
Acara tingkepan
...****************...
Leon yang masih duduk santai, langsung menuju ke Zha, takut istrinya perang lagi sama Ima.
Leon yang memakai kaus santai putih, memperlihatkan bentuk tubuhnya, dengan celana pendek selutut.
" Apa sayang !?" kata Leon sambil mencium kaning Zha yang melipat tangan di dada, semua mata gadis menuju dua makluk itu.
" Kak Zha . .!" kata Semua gadis yang kecewa.
" Ada yang mau ketemu ?" kata Zha pada Leon menunjuk dengan mulut yang masih melipat tangan di dada.
" Kalian. . . !" Leon kaget dengan para gadis yang sering mengejarnya di sawah.
" Kak Leon kok cium kening kak Zha ? nanti di marah suaminya, katanya suami kak Zha orang kaya, bukan pekerja sawah ?" tanya Rindu yang masih bingung.
" Dunia terus berputar jadi Hidup kadang di atas dan kadang di bawah !" kata Leon.
" Apa kak Leon benar suami kak Zha ?" tanya Rindu.
Zha dan Leon mengangguk dan Leon menarik pinggang Zha dalam pelukanya.
Setelah itu ada tukang paket atau kurir datang lagi.
" Kak Leon ada paket lagi !" kata Zha yang sedikit teriak memanggil Leon yang sedikit jauh.
" Itu paketmu sayang !" kata Leon.
" Paket apa lagi, nanti aku di marah ibu !" kata Zha, dan di senyumi Rima.
" Buka Zha, ibu tidak marah lagi, itu milikmu !" kata Rima lembut.
" Kain panjang, batik tulis asli dari Jogja, kata ibu, kamu butuh itu besok !" kata Leon.
Dan di buka oleh Zha bersama para ibu - ibu.
" Bagus sekali Zha, ini batik tulis asli Zha !" kata buk Minto.
" Beruntung sekali Zha, sekali ngomong, langsung keluar, punya suami nak Leon seperti punya jin yang langsung bisa mengabulkan apa saja !" kata buk Lin yang suka bercanda dan di senyumi Zha.
" Emang ada jin setampan itu ?" jawab Zha.
" Ha ha ha . . . " tawa ibu - ibu.
" Kok banyak sekali kak !" tanya Zha pada suaminya yang ada di dekatnya.
" Kalau hanya sedikit takut kurang !" kata Leon.
__ADS_1
Di tempat lain.
" Pi, kita di undang tujuh bulanan anak kita !" kata Dahlia pada Angga yang baru sampai dari kantor.
" Apa kamu tidak tahu ? perusahaan masih ada masalah banyak insvestor mundur, kenapa masih memikirkan anak tidak tahu di untung itu !?" bentak Angga.
" Itu karena papi sendiri, dari dulu memang papi kurang lihai mengurus perusahaan !" kata Dahlia.
" Diam kamu, kalau besok, kamu masih mencuri untuk datang ke sana, lebih baik kau tidak usah pulang !" bentak Angga lagi.
Dahlia menangis.
" Kenapa menangis ? semua wanita lebay, di bentak dikit nangis " kata Angga.
" Katamu kamu akan menyayangi anaku, seperti menyayangi anakmu sendiri ?" tanya Dahlia sambil menangis.
" Itu dulu, kalau dia menurut denganku, tapi sekarang dia pembangkang " bentak Angga.
" Dia hanya ingin hidup dengan wanita yang dia cintai " bela Dahlia.
" Keturunan mafia, pasti mengalir darah mafia " kata Angga.
Plak. .
" Cukup, selama ini aku mengalah, menuruti keinginanmu, bagai manapun juga dia anaku, darah dagingku " kata Dahlia sambil menampar Angga
Angga pilih pergi, ke klub malam, minum Wine dan bermain dengan para wanita penghibur.
...****************...
Bunga melati juga di kepala Zha dengan rambut terurai, dengan make up tipis tapi mewah, berkesan kecantikan yang luar biasa terpancar dari wajahnya.
Zha keluar dengan di dampingi Leon di dekatnya. dan di iringi para kerabat.
Dua mobil sport dan dua mobil sedan datang, dan yang keluar orang keren semua dan berkaca mata hitam.
Satu mobil sport di tumpangi Roy dan anak buahnya, mobil sport yang satunya keluar dua orang pria dan satu orang gadis cantik.
Dan dua mobil sedan body guard yang berjumlah sepuluh orang untuk pengamanan.
Semua orang pandangan pada empat orang yang mendekati Zha yang akan melakukan beberapa prosesi Tingkepan.
Yaitu Deon, Ira, putri Deon, Roy dan yang satunya belum di ketahui identitasnya pria lansia yang masih gagah.
Mc memulai membuka acaranya.
Mc memanggil keluarga Leon, tapi semua memandang kanan kiri mencari keberadaan orang tua Leon.
Semua jadi bingung Deon andreas, yang baru datang langsung maju.
__ADS_1
" Aku yang akan mewakilinya !" kata Deon.
Semua memandang pada Leon, dan Leon mengangguk.
Tahap-tahap mitoni
Sungkeman. Sungkeman adalah tahap pertama dari serangkaian upacara mitoni.
Siraman. Tahap ini mungkin familiar untukBunda. ...
Pecah telur. ...
Memutus janur/lawe. ...
Brojolan. ...
Pecah kelapa. ...
Ganti busana. ...
Jualan cendol dan/atau rujak.
Saat siraman Deon menyiram perut Zha sambil berbicara.
" Jadilah anak yang pintar seperti otak ayahmu, tapi jangan egois seperti ayahmu, jadilah anak yang kuat seperti ibumu, yang selalu paduli pada sesamanya dan jadilah anak soleh dan solehah, berbakti pada orang tuamu " kata Deon sambil mengelus perut Zha dengan kasih sayang.
Saat perut Zha gerak Deon kaget membuat semua orang tertawa dan di balas tawa Deon.
" Ha ha ha. . ! dia usil seperti ibunya " kata Deon.
" Saya dengar, dia ayah angkat Leon waktu kuliah " bisik Mita pada para ibu - ibu yang membicarakan ke tampanan Deon walau sudah tua.
" Oh, , ,ayah angkat, tapi ada kemiripan juga ya ?" Balas seorang ibu.
Prosesi demi prosesi di lakukan, hingga waktunya pecah kelapa yang membuat orang penasaran, karena anaknya kembar, jadi Leon memecah kelapa dua sekaligus.
" Wah, pasti laki - laki semua . . .! ! !" teriak banyak orang yang melihat hasil pecahan kelapa Leon.
Setelah selesai sorenya langsung di adakan mengaji Al - quran bersama, meminta pada sang pencipta, yang membolak balikan hidup manusia untuk melancarkan persalinan Zha.
Ada tujuh surat yang dibaca pada saat upacara mitoni, yakni surat Yusuf, Maryam, Luqman, Sajadah, al-Waqi'ah, al-Rahman, dan Muhammad. bersama anak murid Gus Rayyan.
Gus Rayyen, adalah putra dari, Ustad Abi manyu sebagai tokoh agama di kampung itu.
Setelah itu para tetangga yang datang menyalami Zha dan Leon, sambil mengelus perut Zha.
" Semoga lancar persalinanya ?" kata para ibu - ibu.
" Semoga menjadi anak soleh soleha !" kata yang lain.
__ADS_1
Dan masih banyak do'a yang lain, Zha hanya meng amiiin kan.