ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
AKU RINDU


__ADS_3

Aku Rindu


...****************...


Zha menggaruk kepala yang tidak gatal.


" Maaf kak Leon Zha kesini tidak bawa celana pendek, jadi Zha nemuin boxer kak Leon, Zha pakek !" kata Zha.


" Apa kamu mau tempat mami pakai boxer itu ?" tanya Leon dan di angguki Zha.


" Ganti, kamu itu istri Leon angga reksa, jadi tidak ada yang boleh lihat lekuk tubuhmu sedikitpun " teriak Leon.


Saat Zha akan berangkat ke kamarnya.


" Dan satu lagi belajarlah jadi cewek feminim mulai dari sekarang " kata Leon.


Belum saja balik. ponsel Leon bunyi, Zha yang penasaran langsung menubruk Leon yang sedang duduk.


Dengan dada di wajah Leon.


' Oh tuhan, apa lagi ini ' kata Leon yang sesak dadanya yang tidak kuat memandang, gundukan indah di dekat matanya dan wangi tubuh Zha.


' Sabar Leon, katanya kamu tidak mau dia memberikanya secara terpaksa, dan masih menyebut nama Arief saat bercinta ' kata Leon di dalam hati.


" Hai ngapain. . .!? kamu bikin aku jantungan saja " teriak Leon.


" Kirain dari pacar kak Leon, " kata Zha masih di pangkuan Leon.


" Terus siapa ?" kata Leon.


" Seketaris kak Leon yang seksi itu ?" kata Zha.


" Angkat . . .! " kata Leon menyuruh Zha.


Lalu di angkat oleh Zha.


" Dasar anak kecil, kelakuanya masih bar - bar " kata Leon, yang masih merasakan gejolak di dadanya.


" Hallo " kata Zha, saat ponsel tersambung.


" Ini Zha si ingusan itu ya ?" tanya Yanti dari sebrang sana membuat Zha mengerucutkan bibirnya tanda jengkel"


" Iya ngapain gadis lapuk ?" kata Zha.


" Aku pentingnya sama Leon, tidak sama anak ingusan kayak kamu ?" kata Yanti.


" Aku walaupun anak ingusan tapi aku istrinya " kata Zha.


" Leon kemana ?" kata Yanti masih dalam mode emosi.


" Ini di bawahku " jawab Zha.


Membuat Yanti matanya melotot di sebrang sana, karena pikiranya traveling.


' Dasar anak kecil, sudah siang juga masih mintak jatah ' pikir Yanti.

__ADS_1


" Nih kak, mantanmu ? " kata Zha mengulurkan ponselnya yang masih duduk di pangkuan Leon menghadap Leon.


Leon hanya senyum dan menerima ponselnya.


Setelah selesai mengangkat dan menerima telepon dari Yanti.


" Zha, kamu saya antar rempat mami tapi aku tinggal ya ?" kata Leon yang masih memakai baju yang di siapkan Zha .


" Emang kak Leon mau kemana ?" tanya Zha.


" Ada urusan di kantor sebentar, tidak lama kok ?" kata Leon.


" Mau pacaran kan ?" tanya Zha.


Leon belum sempat menjawab.


" Kak jangan pernah main belakang sama istri, lebih baik di bunuh langsung dari pada perlahan kalau sudah tidak betah balikin saja ke orang tuanya karena dia tidak akan pernah mencampakan anak, seperti suami mencampakan istri karena tahu rasanya berjuang dan membesarkan anaknya " kata Zha.


" Zha. . !" belum sempat Leon ngomong lagi.


" Kalau kekantor kok pakai baju itu, biar Zha ganti ?" kata Zha.


" Tidak usah biar ini saja , lagian tidak resmi !" jawab Leon.


Zha dan Leon masuk mobil. di mobil hanya sepi, biasanya hanya Zha yang ngomong di sini tidak sedikitpun ada kata dari Zha.


" Zha !" panggil Leon.


" Emmm !" jawab Zha singkat.


" Apa kamu cemburu ?" tanya Leon.


Sesampainya di rumah Dahlia Zha mengucap salam dan di bukukan oleh bi Sumi, dan di sambut oleh Angga dan Dahlia.


Leon langsung pamit, Zha bersalaman dengan takjim tangan Leon dan Leon mencium kening Zha, seperti keluarga bahagia.


' Mungkin menantunya sudah menerima kehadiran Leon, dan melupakan Arief ' pikir Dahlia.


Mereka ngobrol bahagia seperti anak dan ibu, tidak ada jarak di antara mereka, sesekali tertawa bahagia Angga yang di sana merasa di cuekin.


" Tidak terasa sudah empat bulan kalian menikah. kapan nih rencana bikinin mami cuci ?" tanya Dahlia membuat Zha membulatkan matanya.


" Santai lah mi, kan Zha masih muda ?" kata Zha, dengan di samvut tawa bahagia.


" Jangan kelamaan, nanti keburu mami tua " kata Dahlia.


' Jangankan bikin cucu, si sentuh juga belum ?' pikir Zha.


Dahlia ke belakang karena mengangkat telepon dari teman sosialitanya.


Zha berjalan menuju kamar Arief.


Cklek


Cklek

__ADS_1


Cklek


" Kenapa Zha ?" tnya Dahlia yang mengejutkan Zha dari belakang.


" Tidak apa mi, hanya ingin istirahat saja !" kata Zha.


" Kuncinya di bawa suami kamu ?" kata Dahlia " Kalau mau istirahat di kamar Leon saja ".


Ahirnya Zha rebahan di kamar Leon.


Di sana masih terpajang foto mereka bertiga ( Arief, Zha dan Leon )


Dan satu lagi foto Rahma Arief dan Leon.


' Kak Rahma, kau menang mendapatkan hati kak Leon dan aku hanya mendapatkan dirinya ' kata Zha sambil mengelus foto kakaknya.


' Arief, aku kadang merasa kamu masih hidup, dan aku menunggumu pulang dari Swish ?' kata Zha sambil mengusap foto Arief dan meneteskan air mata.


' Tapi aku sadar, aku harus membuka hati untuk kak Leon, mungkin aku membuat dia jenuh, sampai dia pergi menemui wanita lain ' kata Zha.


Zha tertidur dalam tangisnya, Leon yang baru datang langsung menuju kamarnya melihat istri kecilnya dan mencium keningnya yang matanya sembab habis menangis, dan memeluk foto bertiga dengan Rahma.


" Ternyata kau berusaha tegar, ceria, hanya di depanku "


Leon merasa ada yang tidak beres pada diri Zha kenapa sering tidur.


" Ternyata badan kamu panas Zha, pasti kamu masih memikirkan Arief, kapan kau akan membuka hati untuku " kata Leon dalam hati.


" Kak Leon sudah pulang ?" tanya Zha yang baru bangun melihat Leon ada di dekatnya.


" Barusan " jawab Leon.


Zha langsung melihat jam di pergelangan tanganya. dan langsung bangkit menuju dapur, dan nenyiapkan masakan untuk persiapan makan malam.


Zha dan Dahlia masih berkutat di dapur, kebetulan menu yang di masak malam ini sama seperti menu yang di masak saat Arief akan pergi.


Di dapur itu Zha masih ingat di peluk Arief dari belakang.


" Zha, , ! kamu pasti capek ya ? bekerja hampir setengah hari ?" tanya Arief yang baru saja memeluknya dari belakang.


" Rendangnya bikin banyak tidak ? aku pengen bawa, karena itu masakan calon istri aku " kata Arief.


Saat Zha memegang rendang dan teringat kembali saat dia di peluk Arief.


" Arief sayang tolong lepas dulu ya ?" kata Zha lembut sambil memutar tubuhnya berhadapan dengan Arief.


" Aku mau lepas, tapi ini dulu " kata Arief sambil menunjuk bibirnya.


' Ternyata hari itu hari terahir kita bersama Rif ' tapi Zha masih bisa menahan tangis.


Setelah semuanya siap semua berkumpul di meja makan.


Zha terngiang - ngiang kata - kata Arief sebelum pemberangkatan.


Di meja makan Zha hanya diam, dan tidak bisa menelan makanan.

__ADS_1


" Kenapa kamu Zha?" biasanya makanya banyak ?" kata Leon penuh kuatir.


" Hiks Hiks hiks. . . !" tangis Zha pecah setelah di tahan dari tadi.


__ADS_2