ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Adi dan Zha


__ADS_3

Adi dan Zha


" Aku tahu kau masih merindukanya, tapi jangan kau hancurkan dirimu sendiri " jalas Leon.


" Emang aku sudah hancur bersama " kata Zha terputus.


" Bersama hilangnya Arief ?" sambung Leon.


" Apakah kamu belum mendapatkan pengganti Arief d i hatimu ?" tanya Leon.


" Ntahlah " jawab Zha.


" Aku akan menjagamu sampai kau menemukan pengganti Arief " kata Leon sambil memeluk Zha dari belakang.


Zha semakin sesak dadanya, karena Leon tidak peka, bahwasanya Zha sudah membuka hati untuk Leon.


' Kak Leon, apa kau tidak tahu perasaanku, kenapa kau berikan kasih sayang padaku kalau kau tidak mau membuka hati untuku, kau hanya memberiku harapan palsu, membuat hatiku hancur untuk yang kedua kalinya ' kata Zha di dalam hati dengan berderai air mata di pelukan Leon.


...****************...


hari ini hari yang kau tunggu


Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu


Yang kuberi bukan jam dan cincin


Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati


Maaf, bukannya pelit


Atau nggak mau ngemodal dikit


Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'moga Tuhan melindungi kamu


Serta tercapai semua angan dan cita-citamu


Mudah-mudahan dib'ri umur panjang


Sehat selama-lamanya


Mudah-mudahan diberi umur panjang


Sehat selama-lamanya


S'lamat ulang tahun

__ADS_1


S'lamat ulang tahun


Itu lagu Arief saat dirinya ulang tahun terngiang ngiang di telinganya.


Zha yang pagi - pagi sekali sudah di taman di mana dia sama Arief dulu suka duduk di sana di dekat kolam memegang gitar dan bernyanyi.


" Kau di mana Arief aku rindu, aku rindu, sudah setahun kau meninggalkan aku !" gumam Zha dengan air mata yang masih mengalir.


Leon yang baru saja membuka matanya melihat ke sekeliling, mencari keberadaan Zha, namun yang di cari sudah tidak ada.


Kekamar mandipin tidak ada, hanya sabun basah yang habis di pakai, saat Leon keluar, di meja makan sudah siap sarapanya.


" Kemana kamu Zha, ? apa kamu masih marah ?" kata Leon.


Leon langsung meraih jaketnya dan ponselnya akan mencari Zha. setelah memakai jaketnya Leon membuka ponselnya. dan ada notivikasi.


" Sarapan dan keperluan kak Leon ke kantor sudah aku siapkan, Zha pergi dulu " pesan dari Zha.


Lalu Leon berusaha menghubungi ponsel Zha, tapi suara ponsel itu masih di balik selimut. Leon mengacak rambutnya dengan frustasi.


Leon menghibungi Mita.


" Iya pak ada apa ?" tanya Mita di balik telepon.


" Kau tau di mana Zha ?" tanya Leon.


" Zha tidak ke kampus pak malam ini ?" kata Mita.


" Kau tahu di mana dia biasanya ?" tanya Leon lagi.


" Cobak di pantai pak tempat terahir dia bersama Arief aku dan Adi akan bantu cari di tempat lain ?" kata Mita.


" Trima kasih " jawab Leon.


Tut. . Leon mematikan secara sepihak.


Mita yang sebel mengikuti omongan Leon dengan mulut di maju - majuin.


" Pantas saja Zha bosen, orang cueknya kayak gitu sedangkan Zha anak yang selalu ceria. ?" kata Mita.


" Ada apa Mit ?" kata Adi dari belakang


" Zha pergi dari pagi, kita harus bantu pak Leon membantu cari Zha " kata Mita.


Adi sedikit berfikir.


" Emmm aku tahu, pasti di taman di mana tahun lalu kita dan Arief merayakanya di sana !" kata Adi.


" Oh iya juga, kenapa aku tidak kepikiran kesitu ? ayok kita kesana ?" kata Mita.


Adi dan Mita menuju taman yang lumayan jauh dari kampusnya dan mencari ke sekeliling taman,


Adi melihat seorang wanita cantik body kecil duduk di tepi kolam dengan melempar batu ke kolam dengan malas.


Adi menghampirinya.

__ADS_1


" Hai, kangen ya ?" sapa Adi duduk di dekat Zha.


Zha hanya mengangguk dan air mata lolos begitu saja.


" Kalau kangen ngomong ? kita kangen bareng - bareng !" kata Adi sambil menarik kepala Zha menyender ke dadanya.


Zha hanya menangis.


" Suamimu nyariin kamu, tadi pagi dia sobuk, telepon sana sini " kata Adi dan di tanggapi senyum kecut oleh Zha.


" Kalau ada masalah di omongin, apa komitmenmu sudah berubah ?" tanya Adi sambil menyeka air mata Zha.


Zha hanya menggeleng.


" Menangislah kalau itu bisa membuatmu lega " suruh Adi


Mita yang baru tahu kalau kedua sahabatnya langsung menghampirinya.


" Hai kenapa tidak ngomong kalau ada di sini ? Zha tadi kami di cari suamimu dan aku bilang mungkin ke pantai, dia terlihat panik, dan kamu Di, kenapa tidak ngomong kalau sudah ketemu, chat kek atau telepon kek " oceh Mita tanpa jeda membuat Adi geleng kepala, dan memberi kode agar Mita diam dengan jari telunjuk di bibirnya.


Zha yang masih menangis dalam dekapan Adi pun semakin menangis tanpa mengeluarkan suara.


" Aku sudah melupakan Arief Di, dan aku sudah mencintai kak Leon, dan menganggapnya suamiku tapi !" Zha mulai mencurahkan isi hatinya pada Adi.


Adi hanya manggut manggut mendengarkan cerita Zha, saat Mita akan buka suara, di larang oleh Adi.


Tapi ternyata kak Leon tidak mencintaiku, kasih sayang perhatian hanya menganggapku sebagai adik, dan dia juga bilang dia akan menjagaku sampai aku menemukan pengganti Arief " cerita Zha yang masih mengeluarkan air mata.


" Aku aku jadi teringat Arief lagi, aku jadi rindu Arief lagi, setelah sekian lama isi hatiku di isi kak Leon " jelas Zha.


" Aku boleh bicara ?" kata Adi.


Zha mengangguk.


" Dulu aku benci banget Zha sama kamu, bukan hanya benci, tapi sangat Zha, setiap kamu yang salah, kamu yang nangis, selalu aku yang di salahkan oleh orang tuamu dan juga orang tuaku "


Adi menjeda.


" Kamu itu dulu cengeng banget sampai sekarang " kata Adi sambil mencubit hidung Zha.


" Tapi kenapa kamu sekarang peduli padaku ?" tanya Zha.


" Walaupun kau cengeng, kau selalu peduli, kau selalu membelaku, dan kamu tidak akan membiarkan aku terluka "


" Kau merawatku dengan tulus, di saat aku habis di pukul ayahku, dan kau selalu membela, saat aku di marahi, dan satu lagi yang membuat aku sadar di saat aku terpuruk di saat ibu meninggal, mungkin seperti kamu saat ini "


" Kau bilang padaku, pria itu harus kuat, pria itu tidak boleh cengeng karena pria itu tugasnya banyak, salah satunya kau harus melindungi, bukan menangisi " mempragakan gaya Zha bicara.


" Di saat aku tidak di beri uang jajan, uang jajanmu kau bagi dua denganku, kalau tidak kau bude yang memberiku " kata Adi.


" Kau bawa aku ke pasar kau ajarkan aku mencari uang jajan dan sampai saat ini kau masih membantu kita "


" Ternyata aku salah membencimu, di diri kita ada aliran darah yang sama " kata Adi.


" Seperti halnya pak Leon, kamu sudah mencintainya dan menerima kehadiranya, sekarang tinggal giliranmu membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


__ADS_2