
Saling percaya
...****************...
"Mami. . . pluk !" panggil Zha dan pelukan Zha dari belakang.
" Astagfirullah !" kata Dahlia sambil mengelus dada karena kaget.
" Mi, Zha punya kabar gembira !?" kata Zha dengan manja pada mertuanya.
" Kabar apa sayang ?" tanya Dahlia sambil mengelus rambut Zha yang di tali belakang.
Leon duduk tersenyum melihat dia wanita yang di cintai begitu akrab.
" Zha hamil mi !?" kata Zha dengan mantab.
" Uhuk uhuk .! apa kamu hamil !?" tanya Angga yang tersendak kopi karena kaget.
" Iya pi, iya mi, kandungan Zha sudah berumur 6 minggu, dan ada berita bagus lagi mi ?" masih cerita Zha.
" Apa sayang, jangan bikin mami penasaran ?" kata Dahlia.
" Zha hamil kembar, ini hasil USGnya " kata Zha sambil menunjukan amplop coklat dari rumah sakit.
" Apa. . . . ? kamu hamil kembar ?" tanya Dahlia terkejut.
" Kenapa mami kaget ?" tanya Zha.
Dahlia diam sejenak.
" Apa mami tidak suka Zha hamil ?" tanya Zha saat melihat expresi Dahlia.
" Bukan mami tidak bahagia sayang, hanya mami kuatir kau hamil dua anak sekaligus ?" kata Dahlia dengan nada sedih.
" Memang kenapa mi ?" tanya Zha penasaran.
" Mami dulu melahirkan Leon, Leon juga punya saudara kembar, tapi karena pas lahirnya adiknya Leon mami sudah tidak kuat, dan berhenti di jalan, ahirnya tidak bisa terselamatkan, dan mami kritis, Mami takut umurmu masih kecil, mami tidak mau kalau kamu kenapa - napa " cerita Dahlia.
" Mi percayalah, kalau perjalanan hidup tidak selalu sama, Zha yakin Zha kuat, dengan semangat dari orang - orang yang Zha cintai !?" kata Zha sambil memegang tangan Dahlia membuat hati Dahlia tersentuh.
Dahlia langsung mencium kening menantunya.
" Bukanya dari dokter Rudi kalau Leon tidak bisa sembuh, walaupun sembuh tidak bisa punya anak !?" kata Angga.
__ADS_1
" Kok bisa papi tahu ?" tanya Leon yang penasaran padahal dia tidak pernah cerita pada siapapun sambil melihat Zha. Dahlia pun ikut kaget.
" Oh teman papi juga kan pasienya dokter Rudi jadi pas papi mengantarnya ke dokter Rudi, dokter Rudi cerita tentang kamu !" kata Angga sedikit gelagapan.
" Ceritanya gini pi, ternyata dokter Rudi juga adalah salah satu orang yang ikut meracuni kak Leon dengan obatnya, dia memanfaatkan ilmunya untuk kejahatan " cerita Zha.
" Untung Zha tahu sebelum kak Leon lumpuh, ahirnya kak Leon Zha ajak pindah rumah sakit, mencari dokter yang jujur, tapi masih pura - pura berobat di tempat dokter Rudi untuk membongkar kebusukanya !" kata Zha.
" Ahirnya dokter Rudi sekarang sudah mendekam di penjara sore ini, dan Zha meminta perlindungan pada dokter yang mengobati kak Leon " jelas Zha.
" Dokter Rudi juga Zha mintai perlindungan Karena dokter Rudi juga bukan dalangnya, ada yang mengaturnya dan mengancamnya " kata Zha.
" Kenapa kamu tidak pernah cerita sama mami kalau masalah kalian seberat itu ?" tanya Dahlia.
" Kak Leon tidak mau, banyak orang tahu, dan akan menjadi korban selain dia " kata Zha.
" Tapi mami sama papi orang tua kalian " kata Dahlia.
" Yang terpenting sekarang Leon sudah sembuh dan jangan di perpanjang, bikin Zha pikiran. dia sedang mengandung anaku. . . !" bentak Leon.
" Maafkan mami sayang, oh ya malam ini kamu mau makan apa ?, biar mami masakin ?" kata Dahlia halus.
" Tidak pa - pa mi !" jawab Zha.
" Sejak kapan kamu suka daging sapi sayang, sepertinya anak kamu laki - laki " kata Dahlia.
" Laki perempuan sama saja mi, yang terpenting, anak dan ibunya sehat " kata Leon.
" Amiiin. . !" jawab Dahlia dan juga Angga.
" Sumiiiiiiiiiii. . . ! panggil Dahlia pada pembantunya.
" Iya nyah. . !" tanya Sumi sambil berlari menuju Dahlia.
" Carikan bahan soto betawi, kita masak soto betawi malam ini " perintah Dahlia dan di kerjakan oleh Sumi.
Zha dan Dahlia menuju dapur.
" Saran papi, jangan langsung percaya pada orang asing seperti istrimu, dia tidak ada hubungan darah denganmu !?" kata Angga.
" Suatu pasangan adalah saling percaya, saling menjaga dan saling melindungi, walaupun kita tidak ada hubungan darah tapi kita punya hubungan batin " kata Leon dengan santai dengan menghisap rokoknya.
" Papi hanya menyarankan, karena papi takut kamu kecewa " kata Angga tapi tidak di pedulikan Leon.
__ADS_1
Di dapur Dahlia dan Zha sudah mulai berkutat.
" Apa kamu mencintai Leon, Zha ?" tanya Dahlia.
" Kenapa mami tanya seperti itu ?" tanya Zha balik.
" Mami hanya ingin memastikan saja kalau tidak mau jawab tidak apa ?" kata Dahlia sedikit ragu.
" Mi, mungkin tidak cinta lagi tapi lebih tepatnya saling memiliki, saling melindungi, " jelas Zha.
" Dan saling percaya " jawab Leon dari belakang Zha sambil memeluk Zha dan mencium pipinya.
" Leon . . . !" kata Dahlia, yang melihat anaknya muncul tiba - tiba.
" Leon hanya mau pamit sama Zha, kalau mau pergi sebentar cari rokok " kata Leon dan di angguki Zha.
" Tapi jangan jauh - jauh kak !" kata Zha.
" Cuman di mini market dekat sini sayang, sama papi sambil nyore !" kata Leon.
" Lalu Arief di hatimu ?" tanya Dahlia lagi saat Leon sidah beranjak pergi.
" Jangan jadikan orang di masa lalu jadi penghalang, jangan jadikan perbandingan, jadikanlah inspirasi dan motifasi untuk kita mencintai pasangan kita karena yang mendampingi kita itulah yang terbaik " jelas Zha.
" Cintailah pasangan kita dengan kekuranganya, maka di saat dia menunjukan kelebihanya, itu adalah kelebihan dari cinta " kata Zha.
" Kenapa di saat Leon sakit kamu tidak kasih kabar mami ?" tanya Dahlia.
" Bukan Zha yang tidak kasih kabar mi, tapi kak Leon yang melarangnya sampai sakitnya dia berpesan jika dia tidak selamat sampaikan kata maaf pada mami " jelas Zha.
" Aku juga tidak tahu mi, kenapa ada orang yang begitu tega menyakiti kak Leon, sampai Zha melihat sorot mata keputus asaan di mata kak Leon saat kak Leon mengerang kesakitan, awalnya ku kira kak Leon punya wanita pujaan lain ternyata itu awal sakitnya " Zha mulai cerita.
" Kenapa kamu begitu yakin kalau Leon sembuh ?" tanya Dahlia.
" Tapi Zha yakin, kak Leon akan sembuh bukan tidak sembuh, walau dokter Rudi selalu memfonis kalau kak Leon tidak bisa sembuh ?" kata Zha.
" Arief dulu sering bercerita, kadang orang selalu tersenyum di depan kita, belum tentu dia tersenyum di belakang kita, malah mencekik kita dari belakang, makanya sekarang Zha berpikir perkataan Arief dulu " kata Zha.
" Seperti Arief dan kak Leon, Arief penuh dtrama, sedang kak Leon orang yang jujur " kata Zha.
" Maksudmu ?" tanya Dahlia.
" Karakter Arief, setiap katanya selalu di percaya orang ntah benar atau salah, coba kalau dia bilang sama mami dia bilang iya, tapi di luar dia beda, beda dengan kak Leon, jika tidak ya tidak dan iya ya iya " jelas Zha
__ADS_1