
Cengeng dari lahir
...****************...
" Kalau kamu tahu nak Leon, Zha itu kayaknya baru kemaren, tidak main di sawah hanya memakai tangtop dan ****** ***** hanya mencari belut dan angge - angge di belakang orang bajak " cerita Minto pada Leon.
" Pak de jangan ngumbar aibku " kata Zha.
" Biarkan sama suami kamu sendiri, mungkin Leon kalau tahu masa kecil kamu juga tidak mau. cari belut sampai hitam kulitmu !" kata Minto.
Zha mendongak pada Leon dan menunjukan senyum lucunya. " He he he !" membuat Leon senyum menahan tawa.
" Berhentinya dia sepertinya, waktu itu kelas 1 SMK, pulang pagi langsung menangis, gara - gara, sakit perut dan dan androknya berdarah, nangis gulung - gulung di sini seperti anak kecil tidak di kasih jajan, di tonton ibu - ibu dan tukang bajak sawah seperti saya " lanjut Minto.
" Jadi cengengnya Zha dari kecil ?" tanya Leon.
" Mungkin dari bayi !" jawabArdi.
" Ha ha ha ha !" tawa semua.
" Buk Rima, bukanya panik, tapi tersenyum, dan mengajak Zha pulang, dan semenjak itu Zha tidak ke sawah lagi, pilih jadi tukang kuli dan tukang parkir dari pada di sawah dan mulai bisa perawatan, terus tidak lama kemudian dengar kabar, pacaran sama Arief " Cerita Minto.
" Pak de, tapikan Zha sudah remaja !" kata Zha sambil memonyongkan bibirnya.
" Ya iya, sampai Aldo juga suka sama kamu ?" kata Minto.
" Oh itu, kak Yuyun di mana pak de ?" tanya Zha menanyakan anaknya Minto.
" Yuyun sehabis kuliah terus nikah, nikahnya juga waktunya tidak jauh dari kamu ?" cerita Minto.
" Alhamdulilah kemarin habis wisuda kedokteranya, karena suaminya dapat hadiah dari seseorang bisnismen karena menyembuhkan pernyakitnya, jadi bisa bangun klinik, untuk wisuda Yuyun dan juga belikan pak de, tanah sepetak !" lanjut Ceritanya.
" Sukses berarti kak Yuyun " kata Zha dan di angguki Minto.
" Sukses kamu, bisa bikin bapakmu juragan tanah !" sela Minto.
" Ha ha ha itu mah karena kak Leon pak de, bukan Zha, Zha hanya pengangguran sukses, sampai hamil saja di anggurin " canda Zha.
" Ha ha ha !" tawa bersama.
" Aldo kerja apa ?" tanya Zha adiknya Yuyun teman sekolahnya Zha.
" Aldo itu tidak kerja, Aldo mau kerja katanya kalau sudah nikah, sekarang kerjaanya ngegame terus ! " kata Minto menceritakan anak yang satunya.
" Bilangin pak de ?" kata Leon.
" Bilangin apa nak Leon ?" tanya Minto.
" Kalau habis nikah jangan kerja, capek, lelah, malam kerja pagi harus kerja, mendingan kalau mau kerja sekarang " kata Leon.
" Maksudnya ?" tanya Minto penasaran.
__ADS_1
" Ya dulu Leon juga kayak gitu, mungkin kalau ada istri lebih semangat berkerja, di senyumin, ada yang di nafkahin, ternyata Leon salah, Leon kalau mau berangkat kerja lesu, berat ninggalin istri, dan ada kuatir di ambil tetangga " kata Leon.
Membuat orang mendengarkan dengan serius.
" Ternyata setelah punya istri inginya di rumah terus, mending kalau di rumah, di dalam kamar terus, inginya berusaha agar cepat jadi " kata Leon.
" Jadi apa ?" tanya Ardi yang masih single
" Jadi baby lah !" Jawab ibu muda teman Paryem.
" Ha ha ha !" keceriaan semua.
Puk , satu tangan di pipi Leon, ternyata tangan Zha yang greget sama omongan Leon.
" Ha ha ha ha !" Tawa semua.
" Benar kamu Leon ?" dukung Minto dan semua.
" Setelah jadi masih ada alasan lagi, biar persalinanya lancar, terus kapan kerjanya !?" lanjut Leon.
" Iya tidak sayang ?" kata Leon sambil mencium hidung Zha, sedang Zha hanya melotot ke arah Leon karena malu.
" Kak Leon kambuh mesumnya. . . !" teriak Zha.
" Ha ha ha. . . !" tawa semua lagi.
" Ya Leon, nanti Aldo saya bilangin !" kata Minto.
" Biasa papa muda masih seneng - senengnya ?" kata Paryem.
" Ku kira nak Leon angkuh, ternyata banyak canda tawanya juga !" kata Minto.
" Kan beda pak de, kata Zha kalau di desa harus ramah, karena kita sama saja, beda di dalam bisnis, satu kata tidak boleh di ulang, dan harus jaga kewibawaan kita Sebagai petinggi perusahaan " kata Leon.
" Tapi kemarin aku kena pukul sama Zha, gara - gara senyumin janda pojok perempatan !" cerita Leon.
" Ha ha ha. . !" tawa lagi.
" Dia cerita sama Zha kalau di senyumin cowok tampan, dan aku keluar dari dapur ternyata aku, yang di tunjuk, ternyata itu janda pak de naksir aku, nawarin mau jadi istri simpanan lagi !" cerita Leon polos sambil melirik Zha.
" Kak Leon. . . ! awas kalau macam - macam, Zha juga masih cantik, apa lago lalau sudah lahiran, pasti Zha kembali semula !" teriak Zha.
Leon mencium Zha dengan gemas.
" Jangankan janda nak Leon, perawan pun masih banyak yang ngantri ?" ledek Paryem membuat Zha semakin maju bibirnya.
" Tuh kan Zha, aku masih laku, makanya jangan pergi lagi dariku ?" kata Leon sambil memeluk Zha.
" Aky tidak pergi dari kamu, tapi kak Leon sendiri yang ingin Zha pergi " jawab Zha.
" Maafkan aku sayang ?" kata Leon dengab romantis membiat Ardi baper.
__ADS_1
" Terus apa rencanamu saat ini Zha selama suamimu terkena masalah ?" tanya Minto.
" Zha mau buka usaha kue pak de biar ada penghasilan ?" kata Zha.
" Iya Zha, karena kuehmu seenak ini !?" kata Paryem yang memakan kue buatan Zha.
" Oh ya kebetulan anak Yuyun lusa Ulang tahun, jadi be de nanti tidak usah pesan jauh, nanti biar bu de, pak de bilangin, sekalian buat promosi ?" kata Minto.
" Ya sudah pak de, Terima kasih ?" kata Zha
" Kak Zha sudah dingin ayok kita pulang !" kata Zha.
" Lebih baik kamu ganti bajuku saja sayang, kasian nanti juga baby nya kedinginan " kata Leon.
Zha ganti baju Leon yang kebesaran, dan segera pulang dengan menenteng ember yang berisi kerang sawah, dan keong mas yang sudah bersih, dan sedikit kacang dan kentang hasil kebun dan dua botol plastik.
Sesampainya di rumah Zha segera mandi dan mengolah berbagai macam makanan hasil tangkapanya.
Sore hari saat Leon melihat Angge - angge di goreng Leon heran. Leon heean saat akan makan tapi di paksa oleh Zha.
" Kak, ini halal kok !?" kata Zha.
Leon berusaha memakanya, ternyata enak, Leon menikmatinya.
" Zha perutku sakit . . .!" rintih Leon.
" Kak, bagai mana ini !?" kata Zha panik.
" Apa aku tidak tawar makan makanan itu ?" kata.
" Mungkin kak !" kata Zha.
Zha semakin panik saat Leon merintih di pangkuanya. ahirnya Zha menelfon ibunya.
" Buk bagai mana ini ?" tanya Zha saat VCnya tersambung dengan Rima, Zha menceritakan kejadianya secara terperinci.
" Coba kamu kasih air kelapa Zha dan susu Murni !" kata Rima.
" Ha ha ha, makanya Zha Alien kota jangan kamu kasih sembarangan !" kata Adi di sebrang sana dengan Rima.
" Kamu hubungi Mita biar bapaknya yang mencarikan air kelapa muda yang hijau " perintah Rima.
Ahirnya Zha menurut dan yang mengantar air kelapanya Mita beserta susu.
" Makasih Mit ?" kata Zha.
" Iya !" jawab Mita.
Setelah itu Leon tertidur di pangkuan Zha, karena perutnya sudah terasa agak mendingan.
" Zha apa rencanamu selanjutnya ?" tanya Mita.
__ADS_1
" Aku akan buka toko kue dan kuliner wong deso Mit, tapi untuk sementara kue dulu di rumah dulu promosi dulu !" kata Zha.
" Maksudnya kuliner wong deso ?" tanya Mita.