ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Arkana dan Aksara


__ADS_3

Aekana dan Aksara


...****************...


Di sela - sela keceriaan, Angga dan Dahlia datang. Dahlia mencium kening Zha, tapi Zha cuek.


" Boleh mami gendong cucu mami ?" tanya Dahlia.


Zha cuek memberinya, Dahlia merasa ada yang beda pada menantunya.


Leon menarik maminya yang masih menggendong babynya, membawanya ke kamar.


" Mami, kenapa mami tidak peduli dengan kami, untung saja Zha tidak baby blues, dia menanyakan mami dari kemarin " jelas Leon.


" Maafkan mami Leon, mami sibuk, papimu mengurus perusahaan yang hampir bangkrut, sedang pak Joko masih pulang kampung !" Alasan Dahlia.


" Hanya itu alasan mami, dari kecil Leon tidak di perhatikan sama mami tidak masalah, tapi ini cucu mami, Zha menantu mami !" kata Leon dengan sedikit meninggi, dan keluar.


" Kenapa kak ?" tanya Zha yang melihat wajah suaminya di tekuk.


Leon geleng kepala dan tersenyum pada Zha.


" Leon, !" panggil Angga.


Leon hanya melihat sedikit dan memalingkan muka pada Angga.


" Papi tahu, papi salah, papi telah menuduh istrimu, tolong maafkan papi " kata Angga.


" Papimu kini sudah percaya Leon, walaupun tanpa di DNA kalau itu putramu, karena tanda lahir, dan wajahnya, sama seperti dirimu !" kata Dahlia.


" Pulanglah, mamimu, sering sakit memikirkan kalian !" jelas Angga.


" Dan perusahaan kacau tanpamu, papi sudah tua untuk mengurus perusahaan, hidupi istrimu seperti dulu, dengan kemewahan !" mohon Angga.


" Pulang, gampang sekali, menyuruh kita pulang, setelah, anda tuduh istriku sebagai wanita tidak berharga, sekarang kau suruh pulang ?" kata Leon dengan nada mengejek.


" Papi sudah mengakui kesalahanya Leon " bela Dahlia.


" Aku bahagia walau hidup sederhana, di sini mengajarkanku, kalau berkumpul dengan keluarga lebih berharga dari pada banyak harta " jawab Leon membuat hati Dahlia teriris.


" Papi mohon Leon !" pinta Angga.


Leon matanya memerah menahan amarah tapi Zha mengelus pundaknya.


" Kak. . !" panggil Zha.


" Zha tolong bujuk Leon, kita pulang ya sayang !" pinta Dahlia sambil mengalirkan air mata.


" Tidak usah, mempengaruhi istriku !" bentak Leon dengan mata memerah.


Zha yang takut lansung memeluk suaminya.


" Jangan keluarkan kata keras kak, Zha takut. . !" kata Zha.

__ADS_1


" Maafkan aku sayang !" kata Leon sambil menciumi pucuk kepala Zha yang Leon takutkan istrinya baby blues.


" Aku pikirkan dulu, tapi tidak bisa sekarang !" jawab Leon.


" Aku tunggu jawabanmu " kata Angga.


" Siapa nama cucu mami ?" tanya Dahlia.


" Arkana leonardo, dan Aksara leonardo mi !" jawab Zha.


" Arkana yang artinya pemimpin, dia seorang kakak dan aksara Gigih mi, tidak musnah dan tidak terpengaruh, sedangkan Leonardo, dia menyandang nama ayahnya " jelas Zha.


" Kenapa tidak pakai nama Agga reksa Leon ?" tanya Angga.


" Dia putraku, bukan putra papi . . ! Leon juga ingin punya putra menyandang nama Leon !" bentak Leon lagi.


" Pi, yang sabar. . !" kata Dahlia sambil mengelus dada suaminya.


Setelah semuanya sudah dingin, Angga dan Dahlia pulang.


Setelah acara selesai, mbok Darmo yang sebagai dukun, merawat baby, dan tubuh Zha pamit.


" Le, aku leh ne ngurusi bojomu uwes rampong " Leon yang tidak tahu artinya langsung memanggil Rima, Rima tersenyum


" Nak, aku kalau mengurus istrimu sudah selesai " jelas Rima.


" Mbok jangan bilang bahasa jawa, Leon tidak bisa " kata Leon.


Leon lalu masuk kamar, Zha yang selesai mandi, langsung ikut Leon keluar menemui mbok Darmo.


" Ini mbok, tanda terima kasih Leon " kata Leon sambil menyerahkan amplop coklat pada mbok Darmo.


Mbok Darmo menyambutnya dengan gemetar.


" Ini terlalu banyak nak !" kata mbok Darmo.


" Mbok, kak Leon, tidak suka penolakan, makanya jangan di tolak, nanti dia marah " kata Zha sedikit berbisik di telinga mbok Darmo.


" Mbok baru kali ini ndok, memegang uang sebanyak ini " kata mbok Darmo.


Mbok Darmo, pulang dengan sumringah, besoknya dia datang lagi.


" Katanya sudah tidak kesini mbok ?" tanya Rima.


" Izinkan mbok merawatmu dan bayimu sampai selapan ya, mbok malu di kasih uang sebanyak itu, tapi tidak tuntas ?" tanya mbok Darmo pada Zha yang masih duduk.


Zha mengangguk setuju.


" Lalu Ima mbok ?" tanya Zha.


" Ima kan oprasi, jadi hanya anaknya yang mbok urus !" kata mbok Darmo.


Serelah ngobrol.

__ADS_1


" Sayang, kak Leon pergi dulu ya ?" kata Leon sambil mencium kening istrinya, Zha menanggapi dengan senyum


Setelah kejadian waktu Angga datang ke rumah, Leon kini berpikir, Leon menemui Roy.


" Roy, apa papi tahu semua usahaku ?" tanya Leon.


" Sepertinya ada yang membocorkan tuan, tapi sudah saya cegah !" kata Roy.


" Jaga rahasia kita , jangan sampai Angga tahu " kata Leon.


" Tapi nasib perusahaan miris tuan " kata Roy.


" Aku akan kembali, setelah istriku pulih, siapkan body guard dan baby sister yang bisa di percaya !" kata Leon tegas.


" Baik tuan . .!" jawab Roy.


" Zha kalau ibu boleh tanya, apa sih pekerjaan suami kamu kok dia bisa banyak menghasilkan uang ?" tanya Rima yang curiga.


" Dia bisnis bu !" jawab Zha singkat.


" Awas Zha nanti bisnis barang haram !" Rima mengingatkan.


" Percayalah bu, menantumu bukan pelaku kriminal, bisnis dia ada di Bali bu " kata Zha.


" Ibu, menantu sendiri di curigai !" kata Didik yang baru datang.


" Tidak pak, ibu takut saja dia seorang mafia !" kata Rima.


" Uhuk uhuk uhuk. . . !" Zha yang masih minum langsung tersendat Didik langsung menghampiri dan memijat leher Zha.


" Ibu, pikiranya kok sampai situ ?" tanya Didik.


Zha hanya diam berfikir.


" Kata orang kemarin " Buk, hati - hati buk, cucu ibu punya tanda merah di siku kanan ?" katanya.


" Kenapa memang buk ?" tanya Rima.


" Dia bisa jadi pimpinan mafia, dan di carinya karena kuat dan cerdas " jelasnya.


" Gitu katanya pak !" jelas Rima.


" Sudah cukup bu, " kata Didik, saat Zha masuk kamar.


" Jangan bikin pikiran anakmu stres buk, dia habis melahirkan !" kata Didik.


Rima yang merasa bersalah hanya diam.


" Sayang, kalau sudah sehat kita kembali ke apartemen ya, ? kak Leon akan bantu papi ke perusahaan lagi !" kata Leon.


Zha memeluknya dari belakang dengan manja.


" Zha ingin rumah, Zha bosen hidup di apartemen " kata Zha membuat mata Leon melotot.

__ADS_1


__ADS_2