ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Pebinor 2


__ADS_3

Pebinor 2


...****************...


" He he he " tawa Zha sambil memeluk Leon.


Leon mengeringkan rambut Zha dan Zha pasang riasan sedikit, tidak terlalu tebal tapi enak di pandang, memperlihatkan kulit naturalnya.


Lalu Zha mengatur rambutnya sendiri, supaya terlihat elegan.


Mereka keluar dari kamar menuju ke meja makan, semua terpana dengan kecantikan Zha dan ke tampanan Leon.


Zha dengan gaun indah tanpa lengan tapi tertutup dengan kain yang melingkar di pundak, rok panjang berbentuk duyung menutupi kaki, di padukan dengan sepatu perempuan tapi tidak tinggi rambut yang setengah di kepang dan di warnai membuat Zha cantik natural.


Sedang Leon memakai jas berwarna senada degan baju yang di pakai Zha.


" Pantas kak Dahlia selalu membanggakanmu nak, kau begitu cantik . . .! " kata Lala sambil mengelus pipi Zha dengan lembut.


" Ku kira hanya di sosmed saja kamu terlihat cantik, karena canggihnya sosial media sekarang, ternyata Leon dan Arief tidak pernah pakai efek bila meng aploudmu di sosial media " puji Lala lagi.


" Ah bibi, nanti telinga Zha besar loh, kalau selalu bibi puji !" kata Zha dengan senyum manisnya.


Aldo dan istrinya keluar dengan balutan pakaian pengantin, istri Aldo yang terlihat cantik putih, khas bulenya. menyapa Zha dengan senyum.


" Hallo. . . !" sapa Istri Aldo.


" Hai. . . !" sapa balik Zha.


Mereka diam karena tidak memahami bahasa masing masing.


" Dit is Leons vrouw, moeders nicht? " kata Lala dalam bahasa Belanda.


( " Kenalkan ini Zha istri Leon keponakan mom ?" kata Lala dalam bahasa Belanda.)


" Hai Colin. . !" mengenalkan namanya pada Zha.


" Zha. . !" kata Zha balik.


" Leon. . !" kata Leon saat menjabat tangan Leon.


Mereka hanya tersenyum.


" Beauty. . . !" puji Colin.


" Thanks, You are also beautiful ?" kata Zha.


" you are good at english ?" puji Colin.


" that's the only language i know " jawab Zha.

__ADS_1


Mereka ngobrol akrab dalam bahasa ingris. sedang yang lain hanya tersenyum.


" Ternyata sesama wanita kalau memahami sama - sama bahasa mudah akrab ya ?" kata Aldo.


Aldo dan istrinya keluar, di pelaminan berdua.


Leon dan Zha mengiringi dari belakang, semua mata tertuju pada Leon dan Zha.


" Sayang, kamu tahu tidak, mereka melihat kecantikanmu terpesona, tapi mereka tidak tahu kepolosan kamu di ranjang ?" bisik Leon pada Zha.


Zha memcubit pinggang Leon, sambil melotot.


" Auwww. . . !" teriak Leon, membuat mata keluarganya menuju ke Leon.


Leon hanya tersenyum menanggapinya.


...****************...


Setelah acara selesai Zha dan Leon tertidur di depan televisi dengan satu selimut, dengan posisi Zha tertidur berbantalan dada Leon.


Aldo tertidur di sofa sedang yang di kamar hanya istrinya.


" Ini anak, tidur tidak terurus !" kata Re. melihat orang berserakan.


Pagi harinya Zha sudah mandi, Zha menghindari Leon karena takut di terkam lagi, Zha yang sedang asik di dapur di kagetkan dengan kedatangan Lala.


" Mau bikin apa Zha ?" Tanya Lala.


" Lalu sop brokoli dan rendang daging sapi yang ada di kulkas ?" kata Zha.


" Kamu pintar masak ya ?" kata Lala.


" Tidak bi, basa saja !" kata Zha


Zha masih sibuk memasak dan Lala, sedang ada kesibukan lain jadi pergi sebentar, Zha di temani pembantunya yang juga orang Indonesia.


" Jadi makan masakan Indonesia lagi, jadi hilang kangen kampung halaman non ?" puji pembantu Lala.


Aldo mendekati Zha dan memeluknya dari belakang, pelukan Leon kok beda pikir Zha.


Zha membalikan badanya dan segera menampar Aldo, Aldo dengan sigap menepisnya.


" Bukankah aku mirip Arief ?" apa kamu tidak kangen sama Arief ?" kata Aldo masih memegang tangan Zha


" Mungkin wajahmu mirip Arief, tapi yang aku cintai dari Arief bukanlah wajah tampanya, tapi kepribadianya, aklaknya !" jelas Zha.


" Sama saja, akupun bisa seperti Arief ?" kata Aldo.


" Maaf aku sudah bersuami yang mencintaiku dengan tulus, !" kata Zha akan pergi.

__ADS_1


" Emang apa bedanya aku sama Arief, setiap wanita memandang pria itu dengan nafsu dan hartanya, lagian aku juga mencintaimu saat pandangan pertama !" hina Aldo dan ungkapan hati Aldo.


Zha tersenyum smirk.


" Kau dan Arief jauh berbeda,Arief mempunyai aklak yang baik, dia menghormati seorang wanita dan menjaga wanita yang di cintainya dan menghormati setiap wanita. dan dia punya komitmen bukan nafsu beda anda, anda pria tidak bermoral, sudah beristri masih melirik istri orang mungkin anda hanya sama wajah ?" tunjuk Zha pada Aldo.


" Tidak usah munafik kamu Zha, aku tahu kamu pasti sudah tidurkan dengan Arief ?" kata Aldo menunjuk Zha ganti.


" Memang susah berbicara pada orang yang di penuhi nafsu " kata Zha sambil menyiapkan makanan di meja makan.


Semua berkumpul di meja makan sebelum melakukan aktivitas.


Zha duduk diantara Leon dan Aldo, membuat Zha sedikit risih.


" Makanan ini, Zha yang masak kih pi ? jadi kangen Indonesia pi !" kata Lala.


" Pantas enak, kak Dahlia sering cerita Bahwa menantunya pintar memasak, ternyata benar " puji Re.


" Jangan berlebihan om, Zha hanya melakukan kewajiban sebagai istri !" jelas Zha sambil tersenyum.


Zha menyiapkan makan Leon membuka piring dan menaruhnya nasi dan juga lauknya.


Saat Zha duduk Zha merasa ada yang meraba pada pahanya dan melihat pahanya ternyata tangan Aldo.


Plakk. . . . ! tangan Zha mwlayang dengan kuat pada pipi Aldo hingga meninggalkan bekas merah.


Semua mata tertuju pada Zha dan Aldo.


" Sudah cukup aku diam, dan ternyata anda tidak bisa menghormati wanita !" teriak Zha dengan nada marah.


" Kenapa ? apa salahku ?" kata Aldo merasa tidak bersalah.


Leon memandang ke arah Zha, Zha takut Leon akan lebih membela sepupunya, Aldo tersenyum melihat pandangan Leon ke arah Zha.


" Kalau kamu tidak nyaman ayo kita pergi ?" ajak Leon pada Zha dengan lembut membuat semua orang penasaran.


" Hai kamu, tidak bisakah mengajari istrimu ? dia menamparku tapi malah kamu bela ?" bentak Aldo pada Leon.


" Dia pantas di bela karena dia istriku, kamu melecehkanya berkali - kali masih aku tahan, karena dia masih menahanya, kau kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan dengan istriku tadi pagi ?" kata Leon dengan mata merah menahan emosi, Zha berada di pelukanya.


Aldo kaget dengan kata - kata Leon, apa Leon tahu dia tadi pagi.


" Di dia menggodaku !" pembelaan Aldo.


" Kau kira aku anak kecil yang bisa kamu bohongi, istriku bukanlah wanita penggoda seperti yang ada dalam pikiran mesumu, kecantikanya, kelembutanya dan kesetiaanya hanya aku yang memiliki ?" kata Leon.


Ternyata pagi tadi saat Colin akan ke dapur, Colin melihat Aldo dah Zha, Colin nengeluarkan ponselnya dan merekam keduanya, setelah di rekam Colin mencari Leon, dan cerita dengan Leon, karena Colin tidak tahu arti Bahasa Indonesia jadi tanya - tanya pada Leon tidak mungkin bertanya pada mertuanya.


Leon menanggapinya saat melihat vidio yang di rekam Colin.

__ADS_1


Setelah melihat vidionya Leon langsung lari ke dapur, dan nelihat ke dapur, tapi Leon sudah tidak melihat keberadaan Zha.


__ADS_2