
"Ternyata kecurigaanya benar, terdengar suara tembakan dari dalam rumah mertuanya, Deon merasa ke colongan, Deon menelpon anak buahnya, tapi darah sudah bercecer di lantai mertuanya.
Dor. . . !" ternyata masih ada penyusup yang masih tertinggal, untung saja Deon bisa menghindar.
Ternyata dia orang yang di percaya oleh Wijaya sendiri, seketaris Lu.
" Ternyata kau seorang penghianat !?" bentak Deon.
Doooorrrr. . . . ! karena ke lihaian Deon Lu bisa tertembak, tepat di dadanya, dan mati di tempat.
Deon menghampiri ibu mertuanya dia masih hidup, dan papi mertuanya juga masih, saat akan mengangkatnya.
Tapi ternyata rumah itu telah di kepung oleh para penghiananat. Deon tidak bisa bergerak.
" Ber sem bu nyilah di bawah tanah, di bawah sofa itu " tunjuk Wijaya pada sebuah sofa, " selamatkan dirimu, jaga anak - anakmu !" lanjut Wijaya.
" Tapi pi ?" protes Deon.
" Cepat, jangan sampai kau ikut mati, sebelumnya arahkan tanganku pada penghianat itu !" bentak Wijaya, Deon hanya bisa menurut.
Wijaya pura - pura mati, dengan memegang pistol mengarah pada seketarisnya yang sudah jadi mayat, karena ulah Deon. Untuk menghilangkan jejak Deon.
Deon masih terdiam dan mendengar percakapan manusia yang ada di atasnya.
" Semuanya beres bos, dan kebetulan seketarisnya mati juga, jadi kita bisa menguasai hartanya tapi aku tidak menemukan Deon di sini.!" kata seorang pria pelaku pembunuhan.
" Baik bos. . !" katanya lagi setelah mendengar jawaban dari sebrang sana
Setelah semua pergi Deon keluar dengan pelan - pelan dan tidak mendapati, ternyata mereka membawa mayat itu ke jurang dan membuangnya. tapi tidak hanya mertuanya tapi juga Asisten rumah tangganya juga ikut mati.
Deon mengikutinya, dan hanya dapat menyelamatkan Wijaya, sedangkan ibu mertuanya terbawa arus sungai yang deras, dan di temukan oleh polisi, tiga gari sesudahnya.
Juga penembakan Deon, sampai membuat amnesia Leon, dan ingin membunuh bayi mungil Ira. Dan mendorong Arka dari tangga waktu itu.
Pengakuan dokter Rudi, dan ancaman Angga pada dokter Geo semuanya ada di situ sampai penghianatanya dengan Butet, dan penghianatan pembantu Zha yang menerima sogokan dari Angga.
Dan yang terahir yang Roy keluarkan adalah pemalsuan aset.
Jangankan Deon Leon pun heran, dapat darimana semua rekaman itu.
Zha mengumpulkan semua bukti itu, atas bantuan Roy dan
Dorr. . . !
Saat semuanya fokus melihat vidio itu, Angga mengincar, Zha, Dahlia yang melihatnya langsung berlari.
" Aghht Jaga anak - anakmu sayang, jangan seperti mami, yang gampang terpengaruh !" kata Dahlia, melemas dan bersimbah darah.
Leon langsung Bught, bught
Bught
__ADS_1
bught
Aght
aght
Aghhht, Leon langsung menyerang Angga dan mematahkan setiap tulang sendinya.
Itu permintaan Zha, agar kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan kata Leon.
Zha kontraksi di saat yang tidak tepat.
" Awwww kak Leon, perut Zha sakit, aww kak. . !" teriak Zha.
Leon langsung menghampirinya.
" Zha Akan melahirkan, kita tidak bisa tunggu lama, ketuban sudah pecah " kata Leon.
Semua orang panik, Angga masih terkapar di lantai, Leon menggendong istrinya, saat akan sampai di pintu
Dorrr,
Tepat mengenai punggung Leon , ternyata tangan Angga yang satunya masih berfungsi, tanpa semua sadari ternyata Angga mengambil pistolnya dan mengarahkan pada Leon.
Leon melemah, dan duduk, tanganya sudah tidak mampu lagi menyangga Zha.
" Kak Leon !" teriak Zha menahan sakit di perutnya, dan juga di hatinya, melihat suaminya bersimbah darah.
Leon Masih sanggup duduk, dengan mengelus pipi istrinya.
" Kak Leon. . . !" teriak Zha.
Deon menggendong Dahlia.
Saat Ira akan membidik Angga Adi dengan cepat, menendang pistolnya, dengan sekuat tenaga Adi, menendang pantat Angga, sampai tulang ekornya patah, dan mematahkan tangan yang tinggal satu satunya lagi.
"Aghhhhht. . . kenapa kau tidak bunuh aku? " erang Angga.
" Terlalu gampang, kalau kamu mati, sebelum merasakan penderitaan Zha, yang bapaknya telah kau bunuh " kata Adi.
Adi langsung menggendong Zha, membawanya ke mobil, sedang anak buah Angga, sudah mati terkapar di pelataran vila.
" Tenangkan dirimu Zha, kau harus lahirkan anak ini dengan selamat, karena dia ke turunan Leon, pria jinius " kata Adi menyemangati Zha.
Sedang Leon, di bawa oleh anak buahnya dan juga Deon.
" Kamu kok sampai sini Di ?" tanya Zha sambil menahan sakit.
flash back.
Adi, melakukan resepsi pernikahan yang tidak seberapa mewah, karena dia merasa tidak ada saudara di dekatnya, hanya mengundang sanak saudara.
__ADS_1
Adi gelisah saat bersanding, di pelaminan, Saat malam tiba Adi masih menunggu Roy datang.
" Apa yang kau pikirkan Adi ?" tanya Dani.
" Aku memikirkan Zha, kenapa Roy tidak ke sini, apa Zha kenapa - napa !?" jawab Adi.
" Coba kamu telepon Roy " Suruh Dani.
Adi lalu menghubungi Roy.
📱" Maaf Adi aku tidak bisa datang, tuan Leon dalam bahaya, Angga menuju ke sana !" kata Roy saat mengangkat telepon dari Adi.
📱" Jemput aku, aku akan ikut ke sana ?" kata Adi.
" Jadi kamu akan meninggalkan resepsi ini Adi ?" tanya Jak.
Adi mengangguk.
" Pergilah, bapak mengizinkanmu !" kata Dani.
Adi langsung memandang Mita.
" Pergilah, aku tidak apa !" Kata Mita, Adi langsung lari ke kamar menyiapkan semua, di susul Mita.
Saat Adi menyelipkan sebuah pistol di panthopelnya Mita bertanya.
" Pistol dari mana otu ?" tanya Mita.
" Pemberian kak Leon untuk jaga diri !" kata Adi
" Maafkan aku sayang, ini malam bahagia kita tapi aku harus pergi !?" kata Adi sambil memeluk Mita dan mencium kening Mita.
" Baru kali ini aku melihat mereka mesra " kata bu Dani.
" Tidak apa, selamatkan putra jenius, dan juga Zha, kita bisa merayakan lain kali, seperti Zha, di hari pernikahanya hanya sederhana, tapi di rayakan berkali - kali " kata Mita.
" Terimakasih atas pengertianmu ! " kata Adi.
" Zha sahabatku, dan saudaramu, ahiri penderitaanya, memperjiangkan cinta Leon !" jawab Mita menahan air mata.
" Tunggu aku pulang !" kata Adi sambil berlari, karena helikopter, Roy sudah sampai.
Mita mengikuti berlari, karena baju pengantin menghalanginya, membuat langkahnya terbatas.
" Aku tahu, kau pengantin baru, tapi ini bukan saatnya Adi. . !" teriak Roy, dari helikopternya saat Adi mencium kening Mita.
" Saya berangkat Mit, pak, pak, buk, Roy kiyosi memang tukang emosi " kata Adi masih bisa membuat Mita tersenyum dengan tingkah konyolnya.
Adi berlari dengan memakai jaket kulit, celana panjang sepatu panthopel, memperlihatkan kerenya.
Mita berusaha tersenyum menemui para tamu, tanpa pengantin pria di dekatnya tambah lagi menanyakan pengantin prianya.
__ADS_1
" Kalau saya mah ogah, di tinggal pas sayang sayange !" kata Ima di dekat Mita.
" Karena kita saling peduli, tidak seperti kamu " cetus Mita pada Ima.