ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Daddy


__ADS_3

" Cahaya !" kata Arka.


" Kenapa kau pilih nama itu ?" tanya Leon.


" Dia akan menghadirkan cahaya ke damaian, Cahaya kebahagian, dan Cahaya bagi kita ayah !" kata Arka.


" Ayah setuju, kita beri nama Cahaya leonardo " kata Leon.


" Ayah tidak pernah salah, memberi nama Arkana, karena kau bisa pemimpin yang bijaksana Arka bisa melindingi adikmu, dan kau Aksa, kau anak ayah yang hebat, hatimu lembut seperti bundamu, ayah percaya kalau kalian bisa menjaga Cahaya " kata Leon.


Deon keluar dengan menangis tersedu - sedu, melihat ke bahagiaan putranya.


" Kau kenapa Deon !?" tanya Wijaya yang baru datang, Deon menggeleng.


Wijaya melihat ke romantisan keluarga Leon.


" Cukup sudah penderitaan yang aku ciptakan pada keluargaku papi " kata Deon.


" Jangan kau salahkan dirimu, ini sudah garis yang kuasa " kata Wijaya sambil menepuk pundak Deon.


" Kalian habis menangis ya ?" tanya Leon pada ke dua putranya.


Arka dan Aksa mengangguk.


" Jadi laki - laki itu harus kuat, jangan cengeng !" kata Leon.


" Aksa dan Arka belum bisa di tinggal ayah dan bunda !" kata Arka.


" Kan ada kakek, dan eyang, ada om Adi yang menyayangi Arka dan Aksa " kata Leon.


" Tidak mau Aksa tidak mau ikut kakek, Aksa tidak mau kalau Aksa seperti tante Ira !" kata Aksa.


" Kenapa, ? tante Ira kan cantik, bertato, keren !?" tanya Zha.


" Tidak punya sopan santun, bunda padahal kakaknya, apa dia pernah panggil bunda kakak, dan dia tidak selembut bunda " jawab Arka, membuat semua mata membulat sempurna, apa lagi Ira, marah bercampur malu.


" Bukan tidak sayang, tapi belum, dengan Aksa dan Arka menghina tante seperti itu, Arka dan Aksa juga, sama seperti tante Ira " kata Zha lembut.


" Maaf bunda. . !" kata Arka dan Aksa menunduk.


" Tapi maunya kak Arka dan Aksa, hanya ayah dan bunda " kata Aksa.


Leon mengusap kepala putranya, Leon ingin duduk Deon dengan cepat membantunya tapi di bentak oleh Leon.


" Tidak usah sentuh saya, saya seperti ini juga, karena anda !" bentak Leon.


Zha memegang tangan Leon dengan keras.


" Leon, asal kamu tahu, tidak ada seorang ayah, yang menginginkan anaknya tersiksa, jika aku tahu dari dulu kau tersiksa hidup dengan Angga, dan di manfaatkanya, mungkin aku akan mengambil dirimu dari Dahlia " Kata Deon.


" Betapa hati ayah mana yang tidak hancur, seorang putra cerdas, dan lucu - lucunya, harus ku tinggalkan, untuk menyelamatkanya mungkon jika jantungku, tidak tertanam peluru dari Angga, aku ingin mendonorkan jantungku padamu Leon " kata Deon dengan berderai air mata.


" Jika ke hadiranku tidak kau inginkan, aku akan pergi, mungkin tidak akan kau lihat lagi, maafkan aku selama ini, pertahankan rumah tanggamu, karena kau pria paling beruntung, mempunyai istri yang mampu bertahan dengan banyak rintangan dan cobaan !" kata Deon.

__ADS_1


" Kau anak tidak tahu di untung !" kata Ira mulai ngomel, tapi di tarik oleh Adi dan Roy keluar.


Semuanya hening " Jaga dirimu baik - baik Leon !" kata Deon, melangkah menuju pintu.


Zha meremas tangan Leon dan memberi kode.


" Daddy. . . !" panggil Leon pada Deon.


Deon membalikan badanya " Panggil aku sekali lagi nak !" kata Deon.


" Daddy. . !" panggil Leon lagi.


Deon berlari memeluk Leon.


" Ini lah pelukan hangat dari putraku, ya tuhan apakah ini ahir dari ke rinduanku !" kata Deon.


Wijaya meneteskan air mata karena terharu. sedang Leon tidak melepas genggaman tangan Zha.


" Bolehkah aku menyuruhmu ?" tanya Leon. Deon mengangguk.


" Ini rumah sakit besar, istriku butuh susu untuk merangsang Asinya, apakah daddy bisa buatkan dia " kata Leon, Deon mengangguk.


" Tapi jangan pakai racun ya ?" canda Leon.


" Ayah mana yang meracuni putranya ?" kata Deon.


" Arka dan Aksa juga belum nyusu !?" usil Arka.


"Tapi kalian tidak bawa botolnya sayang !" alasan Zha agar tidak merepotkan ayah mertuanya.


" Kamu tahu dari mana ?" tanya Zha.


" Dari tante, " Jawab Aksa.


" Kata tante gini, tidak usah di tangisi, ayahmu pasti selamat, karena daddy, sudah bayar mahal, delapan ratus juta !" kata Arka mengikuti logat Ira.


" Batang rotan mana ?" tanya Wijaya, membuat Ira lari tunggang langgang.


" Ampun kek, !" teriak Ira sambil lari.


Adi dan Roy tersenyum melihat tingkahnya.


Mereka sudah boleh pulang, karena oprasi Leon yang kelas eksekutif, jadi di perbolehkan pulang, dan bisa jalan sendiri.


" Kita pulang ke mana ?" tanya Deon.


" Di vila kak Leon saja pi, di sana lebih luas, dan bebas, kalau tempat papi di tengah hutan " kata Zha.


Bi Sumi datang.


" Bi sumi kok ada di sini ?" tanya Zha.


" Bi Sumi ini adalah ibunya Roy, yang suaminya di bunuh Angga, dan pak Joko, ayah sambung Roy, dia berkerja di tempat Dahlia, karena mendapat tugas dariku untuk melindungi Leon " jelas Deon.

__ADS_1


Leon jalan dengan di papah Adi dan Roy, bayi Zha di gendong dengan bi Sumi, sedang Zha, di gendong oleh Deon.


" Sekarang tidak ada kata cemburu, agar kita segera sampai mobil " Kata Deon sambil mengangkat Zha.


Sesampainya di kamar Leon menarik lengan Zha.


" Sudah seharusnya kamu tahu !" kata Leon, membuat Zha penasaran.


Leon memberikan black card, kartu ATM dan rekeningnya.


" Ini apa maksudnya kak ?" tanya Zha, Zha membuka sebuah surat Atas nama Arief angga reksa, dan di serahkan Oleh Zhafi laulani.


" Apa ini maksudnya kak ?" tanya Zha.


" Seluruh aset Arief, itu atas nama kamu, dan rekening ini, semua punya kamu, aku hanya mengurusnya, dan mengembangkanya, karena aku tidak tahu kodenya, hanya kamu dan Arief yang tahu, dan asetnya juga seperti itu kodenya " kata Leon.


" Di saat aku tanya kenapa asetnya atas namamu, yang kaya adalah ayahnya, kalau Zha hanya pendatang, jadi nanti biarpun kita yang salah, pasti yang di bela anaknya, padahal Zha adalah putrinya juga, yang mengurus, dan memluangkan waktu untuk anaknya dan memberinya cucu " cerita Leon.


" Dor, , , ,! dor, , !" teriakan anaknya di ruang keluarga.


" Adi. . . !" teriak Zha pada Adi, membuat semua lantai basah karena ulah bertiga.


" Pel lantai, siapa yang mengajari anaku main air di sini di dekat kolam sana ?" tanya Zha.


Deon datang dengan wanita cantik dan seksi, sebaya dengan Zha, sepertinya anak kampus.


" Daddy jangan bikin masalah dengan bawa orang seksi masuk rumah, Daddy mau bikon aku di hukum tidur di liar apa ? !" teriak Leon.


" Dia Wayan guru private anak kamu !" kata Deon.


" Apa dia sanggup dad ?" tanya Zha.


Prang. . . " Kak Arka kalah !" kata Aksa yang melempar guci kecil pada Arka, tapi mengenai guci besar di pegang Arka.


" Kau yang kalah !" kata Arka sambil loncat ke sofa seperti menghindari tembakan lawan, dan menembakan tembakan air pada Aksa.


Aksa ngumpet di belakang wanita seksi, membuat Wayan risih.


Arka masih terus menembaki Aksa membuat bajunya Wayan yang tipis basah, jadi memperlihatkan bentuk tubuhnya.


" Arka, Aksa berhenti !" teriak Zha, tapi tidak di tanggapinua.


Leon turun tangan, mengambil anaknya satu persatu, kanan dan kiri pinggangnya.


" Ampun ayah. . !" teriak Arka sambil meronta - ronta kakinya.


" Nanti jantung ayah sakit. . !" teriak Aksa.


" Kalian berdua yang bikin ayah jantungan, menghancurkan barang - barang !" kata Leon.


" Kalau tahu kalian masih nakal, lebih baik ayah dan bunda tidak usah hidup, biar kalian ikut tante Ira, atau di panti asuhan saja " kata Leon.


" Ampun ayah Arka dan Aksa tidak nakal lagi, Arka janji, tidak mengajari adik - adik nakal lagi " teriak Arka.

__ADS_1


Byurrrr. . .! Leon melempar kedua putranya ke kolam.


__ADS_2