ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
HAK AKU


__ADS_3

Hak aku


...****************...


" Aku Zha pak, bukan Rahma, Zha memang cengeng tapi dia lebih kuat, tidak seperti Rahma yang pasrah akan keadaan, Rahma yang selalu lari dari masalah . . . " Kata Zha sambil menangis dan lari kekamar.


Saat Didik akan mengejarnya di tahan oleh Leon.


" Biar Leon saja yang bicara pada Zha ?" jelas Leon.


Didik hanya menurut dan menyesal membandingkan putrinya.


" Sayang . . !?" kata Leon memeluk Zha yang sedang menangis dari belakang dengan mesra.


" Kak ayok kita pulang ?" kata Zha.


" Nantilah. . !, maafin kak Leon ya ?" kata Leon.


" Kita makan lagi yok, kak Leon tidak bisa pulang sekarang ternyata kerangnya enak " jelas Leon.


" Kak Leon bilang itu karena ingin merayu Zha kan?" kata Zha


" Apa kamu bisa di rayu ?" goda Leon.


" Kak leon . .! " kata Zha sambil mencubit pinggang Leon.


" Yok kita makan keburu dingin tidak enak !" ajak Leon.


Ahirnya Zha menurut dengan Leon Zha keluar meneruskan makan malam.


" Maafin bapak nak ?" kata Didik mengawali.


" Ya pak maafin Zha juga pak ?" balas Zha.


" Zha dan Rahma adalah dua orang dan sifat yang berbeda walaupun dalam rahim yang sama Zha manja tapi dewasa, Rahma tegas tapi tak berkomitmen mereka sama - sama menempati hatiku, dan kini yang di miliki Zha seutuhnya " sahut Leon.


" Seandainya dulu sikap Rahma seperti Zha tidak lari dari masalah mungkin kita sudah bersatu, hanya karena cemburu buta Rahma memutus kontak, tapi aku tidak bisa menyalahkan Rahma seratus persen karena aku juga tidak peka, seandainya aku dulu langsung pulang mungkin kita tidak berpisah mungkin itu jalan allah menyatukan aku dan Zha dan mempertemukan yang lebih indah " cerita Leon.


" Dan aku juga tidak sehebat Arief, dia bisa melakukan apa saja demi mendapatkan wanita yang dia cintai, aku hanya bisa memanjakanya dengan uang bukan perhatian dan waktu padahal itu penting " lanjut Leon sambil mencium kening Zha.


" Yah. . ! bapak lupa kalau kamu juga pernah jadi bagian dari Rahma ?" kata Didik.


" Apa kamu mencintai Zha karena dia adik Rahma ?" tanya Rima.


Leon menggeleng, " Tidak, Zha menumbuhkan cintaku sendirinya, tanpa siapapun, awalnya saya juga tidak tahu kalau Zha Adik Rahma, ntah dari apanya Zha aku suka sama dia. dan tidak menyangka ternyata dia kekasih adiku " jelas Leon.


" Kenapa kita jadi bahas itu sih ? yok kita selesaikan makan !" ajak Rima.

__ADS_1


Adi yang masih asik makan tidak peduli apa yang di bicarakan.


Leon makan dengan lahab, dengan menu dari kebun sendiri.


Setelah selesai makan keluarga kumpul ke ruang keluarga, Zha yang masih ngemil di pangkuan Leon. Leon memainkan rambut Zha.


Adi yang usil langsung mnyenggol snak sehingga menumpahi Zha dan snack pedas, sehingga Zha bersin - bersin sampai merah.


" Makan bagi - bagi oy ?" kata Adi.


'" Kalau mau, ngomong ? tidak usah usil " kata Zha sambil membersihkan snaknya di bantu Leon.


" Di kamar Di kalau mau, tapi jangan nyakiti lagi !" kata Leon dengan mata membunuh.


Adi sudah merinding kalau Leon angkat bicara, Zha yang melihatnya menjulurkan lidah ke arah Adi.


Adi langsung masuk kamar dan mengambil apa yang dia suka.


Pertandingan di lanjut, Leon di ajak lagi oleh Didik, tapi setengah permainan Leon sudah keluar karena mencari keberadaan Zha yang sudah tidak ada di lapangan.


Leon masuk rumah.


" Buk Zha ada ?" tanya Leon pada ibu mertuanya yang masih di ruang tamu.


" Tidur " jawab Rima singkat.


" Aku awali kamu di sini kau pasti teriak Zha, dan aku tidak mau ketahuan orang tuamu kalau kamu masih peerawan " gumam Leon.


Leon ganti baju lalu menutupi paha Zha dengan jasnya menggendong Zha ke arah mobil dan memasukanya. Didik dan Rima yang melihatnya langsung menghampirinya.


"Apa mau pulang ini sudah malam Leon ?" tanya Didik pada Leon.


" Iya pak, besok harus kerja pagi " alasan Leon.


" Kalau tidak antarin Adi " kata Rima.


" Tidak usah buk !" jawab Leon.


Dua Mobil mewah datang menghampiri Leon.


" Ada yang bisa saya bantu tuan ?" kata Roy sambil menunduk di ikuti anak buahnya.


Semua orang takjub melihat melihat wibawanya Leon.


Leon yang tanpa senyum, menunjukan ketegasanya melempar kunci mobil ke arah Roy, Roy yang tahu memberi kode anak buahnya membukakan pintu mobil untuk Leon.


Beda lagi saat Leon pamit pada dua mertuanya Leon tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Setelah Leon berpamitan dan mencium tangan mertuanya langsung masuk ke mobil yang sudah di buka anak buahnya, mobil melaju dengan di kendarai Roy dan di ikuti dua mobil dari belakang.


" Beruntung sekali Zha di sayangi suami tampanya " kata Yen.


" Alhamdulilah buk ?" ucap Rima.


Di perjalanan, Zha terbangun karena merasa ada goncangan.


" Kak Leon di mana kita ?" tanya Zha saat melihat berada di pelukan Leon.


" Pulang sayang !" jawab Leon sambil mengecup bibir Zha.


" Inikan sudah malam kak, Zha belum pamit sama bapak dan ibu ?" kata Zha.


" Sudah kak Leon pamitin " jawab Leon.


" Beliau pesan kalau anaknya nakal suruhnyubit saja " canda Leon.


" Kalau kak Leon nyakiti Zha, Zha langsung pulang !" Ancam Zha.


Membuat Leon tersenyum.


" Malam ini aku mau mengambil hakku !" kata Leon.


Zha merinding mendengar hakku.


" Sakit tidak kak ?" tanya Zha.


" Sakit sedikit, banyak enaknya, nanti juga kamu kecanduan ?" jelas Leon.


" Ih kak Leon mesum " kata Zha sambil mencubit pinggang Leon.


" Ini mulai nakal ya ?" kata Leon sambil memeluk Zha, Zha sedikit memberontak.


Leon mulai nakal, tanganya masuk nenyusup ke baju Zha.


" Kak Leon jangan nakal !" kata Zha sambil memukul - mukul tangan Leon yang sudah ada di dadanya.


" Semakin keras memukul ini juga semakin keras bencubit ?" Ancam Leon setelah mendapatkan apa yang di cari di dalam baju.


Roy yang duduk di depan geleng kepala, Leon langsung menutup tirainya.


" Kak Leon. . . !" teriak Zha.


" Apa sayang ? Nikmat bukan ?" tanya Leon.


Leon menyuruh Zha tidur di pangkuanya dengan tangan Leon yang masih berkerja.

__ADS_1


__ADS_2