
Pesta
...****************...
Tidak papa tante " kata Zha dan segera bangkit.
" ya sudah, mana menurutmu yang bagus ?" tanya Dahlia.
" Itu kayaknya tante " sambil menunjuk sepatu yang di lihatnya tadi.
" ya sudah itu saja !" kata Dahlia.
Ahirnya Dahlia dan Zha telah selesai belanja, dan pulang menuju kediaman Angga reksa.
" Zha, kamu jangan pulang, nanti biar tante yang menghubungi orang tuamu kalau pulangnya makam " kata Dahlia.
Zha menurut dengan kata Dahlia, sesampai di rumah ternyata Angga dan anaknya sudah asa di rumah.
tanpa sepengetahuan Zha , Dahlia telah membawa perias ke rumahnya, Zha di suruh nurut oleh Dahlia, laksana boneka, Zha mengikuti saran Dahlia.
Zha keluar dengan sedikit met up dengan rambut terurai yang sedikit di kepang pinggir dan senyum manisnya yang ndnunjukan kecantikan sesungguhnya walau tanpa hils tinggi hanya sebuah sepatu tapi tidak mengurangi kecantikanya baju yang melekat di tubuhny pas walau tidak terbuka membuat orang terhipnotis, dres yang sampai di bawah lutut baju tanpa lengan tapi tertutup dengan kain yang melingkar di pundaknya.
Membuat Arief dan Leon membuat mata tak berkedip, dan tersepona, eh salah terpesona.
" Oh tuhan, kuatkan imanku " gumam Arief.
" Dasar sudah mesum " kata Leon sambil menonyor kepala adiknya.
Tanpa sadar Arief akan memeluk Zha saat Zha sudah jalan mendekati keluarga Arief, namun di tahan oleh tangan Zha di muka Arief, membuat Dahlia dan Angga tersenyum.
" Belum muhrim, jangan sentuh. . . . ! ? " teriak Zha .
Namun Arief tidak menghiraukan menyingkirkan tangan Zha dan langsung memeluknya, dan menciumi pucuk kepala Zha.
" Aku pria paling beruntung karena memiliki hatimu " teriak Arief. Zha masih berusaha melepaskan pelukanya Arief.
Membuat Leon geram, menjewer Arief untuk melepaskan Zha .
" Kakak sakit , aku tidak kelewat batas . . .!" teriak Arief.
" Jaga sikapmu Rif, jangan sampai pacarmu pergi karena ulahmu " nasehat Leon, saat sudah jauh dari Zha .
Semua sudah siap berangkat ke pesta tunangan anak dari rekan kerja Angga.
Arief, Leon dan Zha satu mobil. Leon di depan dekat sopir, Arief dan Zha duduk di belakang.
Angga dan Dahlia satu mobil. sesampainya di pesta semua terpana dengan kecantikan Zha yang melingkarkan tanganya di lengan Arief si cowok cool, dan di iringi keluarga Angga reksa,
Di sana Zha kaget ternyata Mita dan Adi juga datang ke acara itu, ternyata pertunangan Ima teman sekelasnya.
" Hai Zha, cantik banget kamu, yakin tidak ada bandinganya " kata Mita membuat Zha senyum manis menambah kecantikanya.
" Kamu bisa aja " kata Mita .
__ADS_1
" Beneran, ya tidak Di ?" kata Mita mencari pembelaan.
" Emmm " jawab Adi singkat.
" Ini juga setelah mendapatkan lupa sama teman " kata Mita sambil menunjuk Arief yang masih menggandeng Zha .
Arief hanya tersenyum, dan mengajak Zha memberi selamat pada Ima. tapi respon Ima malah berbeda.
" Hai Zha , kau masih betah saja sama si kere ini ?" sambil menunjuk Arief.
" Bukan aebuah drajat martabat kaya ataupun miskin tampan atau tidak, tapi sebuah kenyamanan Mah, bukan sebuah pelampiasan " jawab Zha yang membuat tunangan Ima takjub dengan kata - kata Zha .
" Sok bijak, paling sebentar lagi bosen " kata Ima.
" Terserah kamu !' kata Zha sambil berlalu pergi masih mengikuti Arief.
Dahlia menghampiri Zha mengajaknya brrtemu teman sosialitanya.
" Zha , nanti kalau ketemu teman mami tolong jangan panggil tante lagi ya,? panggil mami dan papi karena melai sekarang kamu sudah calonnya Arief " kata Dahlia..
" Baik tan, eh mi " kata Zha .
" Yok mami kenalkan sama teman mami ?" ajak Dahlia pada Zha .
Zha mengikuti Dahlia dari belakang.
" Kenalkan jeng ini calon tunanganya putra saya " kata Dahlia pada teman nya.
" Cantik sekali jeng calonya, wah Leon beruntung ya ?" kata temanya Dahlia.
" Bukan Leon, tapi Arief " kata Dahlia.
" Kok Arief jeng bukanya Leon yang lebih tua, dan tampanan Leon CEO lagi " kata salah satu ibu.
" Namanya juga jodoh jeng? " kata Dahlia.
" Jodoh tidak memandang tampan atau jelek buk, tua atau muda " jawab Zha .
Membuat ibu di sana diam dengan kata Zha.
" Kalau gitu, kita jodohkan saja anak kita jeng ? pasti Leon tidak nyesel dengan anak ku, dia lulusan S2 Singapura, cantik lagi orangnya " kata salah satu ibu.
" Maaf jeng saya tidak bisa memaksa anaku jeng karena pilihan dia yang terbaik untuk dia " jawab Dahlia.
" Dari pada calonya Arief masih anak - anak " kata ibu itu.
Tapi Dahlia masih menahan emosinya. agar tidak terbawa, dia jawab datar.
Dahlia asik ngobrol dengan temanya, Arief juga sedang mengobrol dengan tunangan pria, Leon ngorol dengan rekan bisnisnya membuat Zha jenuh.
" Mi Zha ngambil minum dulu ya ?" alasan Zha menghilangkan kejenuhan.
Zha mengambil minum dan mencari Mita. namum bukan Mita yang dia temukan.
__ADS_1
" Hai cewek sok kecantikan ? " sapa Ima yang membawa dua temanya yang suka membuly Zha.
" Ima. . !" Zha kaget.
" Iya, tau gak, kamu itu sebenarnya jelek lebih cantik aku, cuman gaun kamu saja yang bagus, ngerampok di mana pacar kamu ?" kata Ima.
" Walaupun Arief laki - laki brutal, tapi dia bukan perebut hak orang " kata Zha.
" Kenyataanya dia itu kere mana bisa beli gaun semahal ini " kata Ima sambil menarik gaun Zha.
" Cukup Ima, kamu itu belum tahu siapa Arief, asal kamu tahu, kau lebih hina di banding aku yang mencintai karena harta " sentak Zha.
Membuat banyak orang yang memperhatikan mereka.
" Kurang ajar kamu Zha . . . !" kata Ima sambil menampar Zha. namun belum sampai tangan Ima ke pipi Zha ada yang menahanya.
" Pak Leon . . !?" kata Ima kaget.
" Ya, kau tahu Zha ?" tanya Leon.
" Zha tet tetangga saya calonnya Arief si anak badung di lampusnya " kata Ima gagap.
" Asal kamu tahu Arief Angga reksa adalah adik kandungku, tunangan Zha, ini undangan untukmu " kata Leon sambil melempar undangan pertunangan Arief dan Zha.
" Jangan pernah kau cari masalah keluarga Angga reksa, karena perusahaan milik calon suamimu masih dalam kukungan Reksa group, dan Zha sudah masuk dalam keluarga kami, kamu paham kmu harusnya tahu apa yang akan terjadi kalau kamu macam - macam? " tekan Leon.
" Ma maaf pak, aku tidak tahu " kata Ima gagap.
Arief dan tunangan Ima datang,
" Ada apa kak ?" tanya Arief pada Leon.
" Ada apa sayang kok ada pak Leon ?" tanya Rudy tunangan Ima.
" Tanya Zha dan jaga dia " kata Leon.
" Dan kau didik calon istrimu, jangan menilai orang dari penampilan " kata Leon sambil menunjuk Rudy.
Rudy melotot ke arah Ima merasa kecewa.
" Ma maaf mas, aku tidak tahu ? " kata Ima.
" Aku kecewa sama kamu " kata Rudy sambil menunjuk Ima.
" maaf kan aku sayang, kamu tidak apa - apa kan ?" tanya Arief pada Zha, sambil mengecup kening Zha .
" Tidak, ada kak Leon yang nolongin Zha " cerita Zha.
" sombong sekali tunangan Rudy, belum tahu siapa Angga reksa !?" gumam ibu- ibu.
" Iya ya "
" Iya ya " gumam orang di sana.
__ADS_1