ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Bidadarinya Arief


__ADS_3

BodadarinyaArief


...****************...


"Roy, itu pacar kamu , cantik ?" tanya Linda pada Roy.


" Sembarangan mbak, dia istri orang !" jawab Roy.


Membuat Linda melongo.


" Tapi dia masih kecil kelihatanya Roy ?" kata Linda.


" Mbak Linda tahu Arief yang suka kesini dulu ?" tanya Roy.


" Ya " jawab Linda.


" Itu pacarnya, yang sekarang jadi istri kakaknya !" cerita Roy.


" Jadi istri Leon !" jelas Linda.


Roy mengangguk.


" Kenapa kamu bawa kesini ?" tanya Linda.


" Saya juga kurang tahu, tadi aku menemukan dia menangis di jalan, dari pada dia kenapa - kenapa, mending aku bawa ke sini " jelas Roy.


Setelah Zha selesai bersih - bersih, Zha keluar menemui Roy.


" Ada apa dengan rumah tanggamu Zha ?" tanya Roy.


" Aku di talak kak Leon, Roy " jawab Zha dengan bercucur air mata.


Lalu Zha menceritakan kronologi kejadianya.


" Aku yakin Leon tidak bisa hidup tanpamu !" kata Roy.


" Assalamualaikum. . !" salam dari seorang wanita dari luar.


Roy dan Zha menjawab.


Wanita cantik dan modis masuk dengan irama lenggokan yang indah.


" Kau tahu Zha, dia juga salah satu korbanya Arief !" canda Roy saat Lusi masuk melihat Zha dan Roy.


" Maksudnya ?" tanya Zha.


" Enak saja, cuman pacarnya kali !" jawab Lusi dengan centilnya.


" Kamu Zha ya ?" tanya Lusi pada Zha.

__ADS_1


" Iya, emang dirimu siapa ? kok kenal aku ?" tanya Zha.


" Aku Lusi, kamu tahu, siapa yang tidak kenal Zha bidadarinya Arief ?, yang di gunjingkan sekampus, karena di perjuangkan Arief si play boy kampus !" kata Lusi.


" Jadi anda salah satu korbanya Arief ?" tanya Zha dengan senyum.


" Tidak sih, walaupun Arief, play boy, tapi dia bukan sang kasanova, dan pacarnya segudang, tidak ada yang di putusin, karena dia paling alergi mutusin cewek, dan kalau di tanya kenapa jadi play boy, pasti jawabanya lagunya Irwansyah, AKU MEMANG PECINTA WANITA TAPI KU BUKAN BUAYA " Cerita Lusi.


" Nanti dulu ya ceritanya kita lanjutkan nanti aku mau mandi" kata Lusi sambil berlalu pergi.


Di tempat lain, Leon merasa kuatir setelah mengusir istrinya, dan di luar hujan deras dan terlihat ponsel dan buku ATMnya Zha di tinggal dan ada secarik kertas yang ada tilisan Zha.


* Kak jaga kondisimu baik - baik, dan jangan lupa minum susu setiap pagi ya ? karena sudah Zha delivery, dan siang minum air kelapa hijau. walaupun kau sudah bukan niliku, tapi pikirkanlah pasanganmu kelak ! *


* Salam Zha mantan istrimu *


Membuat Leon menjatuhkan air matanya.


" Kau bukan mantan istriku Zha, tapi masih istriku. . . !" teriak Leon dalam kesendirian.


Leon keluar apartemen mencari keberadaan Zha tapi tidak ada juga, ahirnya Leon pulang dengan keadaan kecewa dan tidak bisa tidur semalaman.


Di pagi harinya.


" Sayang, mana dasi merahku ?" kata Leon pada Zha, Leon lupa kalau Zha sudah di usirnya membuat Leon mengacak rambutnya.


" Di mana kamu Zha, aku bingung tanpa kamu aku bangun kesiangan, aku belum sarapan, di mana sarapanku Zha !" kata Leon sambil duduk di lantai memandangi rumah yang berantakan.


...****************...


" Kenapa kamu Zha ?" tanya Linda pada Zha.


" Tidak tahu mbak, tiba - tiba Zha mual " kata Zha.


" Apa kamu hamil ?" tanya Linda.


" Tidak mungkin mbak !" jawab Zha.


" Oh. . Mbak kemarin juga mual, waktu mbak tes, ternyata mbak hamil kirain kamu juga begitu ? " Kata Linda sambil menunjukan alat tes kehamilanya pada Zha.


" Mungkin Zha hanya masuk angin saja ?" kata Zha.


" Apa kamu kurang nyaman tinggal di sini ?" tanya Roy.


" Ini sudah dari cukup Roy !" jawab Zha.


Roy dan Zha berjalan ke taman belakang rumah ingin nengobrolkan sesuatu.


" Terus apa rencana kamu Zha ? Apa orang tuamu sudah tahu masalah kamu ?" tanya Roy.

__ADS_1


" Orang tuaku belum tahu Roy, Rencanaku, aku mau menunggu kak Leon tenang dulu dan berbicara baik - baik denganya untuk mengantarkan aku ke tempat orang tuaku, supaya keluargaku tidak kepikiran " kata Zha.


" Walaupun kak Leon dulu tidak neminangku dari rumah " lanjut Zha.


" Lalu Zha kalau Leon mengajakmu kembali ?" tanya Roy.


"Tidak tahu Roy, aku sepertinya akan kembali, siapa yang akan menjaga kak Leon, siapa yang akan melindunginya, kalau bukan Zha, tidak ada yang tahu siapa musuh kak Leon " jawab Zha.


" Yang aku kuatirkan kamu hamil Zha, karena wajahmu pucat, seperti mbak Linda lebih baik kamu periksa !" kata Roy.


" Ha ha ha. . . kau ada - ada saja, kak Leon kan sedang sakit Roy ?" kata Zha.


" Kau wanita subur Zha, tidak tahu kapan tuhan memberi anugrah padamu ?" kata Roy membuat Zha memandang Roy.


" Jika aku hamil Roy, aku akan menjaga anak ini, tapi aku tidak mau periksa, karena jika aku hamil, pasti aku bersedih, anaku akan hidup tanpa seorang ayah, jika tidak hamil aku akan kecewa, biarkan dia hidup akan sendirinya dirahimku aku akan menjaganya setulus hati " jawab Zha sambil mengelus perut rampingnya.


" Emang kapan kamu terakhir ajak Leon periksa ?" tanya Roy.


" Sekitar satu bulan yang lalu, seharusnya mengambil hasil tesnya lima belas hari yang lalu, tapi karena kak Leon sibuk jadi tidak ke ambil " jelas Zha.


...****************...


Di malamnya Roy sedang jalan. Dia melihat mobil Leon di club malam Roy langsung menepikan mobilnya.


" Sayang, kita pulang yok, kak Leon kangen dengan cumbuanmu maafkan aku sayang !" kata Leon pada wanita malam yang ada di pangkuanya, karena pandangan Leon sudah buram, terlalu banyak wine yang Leon tenggak.


" Aku juga sayang sama kamu " Jawab wanita malam sambil mencium bibir Leon.


" Kenapa suaramu berbeda, dan ciumanmu kasar Zha, kau biasanya lembut dan menggairahkan " kata Leon.


Roy datang dan melihat Leon akan di bawa ke kamar pelanggan, Roy segera menarik Leon.


" Kau mengganggu kesenanganku dengan istriku " bentak Leon pada Roy.


" Sadar tuan, itu bukan Zha " teriak Roy.


" Hueeeek " Leon muntah di baju Roy.


Leon marah tapi hilang keseimbangan dan jatuh pingsan.


Wanita malam sedikit memberontak akan merebut Leon, tapi Roy lebih sigap dan membawa Leon pulang ke apartemenya dan menidurkan Leon.


" Kau yang membuangnya, kau juga yang menyesalinya! kau yang mencampakanya dan kau juga yang gila " kata Roy.


Roy ahirnya keluar dari apartemen itu dan pulang ke panti, sampai di panti Roy melihat Zha belum tidur.


" Dari mana Roy, kamu mabok ya, Kau bau alkohol Roy, Hoekk . . .!" tanya Zha bertubi - tubi dan ahirnya ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.


Roy segera cuci ganti baju dan menemui Zha.

__ADS_1


" Aku tidak mabuk Zha, suamimu yang mabuk, tadi aku melihatnya di club malam, dia akan tidur dengan wanita malam, tapi yang di panggil dirimu, sepertinya dia sangat merindukanmu " cerita Leon.


__ADS_2