ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Kontrakan


__ADS_3

Kontrakan


...****************...


Leon ngobrol dengan Dani, dan Mita dengan Zha.


" Zha kenapa aku kangen banget sama Adi, biasanya tiap pagi dan sore ada yang usil " kata Mita.


" Jangan - jangan kamu mulai jatuh cinta pada Adi ?" kata Zha.


" Tidak mungkin Zha. . ! Adi itu manusia yang nyebelin !?" jekas Mita.


" Jangan bilang gitu, nanti kena tulah !" kata Zha.


Zha dan Mita asik ngobrolin Adi sambil memilin makanan ringan sedang Leon dan Dani bercengkrama sambil makan kue buatan Zha.


" Pak lek kita makan bersama yok ?" ajak Zha.


" Kebetulan pak lek belum makan " kata Dani.


" Ayo pak lek " ajak Leon.


Ahirnya mereka makan malam bersama.


" Ternyata benar Zha masakan kamu enak Zha, coba kamu ajari Mita, biar tidak perawatan terus, masakan juga perlu !?" kata Dani.


" Ayahhh !" tariak Mita karena tidak terima.


" Tapi Mita kan pintar cari duit ?" kata Zha.


" Cari duit apa ? Banyak jajanya, kadang aku tombok !" cerita Dani.


" Ha ha ha . . .! " tawa semua.


" Ayah. . . !" bentak Mita lagi dengan memanyunkan bibirnya.


Setelah selesai makan Mita dan ayahnya pulang, karena melihat Leon sudah sehat.


...****************...


Rima dan Didik sudah pulang, karena Jak, sudah selesai di operasi, tinggal menunggu pulih.


Saat Leon dan Zha ngobrol tentang kontrakan, ternyata Rima dan Didik tidak sengaja mendengarkan dari luar.


Saat Zha dan Leon keluar kamar.


" Buk !?" panggil Zha pada Rima yang sedang duduk di ruang keluarga, yag pura - pura tidak tahu.


" Ada apa Zha ? apa kamu sudah tidak betah di sini, kamu mau pamitan kalau mau cari kontrakan ?" tanya Rima.


Zha dan Leon kaget mendengar ocehan Rima.


" Bukan Zha tidak betah buk, tapi Zha ?" kata Zha terputus.


" Dengarkan ibu Zha, ibu tidak rela kalian keluar dari rumah ini, ini juga rumah kalian !" bentak Rima.

__ADS_1


" Betapa kuatirnya ibu kalau kalian keluar dari rumah ini, kau tahu ibu sudah tahu kalau suamimu, pernah terkena racun, dan kalian bisa menghadapi itu !" oceh Rima.


" Zha dengarkan ibu ada yang menginginkan suamimu tidak memiliki keturunan, mungkin nyawa suamimu juga dan kau sekarang sedang mengandung anak Leon, ibu takut kau dan anakmu kenapa - napa sayang kali ini saja dengarkan ibu !" kata Rima memohon.


" Dengarkan ibu sayang, akan kita bikin rumah ini, senyaman mungkin seperti apartemenmu nak, dan kamarmu, akan bapak bikin beth up, shower supaya kamu betah sayang, ibu mohon sayang, ?" pinta Rima dengan mata berkaca - kaca.


" Tidak usah buk, Zha nyaman di sini, semua keputusan ada pada kak Leon, Zha seorang istri yang akan mengikuti suami " kata Zha.


" Bapakmu cari tukang, yang akan mengganti kamar mandi yang ada di kamarmu, menjadikan senyaman mungkin " cerita Rima.


" Buk tidak usah !?" larang Zha.


Tapi Didik sudah datang dengan beberapa alat dan bahan bangunan beserta tukangnya.


Didik mulai memberi sekema sama tukang bangunan, dan memberi beberapa gambar, tukang bangunanya langsung bisa dan segera di kerjakan.


" Nanti sore kalian mandinya di kamar mandi rumah saja ya ? dan jangan sungkan, lakukanlah semau kalian, benar kata Leon, ibu sama bapak juga pernah muda !?" kata Didik dan Zha memeluknya.


" Maafkan Zha pak, ? Zha belum bisa membahagiakan bapak sama ibu ? Zha masih menyusasahkan bapak sama ibu ?" kata Zha sambil menahan tangis.


" Kau bukan bebanku, tapi kau anugrahku, jadi kau jangan merasa membebani sayang " kata Didik.


Didik memodifikasi kamar Zha seperti di apartemen, walaupun tidak selebar kamar apartemenya.


Zha dan Leon berunding dan ahirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah orang tua Zha.


" Tapi Zha mau buka toko keu buk !?" kata Zha.


" Dari pada sewa, bagai mana kalau kita beli saja, di pojok perempatan sana ada ruko yang di jual, uang bapak masih cukup kok, mungkin bisa di bayar dua kali !" sambung Didik.


" Nanti kalau Leon sudah ada uang, uang bapak Leon ganti, karena Zha sudah tanggung jawab Leon pak !?" jelas Leon.


" Bapak juga masih bertanggung jawab untuk kalian, uang yang di pakai juga uang kalian !?" jawab Didik membuat Leon bingung.


" Besok kita survai !" kata Didik.


Semua persiapan sudah, walaupun belum di tempati, tapi Zha sudah dapat orderan kue ulang tahun anaknya Yuyun.


Zha menyuruh Leon untuk mengantar pasar, membeli keperluan pembuatan kue tapi Leon memakai pakaian lengkap dengan jaket dan topi dan tidak lupa masker


" Kenapa kak Leon seperti ******* kak ?" tanya Zha.


" Bukan ******* sayang, tapi menyembunyikan identitas !" kata Leon.


" Berarti Zha juga harus pakai kayak gitu ?" tanya Zha.


" Tidak perlu !" jawab Leon.


Di pasar, saat Leon minum dan membuka maskernya ada yang mengenalinya.


" Pak Leon . . !" panggil pedagang.


' Aduh ketahuan ' kata Leon dalam hati. dan masih diam.


" Hai ada pak Leon!" panggil pedagang itu pada pedagang lain.

__ADS_1


Leon langsung menarik pedagang itu masuk ke tokonya.


" Jangan membuat bising, ada apa sebenarnya coba ceritakan ?" kata Leon yang melihat rasa takut pada pedagang itu.


" Ayah anda kemarin ke sini, mau mengambil pasar ini, namun pengacara anda melarangnya, sampai hampir ada keributan !" cerita pedagang.


" Kau dengarkan tidak ada yang bisa mengambil pasar ini, karena yang mempunyai salah satu hak masih hidup " kata Leon.


" Baik pak . . !" kata pedagang.


Zha selesai belanja di toko itu akan menghitungnya.


" Ini istri anda pak ?" tanya pedagang tadi.


Leon hanya mengangguk.


" Tidak usah bayar buk, karena pasar ini milik pak Leon " jelas pedagang itu.


Zha lalu memandang Leon, Leon mengangguk dan mengajaknya keluar.


Setelah selesai esoknya Zha sudah mulai bikin kue, Leon dan Didik ke sawah dan Rima sedang memasak dan sambil membantu putrinya.


Brummm


Brummm


Brummm


Ternyata Dahlia datang dengan di antar Joko dengan menenteng beberapa pelastik dengan berisikan buah.


" Sayang . . !" Dahlia memeluk Zha yang masih dengan belepotan tepung.


" Mami . . . .!" Zha kaget.


" Mami kangen, bagai mana keadaan cucu mami ?" tanya Dahlia sambil mengelus perut Zha yang sudah buncit.


" Sehat mi !" jawab Zha. Zha menyuruh Dahlia duduk dan bercengkrama, sedang Rima pamit akan ke sawah mengirim suami dan menantunya.


Sesampainya di sawah Rima cerita pada Leon kalau ada Dahlia di rumah, tanpa pikir panjang Leon langsung pulang tanpa permisi membuat Didik dan Rima bingung.


Sedang Zha di rumah di suapi buah oleh Dahlia dengan kasih sayang.


Leon yang datang dengan mata memerah.


" Nak. . !" panggil Dahlia pada Leon.


" Tidak usah munafik mi, langsung saja mami kesini mau ngapain ? apa mau ganggu kehidupan Leon lagi !?" kata Leon dengan nada tinggi.


" Leon dengarkan mami, mami hanya ingin mengajak kamu pulang nak, kulitmu kusam nak sekarang, kita harus atur rencana, aset itu semua sebenarnya atas namamu, milikmu, kau adalah pewaris tunggal, biarkan Zha sementara di sini, sedang kita diam - diam menafkahi Zha dan anak kamu " jelas Dahlia.


Leon tersenyum menyeringai menatap Dahlia.


...----------------...


Para pembaca setiaku, maaf ya, seminggu yang akan datang, insyaallah tidak bisa post dulu, di karenakan akan mudik jauh.

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2