ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
SANG PEWARIS


__ADS_3

Sang pewaris


...****************...


" Bapak sama ibu, akan punya cucu, Zha hamil bu ?" kata Zha dengan gembira, Didik pun senyum bahagia beda dengan Rima, menunduk dan mengeluarkan air mata.


" Kenapa ibu tidak suka Zha hamil bu ?" kata Zha kecewa.


" Bukan ibu tidak suka Zha, ibu terharu, tapi ibu juga kuatir, umurmu masih kecil nak ibu takut kamu !" kata Rima terputus.


" Ibu, semua sudah ada yang mengatur, Zha yakin Zha anak yang kuat kok, jika umur bukan sebuah tergantungnya keselamatan melahirkan, seharusnya kak Rahma selamat buk karena umur kak Rahma sudah cukup untuk melahirkan !" jawab Zha.


" Benar yang di katakan Zha buk ?" jawab Didik.


" Jangan kau rusak mental anakmu, walaupun kita kuatir, terlihatlah kita bahagia " bisik Didik pada Rima saat Zha beranjak duduk.


" Maafkan ibu sayang, ibu bahagia karena itu cucu ibu, sudah lama kita menanti cucu, iya tidak pak ?" tanya Rima pada Didik dengan raut bahagia yang di paksakan.


" Dan Zha hamil anak kembar buk pak !" kata Zha membuat hati Rima semakin teriris, tapi berusaha tersenyum.


" Oh ya, ibu mau ke pasar dulu, kamu mau titip apa ? biasanya hamil muda ingin yang asam - asam " tanya Rima.


" Terserah ibu saja !?" kata Zha.


Ahirnya Didik dan Rima pergi ke pasar dan Adi datang.


" Ow ada buk bos ?" kata Adi saat melihat Zha.


" Emmmm " Zha cuek memainkan ponselnya.


Adi langsung menuju dapur menuju kulkas.


" Zha aku kangen masakanmu ?" kata Adi.


" Aku bisanya masak mi instan " kata Zha.


" Tidak masalah " kata Adi.


" Emang bude ke mana ?" tanya Adi.


" Ke pasar Di " jawab Zha


Lalu Zha muncul sebuah ide.


" Kalau kamu lapar, kita ke pasar saja yok ?" ajak Zha.


" Mau ngapain ?" tanya Adi.


" Jadi pengemis " jawab Zha asal.


" Ya cari makanan yang enak " kata Zha.


" Tapi belikan aku baju ya ?" kata Adi sambil bercanda.


" Tidak masalah !" jawab Zha.

__ADS_1


Ahirnya Adi dan Zha menuju pasar dengan mengendarai motor butut punya Adi yang suaranya bising, dan Zha cerita kalau dia telah hamil sama Adi.


" Berarti aku bakalan jadi uncle tampan dong !" kata Adi dan di ketawakan oleh Zha.


" Tampan dari mana ? dari hongkong ?" kata Zha.


Sesampainya di pasar Zha dan Adi masih terus bercanda, dengan sesekali Zha mencubit pinggang Adi, ada yang tahu kalau dia sepupuan ada yang tidak.


Seorang cewek menghampiri mereka berdua dan.


Plaaak. . . !


Sebiah tamparan mendarat di pipi Zha. Zha terkena gamparan seorang gadis hitam manis, mungil, Adi langsung menarik wajah Zha dalam dekapanya.


" Ternyata ini mas kelakuan kamu di belakangku ?" kata gadis kecil itu.


" Kalau kamu tidak tahu jangan main asal gampar saja !?" bentak Adi pada gadis yang bernama Rindu.


" Kau kejam mas, kau lebih memilih gadis ini dari pada aku hu hu hu hu !" tangis Rindu sambil memukul - mukul Adi.


" Terserah kamu . . . !" kata Adi.


" Kamu jahat. . . !" bentak Rindu.


" Aku bisa mati karena kamu, dia istri sultan, dan dia sepupuku, dan dia sedang mengandung sang pewaris Leon !" bentak Adi sudah tidak peduli lagi kalau mereka bertiga jadi pusat perhatian.


" Apa ?" tanya Rindu terkejut.


" Tidak mungkin . .dia masih kecil juga !" teriak Rindu yang melihat wajah dan tubuh Zha masih remaja.


Rindu memandang Zha dari atas sampai bawah.


" Cepat carikan es batu, supaya tidak memar pipinya " perintah Adi.


Adi membawa Zha ke salah satu warung untuk beristirahat.


" Pacarmu Di ?" tanya Zha.


" He he he iya, ingin juga Zha ngerasain pacaran ?" kata Adi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Gak apa - apa !" kata Zha


Setelah es batu datang Adi langsung mengompres pipi Zha.


" Zha jangan bilang pada alien kota ya ?, aku tidak mau masa depanku hancur dan mati di tanganya " kata Adi.


" Emang kak Leon Mafia, asal bunuh orang ?" kata Zha.


" Kak maafin Rindu ya ?" kata Rindu pada Zha.


" Santai saja Ndu ?" jawab Zha


" Mas maafin Rindu ya ?" tanya Rindu pada Adi.


" Kamu gampang mintak maaf, aku yang di ujung ilalang " kata Adi.

__ADS_1


" Tanduk Adi . . !" teriak Zha.


" Biar langsung tidur !" kata Adi.


" Kamu Zha kan ? pacarnya Arief Angga reksa ? Istri Leonardo ?" sapa seorang ibu penjual nasi uduk yang bernama Leni yang umurnya sekitar lima puluh tahunan.


" Siapa ibu kok kenal suami saya ?" tanya Zha.


" Siapa yang tidak kenal dengan Leon, pria tampan dengan beberapa penghargaan di bidang bisnis yang mempunyai banyak aset, salah satunya pasar ini mungkin kalau orang baru tidak tahu, tapi kalau orang lama seperti saya paham !" Cerita Leni.


" Maksudnya buk ?" tanya Zha.


" Ya, dulu pasar ini akan di jual oleh pemilik tanah, dan datang seorang malaikat penyelamat tampan cool Leon dan Arief, tapi tidak pakai nama Angga reksa, pribadi mereka berdua membeli pasar ini " jelas ibu itu.


" Makanya saat meninggalnya Arief kita mengikuti, sampai kekasihnya di nikahi kakak kandungnya di depan jasadnya atas permintaanya !" jelas Leni.


" Dan ternyata aku dengar dari para tetangga pacarnya Arief putrinya buk Rima, waktu itu aku sangat sangat bersyukur sekali !?" lanjut cerita Leni.


" Kenapa buk ?" tanya Adi.


" Ternyata istrinya masih satu kecamatan " kata Leni.


Zha memakan nasi Uduknya saat Zha akan bayar di tolaknya.


" Pasar ini milikmu, jika kamu bilang kau istri Leon, pasti semua orang akan berbuat sama denganku !?" kata Leni lagi.


" Buk, anda berjualan untuk mencari penghasilan bukan gratisan, dan ini terima saja, tidak perlu dikembalian !" kata Zha sambil mengulurkan uang pecahan seratus ribu.


" Zha ada yang mengawasi kita dari kita berangkat tadi " bisik Adi sambil melirik ke arah dua orang besar tinggi.


" Ternyata kak Leon bawakan aku body guard, tapi tidak ngomong " kata Zha.


" Kenapa todak ngomong ?" tanya Adi.


" Karena aku selalu menolak Di " jawab Zha.


Zha mengajak Adi memasuki sebuah toko barang bermerk membuat Adi penasaran.


" Kenapa kita kesini Zha ?" tanya Adi.


" Katanya mau beli baju " kata Zha.


" Tapi di sini mahal Zha ?" kata Adi.


" Sudah pilih, akukan istri Alien kota katamu, uang tinggal gesek " kata Zha dengan sedikit sombong pada Adi.


" Cobak ini Di " kata Zha melempar kemeja pada Adi yang masih bengong.


" Ini mahal Zha !" protes Adi.


" Kau tahu Di, berapa kak Leon sekarang kasih uang jajan aku " tanya Zha.


" sepuluh atau dua belas juta, itu katamu !" kata Adi dan di gelengi Zha.


" Bukan, sudah naik, kemarin lima puluh dan tadi sembilan puluh, ini uang kesnya enam juta " kata Zha.

__ADS_1


" Kalau aku nikah nanti, bisa tidak ya aku memberikanya seperti itu ?" kata Adi.


__ADS_2