ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kemewahan


__ADS_3

Kemewahan


...****************...


" Ternyata papi masih mempunyai hati memberikan Leon pilihan, dan papi pasti tahu jawabanya !" jawab Leon.


Angga tersenyum puas pada Leon, karena Leon tersenyum pada Angga penuh arti.


Leon memegang tangan Angga dan mengarahkan tangan Angga ke atas.


" Wanita hamil tidak bisa di cerai pi " jawab Leon.


" Ini pi seluruh fasilitas yang papi kasih dengan atas nama reksa group " kata Leon sambil memberikan card apartemen dan beberapa kunci kendaraan.


" Leon rela papi hina mandul, lemah, tapi Leon tidak rela kalau istri Leon, papi hina " kata Leon membuat kaget Angga dan Dahlia.


" Zha bereskan seluruh pakaian kita, malam ini juga kita keluar dari sini . . .! teriak Leon.


Ternyata Leon sudah tahu kalau Zha di lecehkan oleh mr John dengan cerita Zha, saat Leon akan menghajarnya tapi Zha melarangnya.


Saat Zha keluar dengan membawa dua koper besar.


" Sebagian tidak Zha bawa kak, karena tidak muat " kata Zha.


" Biarkan, nanti bisa di jual sama papi se apartemenya " jawab Leon.


" Leon jangan pergi nak ?" mohon Dahlia sambil menangis saat Leon melangkahkan kaki keluar pintu apartemen.


" Dasar anak tidak mau di untung kamu Leon . . .! pulang, atau papi tidak akan maafkan kamu selamanya dan ku hapus kamu dari kartu keluarga tidak dapat warisan sepeserpun ?" teriak Angga.


Tapi Leon tidak menengok sama sekali.


Di parkiran Zha menarik Leon.


" Kau sungguh kak ?" tanya Zha.


" Apa kau meragukanku, percaya sayang, aku bisa menghidupimu, dan anak kita. walaupun tanpa harta papi !" kata Leon meyakinkan Zha.


" Kita mau kemana kak ?" tanya Zha.


" Mau cari kontrakan " jawab Leon.


" Lebih baik kita menginap tempat ibu saja dulu kasian baby nanti kedinginan, mana lagi ini sudah malam, mana ada yang mau menerima tamu !?" kata Zha.


" Kamu yakin ?" Tanya Leon.


" Kenapa tidak, orang tuaku bukan orang yang kejam kak kita ceritakan saja pada orang tuaku !?" kata Zha.


" Baiklah sayang ?" kata Leon sambil menstater motor sport miliknya.


sedangkan koper di antar pakai jasa ojek.


Sesampainya di tempat orang tua Zha, Zha menceritakan semuanya.


Didik memanggil Leon.


" Terima kasih kau lebih mempercayai putriku ?" kata Didik.


" Aku tidak akan mengulang kedua kali kesalahanku pak, hanya karena foto Leon tergiur, lagian Zha sudah cerita semuanya sebelum aku melihat foto itu !?" jawab Leon.

__ADS_1


Didik langsung memeluk Leon dan di balas Leon.


" Tapi di sini tidak semewah dan senyaman tempat kalian !?" kata Rima.


" Kenyamanan diriku, di saat aku dekat dengan istriku " kata Leon sambil memeluk Zha dan menciumnya.


Ahirnya mereka istirahat dan paginya.


" Buk !" panggil Zha.


" Ada apa Zha ?" tanya Rima.


" Buk kenapa ya ? payudara Zha sakit dan keluar air bening sedikit putih ?" tanya Zha.


" Itu pertanda bagus Zha, berarti sudah ada Asi kamu sudah keluar " kata Rima.


" Tidak berbahaya ya buk ?" tanya Zha.


" Tidak sayang !" kata Rima.


Leon yang baru bangun habis mandi langsung memanggil Zha.


" Sayang ?" panggil Leon.


" Iya kak, di sini jangan keras - keras, bukan apartemen yang kedap suara, nanti tetangga dengar !" kata Zha memperingatkan suaminya.


" Ya maaf, ayo ke dokter mumpung masih pagi ?" ajak Leon.


" Tidak jadi kak, kata ibuk, tidak apa - apa malah baik kok, ternyata cairan itu ASI " kata Zha.


" Tapi usia kandunganmu masih enam belas minggu ?" tanya Leon.


" Oh ya sudah " kata Leon sambil memeluk istrinya yang berdaster sedang memasak.


Rima yang akan masuk dapur jadi mengurungkan diri karena melihat anak dan menantunya yang sedang asik.


" Kak jangan kebiasaan nanti di lihat ibu sama bapak " kata Zha.


" Kau istriku, dia juga pernah muda, mungkin tidak bisa seperti kita atau menahan hasrat !?" kata Leon sambil memegang hidung istrinya.


Rima sama Didik yang mengintip jadi tersenyum sendiri.


Saat sarapan.


" Pak de ! pak de ?" panggil Adi yang sedang panik.


" Ada apa Di ?" tanya Didik.


" Bapak pakde, kambuh lagi ?" kata Adi dengan gelisah.


" Emang paklek sakit apa pak ?" tanya Zha.


" Pak lek mu sakit usus buntu, hanya mau di oprasi tidak mau, karena biaya, " cerita Didik.


" Kenapa tidak kasih tahu Zha ?" tanya Zha.


" Pak lekmu tidak mau merepotkan kamu lagi katanya Zha makanya di saat dia sakit tidak kasih kabar kamu ?" cerita Didik.


" Pak lek, Pak lek, ?" kata Zha

__ADS_1


" Ayo kita kesana ?" ajak Rima.


" Ayok ! tapi Zha belum mandi, mandinya nanti siang sajalah !" kata Zha sambil mengikat rambut sekenanya.


Mereka berjalan sekitar lima puluh meter dari rumah.


Sesampainya di tempat Adi sudah banyak orang.


" Pak lek ?" panggil Zha.


" Zha, nak Leon !" kata Jak saat melihat Zha dan suaminya sambil memegang perutnya.


" Pak lek berangkat ya ke rumah sakit besar, masalah uang todak usaj kiatir ?" bujuk Zha.


Jak menggeleng, Zha tidak bisa membujuk dengan lembut.


" Pak lek, dengarkan Zha, kalau pak lek tidak mau berobat siapa yang susah ?, siapa yang tidak panik ?, Adi belum nikah pak lek, siapa yang mau ngomelin dia ?, siapa yang peduli sama dia ? kalau Zha mah ogah, mendingan pak lek sekarang berobat, dari pada Zha darah tinggi ? masalah uang bisa di cari, tapi kesehatan terpenting !?" bentak Zha membuat Jak takut, ahirnya mau di ajak ke rumah sakit.


" Ibu harus ikut, kalau ibu tidak okut siapa yang akan jadi alarm mereka bertiga ?" kata Zha.


" Tapi besok ada orang kerja Zha?" kata Rima.


" Zha bisa buk !" kata Zha.


Setelah semua siap, Zha memberi beberapa uang dan dengan bantuan para tetangga.


" Kalau kurang hubungi Zha lagi ya ?" kata Zha.


" Zha kau dan suamimu berulang kali membantu keluargaku, kemarin uang semester, uang bapak berobat, dan ini uangmu lagi " kata Adi.


" Terima kasihku tidak ada henti Zha, sama kamu dan suamimu !" sambung Adi.


" Kitakan saudara !" kata Zha.


Ahirnya mereka berangkat menuju rumah sakit besar.


Zha di rumah hanya dengan Leon.


" Kita sepi lagi sayang !" teriak Leon.


" Kak, Zha mau buka usaha ?" tanya Leon.


" Apa kamu punya uang ?" tanya Leon.


" Uang nafkah dari kak Leon, sedang yang Zha kasih ke Adi tadi uang kes, sisa dari kak Leon !" kata Zha.


" Paling janya tiga puluh juta Zha ha ha ha !" tawa Leon mengejek istrinya.


" Menghina, ada sekitar hampir sembilan ratus juta kak, belum lagi perhiasan Zha yang Zha tabung kak !" kata Zha membuat Leon diam.


" Memang mau usaha apa ?" tanya Leon.


" Buka usaha kue di rimah saja !?" kata Zha.


" Boleh, asal jangan sampai kamu lelah sayang, kasihan baby twin ?" nasihat Leon.


" Jadi kak Leon tidak kasihan sama Zha ?" tanya Zha.


" Kamu tidak ada kasihan, tapi kesehatan kamu terpenting ?" kata Leon.

__ADS_1


" Terima kasih kak Leon ?" kata Zha sambil memeluk suaminya.


__ADS_2