ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
KALAU ADA MASALAH JANGAN KABUR


__ADS_3

Kalau ad masalah jangan kabur


" Kau bilang padaku, pria itu harus kuat, pria itu tidak boleh cengeng karena pria itu tugasnya banyak, salah satunya kau harus melindungi, bukan menangisi " mempragakan gaya Zha bicara.


" Di saat aku tidak di beri uang jajan, uang jajanmu kau bagi dua denganku, kalau tidak kau bude yang memberiku " kata Adi.


" Kau bawa aku ke pasar kau ajarkan aku mencari uang jajan dan sampai saat ini kau masih membantu kita "


" Ternyata aku salah membencimu, di diri kita ada aliran darah yang sama " kata Adi.


" Seperti halnya pak Leon, kamu sudah mencintainya dan menerima kehadiranya, sekarang tinggal giliranmu membuatnya jatuh cinta " ujar Adi.


" Tapi bagai mana caranya ?" tanya Zha.


" Kau tidak bodoh Zha ?" kata Adi memberikan kode.


" Kamu masih ingat tidak di saat kita menolong anak bodoh yang membuat kau terluka " Kata Adi sambil melihat Mita.


" Ya iya aku dulu bodoh yang hanya di manfaatin oleh Ima " kata Mita.


" Ya dulu kau membuli Zha, karena kita anak orang tidak punya tapi aku sebagai saudara datang paling depan " kata Adi dengan sombong.


" Tapi aku heran dengan Zha, waktu kamu di buli, dia membela sampai tanganya terluka " cerita Adi.


" Yah, dilukan aku orang baru di sini jadi aku di deketin Ima, mana tahu aku kalau Ima memanfaatkan aku, saat aku tidak kasih dia uang, aku malah di bully balik, untung saja ada kalian !" kata Mita.


" Anak mandor bodoh !" kata Adi sambil menonyor kepala Mita, samoai hampir jatuh.


" Bodoh tapi cantik !" kata Mita dengan pede, membuat Zha sedikit tersenyum dengan tingkah keduanya.


" Ini sudah siang, pasti pak Leon semakun panik mencarimu Zha ?" kata Mita.


" Sebaiknya kamu hubungi Mit ?" kata Adi.


" Aku suka komitmenmu, janan kau ganti " kata Adi menyemangati Zha.


" KALAU ADA MASALAH JANGAN PERNAH LARI, KARENA LARI BUKAN MENYELESAIKAN MASALAH TAPI MEMPERPANJANG MASALAH, SELESAIKAN DENGAN KEPALA DINGIN, DENGARKAN PENJELASANYA, DAN JANGAN PERNAH ULANGI LAGI KALAU SALAH "


" Kalian mau cilok tidak ?" tanya Zha saat melihat penjual cilok di sebrang jalan.


" Mau kalau di beliin " kata Adi.


" Ya sudah kalian tunggu sini ?" kata Zha.


Zha langsung berjalan menuju tukang cilok, dan harus menyebrangi jalan, Zha tidak memperhatikan kiri kanan. dan tiba - tiba, ada mobil melaju kencang dari arak kanan Zha yang terkejut


" Agggghhhhhht . . . . .! "


Brught

__ADS_1


Semua mata mengarah pada Zha dan mobil itu.


" Kamu tidak apa - apa ?" tanya pria yang suara dan bau parfumnya tidak asing oleh Zha.


Zha mendongak ke atas.


" Kak Leon. . !" kata Zha.


Ternyata saat mobil itu sudah dekat dengan Zha, Leon yang baru memarkirkan mobilnya melihat Zha, dan langsung memeluk Zha menjatuhkanya ke samping.


Zha yang tahu kalau itu Leon langsung memeluknya Adi dan Mitavsegera menyusulnya.


" Auhhh " kata Leon saat Zha menyenggol pinggangnya.


" Kak Leon terluka ?" tanya Zha seketika panik.


" Tidak apa, paling hanya sedikit " kata Leon.


Lalu Zha membawa Leon ke warung kecil dan Zha membuka baju Leon dan mengobati luka Leon di sana, Leon sedikit merintih.


Mita memandang badan Leon kagum, ' ini kah yang di bilang Zha makluk animasi tapi nyata ? pantas saja Zha jatuh cinta ' gumam Mita sambil melongo. Adi mengusap wajah Mita.


" Ada lalat masuk mulutmu dan jaga matamu itu suami orang " kata Adi.


" Maafin Zha kak !" kata Zha tulus pada Leon.


" Jangan suka bikin orang jantungan Zha. !" kata Leon.


Zha masih terus mengompres luka memar di pinggang Leon, akibat terkena pembatas jalan.


" Kamu sudah makan ?" kata Leon sambil mengusap kepala Zha.


Zha menggeleng.


" Dari pagi ?" tanya Leon.


Zha mengangguk.


" Kamu itu punya magh Zha, jadi jangan sampai telat makan " kata Leon.


Zha hanya diam.


" Yok kita makan, terserah kamu makan di mana yang penting kenyang ?" kata Leon.


Zha senang.


" Tapi makan satu piring lagi sama kak Leon " pinta Zha.


" Ya, tapi janji jangan marah lagi, jangan kabur lagi " kata Leon.

__ADS_1


Dan di angguki oleh Zha.


Adi dan Mita pun di ajak, sebenarnya mereka menolak, tapi demi Zha, mereka ikut juga, walau sedikit sungkan dengan Leon.


" Caranya begini kita mulai baper lagi Di ?" kata Mita yang melihat Zha dan Leon makan sepiring berdua.


" Kamu saja yang baper bukan kita, kalau aku gitu, sudah biasa jomblo " kata Adi.


" Kamu jomblo juga salah kamu, terlalu banyak pilihan, padahal banyak cewek cantik yang ngantri ?" kata Zha.


" Aku takut saja nanti dia ilfil, lihat pekerjaan aku, rumah aku, pokoknya kondisi aku, kalau soal tampang body, memang tidak bisa di ragukan lagi " kata Adi dengan percaya diri.


" Cinta itu harus bisa menerima apa adanya Di, bukan ada apanya ?" kata Mita.


" Cintailah pasangan kita dengan kekuranganya, maka kelebihanya adalah kesempurnaan bagi kita, jangan cintai dia dengan kelebihanya, maka di saat dia memiliki kekurangan dia akan meninggalkan kita " jelas Zha.


" Ya sudah besok aku seleksi ha ha ha ha. . . !" tawa Adi.


Ahirnya mereka makan di warteg, Zha tidak mau di cafe, karena tidak kenyang. setelah makan Zha meneruskan niatnya membeli cilok, tapi hanya tiga bungkus.


" Kok cuman tiga kak Leon tidak di beliin ?" tanya Leon.


" Kak Leon mau, Zha kira kak Leon tidak mau, karena tidak higienis ?" kata Zha.


" Kamu makan makanan tidak higienis juga bisa sebesar ini " kata Leon sambil mengusap kepala Zha dan menciumnya.


" Ya sudah, kita makan ini bersama lagi ya kak " kata Zha sambil menyuapkan cilok yang di lidi di suapkan pada Leon.


" Kak Leon ada sesuatu untuk kamu? sekarang ayok ikut " kata Leon sambil menarik Zha ke mobil.


Sesampainya di mobil Zha melihat sekeliling mobil, ini mobil yang di belikan Leon tadi malam, ternyata bagus, elegan nyaman di banding mobil kak Leon di pakai setiap hari.


" Kenapa ?" tanya Leon yang masih melihat sekeliling mobil.


" Bagus kak ?" kata Zha.


" Karena di hari spesial, maka aku berikan yang spesial juga " kata Leon.


" Makasih kak, tapi aku tidak mau pakai mobil sendiri, dan aku mau mobil ini di pakai hanya aku dan kak Leon, tidak ada wanita lain atau orang lain " kata Zha.


Leon hanya mengangguk, dan membuka atap mobil secara otomatis.


" Wow, seperti mobil Arief kak Leon ?" kata Zha terheran - heran.


" Iya Zha, punya Arief keluaran lama, dan inoi keluaran baru dan ini asli produk Indonesia " jelas Leon.


Leon masih mengendarai mobilnya ke suatu tempat, dan tepatnya di depan butik import.


" Buat apa kak ?" tanya Zha.

__ADS_1


" Kak Leon mau ajak kamu ke suatu tempat, pasti kamu suka " kata Leon.


Dan mereka memasuki butik, semua hormat pada Leon.


__ADS_2