
Uang rokok
...****************...
Pria model apa kamu ini, istri sakit malah kau berhianat, dia butuh dukunganmu, dia butuh suport mu, aku pernah di posisi itu, tapi istriku tidak menyerah !" bentak Leon.
" Kau siapa pak Leon, kau bukan atasanku lagi, yang harus aku hormati " kata Arya meremehkan Leon.
" Walaupun kak Leon bukan atasanmu lagi, tapi kau akan semakin rendah !" kata Zha sambil menunjukan chatnya dengan Wati istri sah Arya.
Lalu ada seorang wanita cantik modis body bak gitar spanyol melempar koper pada Arya.
" Terima kasih Zha, kau telah membantuku " kata Wati pada Zha.
Para ibu - ibu semakin penasaran apa yang akan terjadi antara Arya dan Wati.
" Wati. . . !" kata Arya tidak percaya.
" Terima kasih mas, ? telah menemaniku selama lima tahun ini dan terima kasih juga atas pelajaran yang kau berikan ?" kata Wati yang baru datang.
" Maksud kamu apa Wat?" tanya Arya.
" Aku sudah tahu lama mas, kalau kau punya kekasih, tapi baru kali ini aku tahu perempuanya dari Zha ?" kata Wati.
" Aku juga tidak menyangka Ima teman aku sendiri, mau berbuat seperti itu !" kata Zha.
" Kita sesama wanita, bagai mana perasaan kalian kalau di sakiti seperti itu !?" kata Zha.
" Iya " kata buk Minto
" Ini baju kamu mas, tidak usah pulang ke rumah, karena rumah kita sudah ku jual !?" kata Wati.
" Maksudmu ?" tanya Arya.
" Kita cerai, dan ini surat gugatan ceraiku !" jelas Wati sambil memberikan amplop berwarna coklat pada Arya.
" Aku tidak akan menceraikanmu Wati, aku mencintaimu sayang aku mohon maafkan aku? " rengek Arya.
" Maaf, benar kata Zha,! aku rugi menangisi pria sepertimu, karena tuhan lebih sayang, aku tidak di beri keturunan pada pria penghianat sepertimu ?" kata Wati.
" Kau di depanku memohon cintaku, di depan jallang juga kau memohon ?" kata Wati.
" Kurang ajar, , ,! kau sebut aku Jallang ?" ucap Ima menampar Wati, tapi segera di tangkis oleh Wati.
" Jangan kau kotori tanganmu " ucap Wati.
" Mas. . !" kata Ima manja pada Arya, tapi tangan Ima di tepis oleh Arya.
" Dasar pelakor. . !" teriak para ibu - ibu pada Ima.
" Sayang, aku minta maaf, aku akan berubah, kita buka lembaran baru sayang, !" kata Arya.
__ADS_1
" Aku tidak ingin, kau sakit sayang, makanya aku memilih wanita lain melahirkan anaku, nanti kita yang mendapatkanya sayang, jadi kamu tidak perlu berobat lagi! " alasan Arya.
" Lelaki sejati, hanya ingin memiliki anak pada wanita yang dia cintai !" kata Zha lantang.
" Benar apa kata Zha. karena dia mengalaminya !" kata Wati.
Arya masih terus mengejar Wati berusaha memegang tangan Wati, sampai Wati merasa risih dan berlari di belakang Zha, dan Leon yang berdiri di depan melarang Arya mendekati dua wanita di belakangnya.
" Uruslah anakmu, besarkan dia, lepaskan Wati, kalau kau mencintainya, jangan sampai kau semakin menyakitinya " kata Leon.
" Bukan urusanmu, ? urus dirimu sendiri yang sudah kere. . .!" bentak Arya pada Leon.
Leon yang akan memukul Arya lagi, tapi di larang oleh Zha.
Untung saja Adi datang memakai motor sport Leon.
" Ternyata Adi tampan kalau di modali !" kata ibu - ibu yang melihat Adi pakai motor sport, pakai kaos yang di rangkap dengan kemeja mahal yang di belikan Zha tanpa di kancing.
" Iya seperti pangeran Dubai " kata ibu - ibu, yang memperhatikan wajah Adi yang di tumbuhi bulu yang masih tipis dan hidung mancung.
Zha yang tadinya tegang karena menenangkan Leon jadi senyum.
" Adi. . !" panggil Leon sambil melambaikan tanganya.
" Kau antarkan Wati pulang. . !" suruh Leon. Adi yang di suruh Leon tidak pernah protes.
Arya diam, karena takut pada Adi, di kira bodyguard Leon.
Zha mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu.
" Dapat apa sayang, seperti ini, anak kamu saja sudah tidak mau di beri uang saku warna ungu ini " protes Adi.
" Anaku belum lahir " kata Zha sambil nempeleng kepala Adi.
" Makanya. . !" kata Adi.
Zha mengeluarkan uang lima puluh ribu.
" Nah ini cukup " kata Adi sambil menariknya.
" Terima kasih sepupuku yang cantik, yang manis yang baik " kata Adi sambil menjewer pipi Zha dengan gemas lalu menuju motor yang sudah di tunggu Wati.
" Adi kamu kurang ajar. . .!" teriak Zha, Leon hanya senyum melihat tingkah keduanya.
" Oh ya satu lagi Zha !" kata Adi.
" Apa ?" tanya Zha.
" Yang cengeng !" seru Adi.
Zha mau mengejarnya, tapi di tahan Leon, Adi lari sambil mdnjulurkan lidahnya dan mengambil wortel di tukang sayur dan memasukan ke mulut.
__ADS_1
Zha melempar Adi pakai sandalnya dan pas mengenai kepala Adi yang sudah menaiki motor segera jalan Adi hanya meringis.
" Nanti aku ganti kalau sudah ada uang " jelas Adi sambil berlalu.
" Adi dan Zha, memang seperti itu, tapi tidak pernah pisah " kata buk Minto.
Setelah Ima dan Arya masuk ke rumah ibu - ibu melanjutkan belanja.
" Mang, besok bawakan daging sapi segar ya ?" pesan Zha.
" Baik neng !" kata Mang sayur.
" Zha kandunganmu sudah berapa bulan kok kelihatan besar ?" tanya buk Minto.
" Baru mau lima bulan bu de !?" kata Zha.
" Berarti tua kandunganya Ima ?" kata buk Minto.
" Apa iya bu de ?" kata Zha.
" Iya, tapi besar punya kamu !" kata buk Minto.
Zha merasa lelah dan mengajak Leon pulang, takut di introgasi tentang Ima lagi.
Di jalan.
" Kamu kok kenal Wati sayang?" tanya Leon.
" Oh itu, !" Zha mulai cerita.
" Wati tadinya curiaga pada Zha, karena yang mengantar berkas ke Arya itu Zha, Zha ketemuan sama Arya, dan kebetulan Wati mengikuti Arya "
" Natah dari mana Wati mendapatkan nomor Zha, dia selalu bilangin Zha murahan pokoknya macam - macam, Zha sudah bilang kalau aku istri kak Leon, tapi masih terap tidak percaya, ahirnya Zha mengirim foto Zha sama kak Leon sedang tidur bersama " cerita Zha.
" Wati semakin penasaran, dia mendatangi Zha ke kampus, ahirnya dia percaya dengan cerita teman Zha, Wati meminta maaf dan meminta solusi, langsung saja Zha berpikir kriminal " cerita Zha membuat mata Leon melotot.
" Aku suruh saja suruh jual seluruh asetnya hasil kerja keras mereka " jelas Zha.
" Dasar masih kecil sudah punya otak kriminal " kata Leon.
" Biarin, salah sendiri berhianat " kata Zha.
Leon mencium istrinya dengan gemas.
Sesampainya di rumah, Zha menyiapkan sayuranya, supaya enak nanti kalau siap masak.
Leon memeluknya dari belakang, dan membalikan tubuh Zha, menggendongnya, mendudukanya di meja masak.
" Sayang. . !" kata Leon.
Rima dan Didik yang baru datang tidak jadi masuk karena melihat anaknya sedang asik.
__ADS_1