" Okey, kalau gitu, berikan obat yang bagus untuk suamiku, dan suamiku akan sembuh !" kata Zha.


" Sama saja aku membunuh keluargaku " kata Geo.


" Tidak ! dia bermain cantik, kita bermain manis !" kata Zha.


" Caranya ?" tanya dokter Geo.


" Berikan obat yang bagus untuk menyembuhkan kak Leon, dan jika dia sembuh, akan aku ajak akting dia, seolah kak Leon makin parah dan lumpuh total, jadi kamu tidak usah kuatir " kata Zha.


" tapi kalau ketahuan Leon sembuh ?" tanya Geo.


" Aku pastikan pecundang itu akan kalah dengan permainan kita, kalau kak Leon bangkit, dia pasti kalah " kata Zha.


" Bukankah kau punya janji seorang dokter ?" kata Zha.


Zha pulang dengan Roy, karena kemalaman Zha ketiduran di mobil karena lelah mengurus semua perusahaan Leon dan usahanya.


Roy kasihan dan di gendongnyalah Zha, Leon melihatnya saat Zha di bawa naik tangga oleh Roy, membuatnya salah paham.


Zha kaget, ada di gendongan Roy, terhenyak turun dari gendongan Roy, karena di dekat tangga dan hampir jatuh, Roy mengadahkan tanganya, dan al hasil Zha jatuh di tangan Leon.


" Kau pulang jam segini dari mana saja Zha, kalau kau sudah tidak ingin hidup denganku, bilang Zha, jangan kau main serong. . !?" kata Leon yang muncul dari belakang membuat Roy dan Zha kaget.


" Kak Leon, dengarkan Zha ?" kata Zha.


" Dan kau Roy, ku kira kau asistenku yang bisa aku percaya, ternyata kau sama saja hanyalah seorang pecundang !" bentak Leon dengan mata memerah.


" Kak. . !" kata Zha terputus.


Plakkkk. . . ! tangan Leon mendarat di pipi Zha.


Leon merasa menyesal, memandang tanganya dan berlalu pergi masuk kamar.


Zha menangis sambil duduk, Roy, akan meraih pundaknya tapi di tolak oleh Zha.


" Pergi Roy, jangan memperkeruh suasana !" bentak Zha.

__ADS_1


" Aku kasihan sama kamu Zha, kenapa kamu masih betah dengan pria tempramen seperti Leon, sedang kamu berkali - kali di sakiti, sedang dia itu lumpuh, tapi tidak mikir, kau pergi untuk mengurus perusahaanya, mendengarkan penjelasanmu juga tidak !" kata Roy.


" Kau tidak tahu kehidupanku Roy, aku mencintainya, dia ayah dari anaku, dan satu lagi kalau bukan aku yang melindunginya siapa lagi, sedang papinya menginginkan nyawanya " kata Zha sambil berlalu lari ke kamar.


Leon yang menguping pembicaraanya, segera mendorong kursi roda ke ranjang, agar tidak ketahuan


Zha menangis dikamar mandi, sambil melihat pipinya yang memar, mengecap lima jari Leon.


Zha keluar, sudah dengan kimono tidurnya, membaringkan tubuhnya, pada ranjang, yang di belakangi oleh Leon.


Saking lelahnya Zha tertidur dengan dengkuran halus, tapi Leon belum bisa juga tidur,


Leon berusaha mengangkat tubuhnya ke kursi roda, dan mendekati Zha.


Dan mengambil air es, untuk mengompres pipi Zha.


" Banyak yang kau tutupi denganku Zha, kau tahu yang akan membunuhku papiku, kenapa kau rahasiakan dariku ?" kata Leon sambil memandang wajah Zha.


Leon mengusap pipi Zha yang memar, karena tamparanya tadi, dengan air es.


Grep. . ! tangan Leon di pegang dengan Zha, karena Zha kaget.


" Kenapa tidak kau obati memar pipimu ?" tanya Leon saat Zha sudah membuka mata.


" Biar saja kak, tidak sakit kok !" kata Zha.


" Kau bohong. . . ! kenapa kau masih mau bertahan denganku, kenapa kau tidak mau menggugat cerai diriku, aku seorang suami dan ayah yang tidak berguna, dan yang paling tidak pantas lagi aku suami yang temparamen, yang tidak pantas di pertahankan !" teriak Leon.


" Kak Leon ingin cerai, dariku ? kenapa tidak kak Leon saja yang menalak Zha ?" tanya Zha menanggapinya dengan santai.


" Aku berjanji dalam diriku, kalau aku tidak akan menalakmu lagi !" kata Leon.


" Kalau kak Leon ingin cerai, nanti ya nunggu kak Leon sembuh ya, akan Zha turuti kalau itu mau kak Leon !" kata Zha.


" Kenapa harus nunggu aku sembuh !?" tanya Leon sambil mengompres pipi Zha.


" Zha tidak mau di cap orang miring, karena meninggalkan suami di saat sakit walaupun itu keinginan kak Leon, jadi izinkan Zha merawat kak Leon hingga sembuh !" kata Zha.


Zha turun dari ranjang dan mendorong kursi roda Leon dan memapah tubuh Leon ke ranjang, menyuruhnya tidur.


" Tidurlah kak, lanjutkan besok debatnya ! oh iya, sebelum tidur minum obat dulu " kata Zha sambil memberikan obat dan air putih.


" Kok obatnya beda Zha ?" tanya Leon.


" Ini obatnya yang dosisnya tinggi kak !" kata Zha.


" Kau merahasiakan sesuatu dariku ?" tanya Leon sambil memandang Zha.

__ADS_1


Zha geleng kepala dan menyuruhnya tidur dan menyelimutinya.


__ADS_2