
Zha turun dari ranjang dan mendorong kursi roda Leon dan memapah tubuh Leon ke ranjang, menyuruhnya tidur.
" Tidurlah kak, lanjutkan besok debatnya ! oh iya, sebelum tidur minum obat dulu " kata Zha sambil memberikan obat dan air putih.
" Kok obatnya beda Zha ?" tanya Leon.
" Ini obatnya yang dosisnya tinggi kak !" kata Zha.
" Kau merahasiakan sesuatu dariku ?" tanya Leon sambil memandang Zha.
Zha geleng kepala dan menyuruhnya tidur dan menyelimutinya.
Zha tidur membelakangi Leon, dan berpikir sesuatu untukmembalas, yang membuat Leon lumpuh, dan cari tahu tentang keluarganya.
Leon memandang Zha, tidak terasa air mata berlinang, sampai sesenggukan, Zha yang mendengarnya lalu berbalik.
" Tidak usah di pikirkan, semua, yang kak Leon inginkan, akan Zha turuti, tapi setelah kak Leon sembuh ya !? jangan menangis, pria tampan seperti kak Leon, tidak pantas menangis " kata Zha sambil mengusap air mata Leon.
Leon menarik Zha dalam pelukanya, dan tambah menangis.
" Kalau aku sembuh, aku tidak akan melepaskanmu, dan aku tidak akan sembuh !" kata Leon putus asa.
" Ayah, bunda !" panggil kedua putranya dari balik pintu.
" Ada apa sayang ?" tanya Zha.
" Kami mau tidur sini, kami kangen sama ayah bunda !" kata Arka, Zha mengangguk dan mengangkat kedua putranya.
" Aku bawankan suatu buat ayah. . !" kata Arka.
" Apa nak !?" tanya Leon.
" Puisi buatan kita sendiri " kata Aksa.
" Coba bacakan !" suruh Zha.
Ayahku tersayang
kaulah pahlawanku
kaulah inspirasiku
__ADS_1
Bundaku tercinta
terima kasih bunda I love you
Zha tersenyum mendengar puisi anaknya, walaupun masih kecil, tapi berusaha membuat puisi untuk menghibur ayahnya, sungguh menginspirasi.
I love you too sayang, peluk Zha pada ke dua putranya, Leon memeluk ketiganya.
" Kau semangatku untuk bangkit. . !" kata Leon
kini Leon mulai ada perkembangan.
" Sayang, sayang. . !" teriak Leon memanggil Zha, Zha yang sedang memasak lalu berlari ke arah Leon.
" Ada apa kak ?" tanya Zha dengan panik.
" Aku sudah bisa berdiri " kata Leon masih dalam posisinya. Zha tersenyum dan mengucap syukur, lalu menyemangati Leon.
" Kak, Zha boleh mintak sesuatu tidak ?" tanya Zha ragu.
" Apa sayang,? selama kak Leon bisa !" kata Leon.
" Tetaplah di kursi roda, dan pura - puralah seperti lumpuh di sedia kala ?" kata Zha, membuat Leon kecewa.
" Bukan itu maksud Zha, tapi biar kak Leon sembuh total ya, baru kita kasih kejutan sama papi dan mami " kata Zha menutupi semua masalah.
Leon meburut, sebenarnya dia tahu apa yang di rencanakan Zha istrinya, ganya untuk melindunginya dari Angga.
Dimalam harinya, Leon merasa ada yang hidup dibalik celananya yang sekian lama tertidur, karena Zha dengan rajin mencium dan merangsang Leon, agar syarafnya tidak ikut mati.
" Sayang, dia hidup, aku bisa menafkahimu lagi . . !" teriak Leon. seketika Zha pucat.
" Tapi kak !?" kata Zha.
" Apa kamu ada pria lain Zha, sehingga kau tidak mau aku sentuh ?, apa kamu tidak mau, karena aku tidak perkasa lagi ?" tanya Leon, Zha geleng kepala, agar Leon tidak putus asa lagi, Zha segera melucuti seluruh pakaianya dan pakaian Leon.
Dan melakukan adegan suami istri, yang sudah lama tidak ia lakukan, dengan posisi Zha yang agresif di atas.
" Kak Leon aku mencintaimu. .aggghht .!" kata Zha sambil mendongak ke atas, saat merasakan denyutan di rahimnya.
" Aku juga sayang !" kata Leon sambil menciumi seluruh wajah Zha.
__ADS_1
Zha terkulai lemas, di samping Leon dan tertidur.
Leon memandang tubuh istrinya yang polos, yang sudah lama tidak dia nikmati pemandangan indah, dan menutupinya dengan selimut, seketika Leon teringat.
" Kau masa subur Zha, kau sudah lama tidak KB !" kata Leon seketika panik, karena takut Zha hamil.
" Ah tidak mungkin, inikan kali pertama, pusaka ku saja baru hidup " kata Leon lagi.
...****************...
Zha meminta izin pada Leon untuk menggantikanya di reksa group, Leon mengizinkan. dan Leon masih tetap berkerja dari rumah, tapi memakai nama Zha.
" Kak, Zha pulang siang, jangan pernah mau makan, makanan dari siapapun, terkecuali dari Zha, walaupun itu pembantu kita, terkeciali kalau Zha telepon pada kak Leon " kata Zha.
Leon mengangguk dan mencium kening istrinya.
Sesuai arahan Zha, Leon masih pura - pura lumpuh, walau pada Artnya, Leon sudah sedikit bisa jalan pakai tongkat.
Sesampainya di kantor Zha ke ruangan Leon dan melihat Butet, masih di pangku Angga dengan mesra.
" Papi. . . !" panggil Zha kaget.
" Zha, sejak kapan kamu di sini, dan kenapa kamu ke sini !?" tanya Angga, yang baru mengangkat Butet dari pangkuanya dan merasa panik.
" Suamiku masih punya hak di sini, dan ini ruangan kak Leon, malah di buat mesum " kata Zha
" Apa yang kamu lihat itu salah paham " kata Angga.
" Salah paham, atau tidak apa peduliku, yang penting, aku menjaga anak dan suamiku, dan berusaha, memberikan hidup layak pada mereka " jawab Zha santai, sedang Butet merasa takut.
Zha pulang, dengan lemas, dan merasa mual dan.
Brught. . ! Zha pingsan di depan Leon, Leon panik lalu, menghubungi Roy untuk membawa dokter, ternyata Zha hamil, membuat Leon frustasi.
Setelah semua pulang Leon bicara pada Zha.
" Gugurkan kandunganmu Zha !" membuat Zha kaget.
" Apa maksudmu kak ?" tanya Zha.
" Kau tidak tahu Zha, aku masih trauma kau melahirkan Arkana dan Aksara !" kata Leon.
__ADS_1
" Kak, menggugurkan dan melahirkan, resikonya lebih berat menggugurkan kak, dan Zha tidak mau mendapatkan dosa, yakinlah kak, Zha bisa " kata Zha menggenggam tangan Leon.
Leon masih bersi keras, dan selalu menyalahkan dirinya tapi Zha masih tetap meyakinkan, ahirnya Leon luluh dengan Zha dan membiarkn anak itu hidup dalam rahim Zha.