ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Misteri apa ?


__ADS_3

misteri apa


...****************...


Sedang di kediaman Leon tepatnya di dalam kamar, karena Leon tidak di perbolehkan keluar, tanpa akting lumpuh total, Leon sedang berbincang dengan Roy, yang di tugaskan menjaga Leon, sedang Zha sama pengawal lain pergi ke rumah Angga.


" Aku kagum dengan istri anda tuan " kata Roy.


" Kenapa Roy ?" tanya Leon dengan penasaran.


" Mungkin kalau saya sudah terkena tipu milyaran, tapi tidak dengan istri anda !" lanjut Roy.


" Maksudnya ?" tanya Leon semakin penasaran.


" Kemarin . . . !" kata Roy mulai cerita.


flash back on


Suasana kantor ricuh, para klien berunjuk rasa saat Zha dan Roy datang.


Zha menanggapinya dengan santai walaupun orangnya pada urakan.


" Kita selesaikan di dalam ya ?" kata Zha santai.


Satpam memanggilnya satu persatu, saat seseorang masuk dan memperkenalkan diri dengan emosi, karena perusahaanya, sudah bayar tapi barang belum datang, sambil menyerahkan barang bukti.


" Bapak dari perusahaan mana ?" tanya Zha santai sambil melihat buku


" Dari xxxx " kata Delon dari pengakuanya.


" Oh. . memang dia pelanggan tetap kami " kata Zha.


Lalu Zha menekan tombol nomor telepon.


[ " Apa ini dari pak Indro, dari perusahaan xxxx, yang berkerja dengan perusahaan kami "] tanya Zha dari sambungan telepon, membuat Delon panas dingin.


[ " Baik lah pak terima kasih " ] kata Zha lagi sambil menutup.


" Pak Delon ingin menipu saya, asal bapak tahu, tanda tangan suami saya tidak semulus ini, karena beliau cacat dan selalu gemetar, apa perlu bapak saya laporkan ke polisi karena biar ada tanda bukti, kalau ini penipuan !" kata Zha tegas sambil mengotak atik teleponya, membuat Delon ke takutan dan meminta maaf.


" Dan perusahaan dari pt xxxx, tidak pernah mengirim atas nama anda untuk kemari !" lanjut Zha.


" Hallo kator polisi. . !" kata Zha pada sambungan telepon.


" Maaf buk, maaf, tolong jangan laporkan saya ke polisi, saya mengakui salah, kasihan anak istri saya kalau sampai saya di penjara " kata Delon sambil menangkupkan tanganya ke depan dada, dengan tubuh gemetar.

__ADS_1


" Baiklah, dan bilang pada orang yang menyuruhmu, aku pasti mengalahkanya " kata Zha.


flash back off


" Ha ha ha. . !" tawa Roy dan Leon.


" Mungkin kalau saya tuan, sudah saya lawan pakai emosi, dan saya bunuh, tapi tidak dengan istri anda, dia melawan pelan tapi pasti, tidak ada yang menyangka, kalau istri tuan wanita hebat dan tangguh, " jelas Roy.


" Jangan lihat kelulusanya, tapi kualitasnya !" kata


" Kakkk. . . !" kata Zha yang baru datang sambil menangis di pangkuan Leon.


" Kau kenapa sayang ?, kenapa pipimu ?, siapa yang berani menyakitimu ?" kata Leon.


Roy segera keluar dan masuk lagi dengan segelas air putih.


" Zha di tampar oleh mami, gara - gara Butet hamil, katanya anak kak Leon, dan aku bilang anak papi, tapi malah mami menampar Zha !" kata Zha.


" Coba ceritakan lebih detail nona !?" kata Roy.


Zha lalu menceritakan apa yang terjadi di rumah Angga.


" Apa benar, kak Leon main gila dengan Butet !?" bentak Zha.


" Tidak mungkin, selama aku sakit, jangankan main, nengok saja tidak, padahal kuliahnya aku yang keluar biaya, bukan Angga !" jelas Leon.


" Jangan kak, nanti rencana kita gagal, sepertinya sebentar lagi akan ada serangan, karena kak Leon harus menikahi Butet, untuk menutupi perbuatan Angga " kata Zha.


" Maksudmu sayang ?" tanya Leon.


" Papi main gila dengan Butet, Zha pernah memergokinya, makanya sebelum Zha bilang sama mami, mereka duluan yang menghasut mami, Zha kalah cepat, dan tidak tahu rencana mereka, sekarang yang jadi korban suami Zha " jelas Zha


" Terus apa rencanamu nona ?" tanya Roy.


" Kak Leon lumpuh berat, sampai tidak bisa bicara dan tidak bisa dengar jadi waktu ijab kobul, kak Leon tidak bisa, agar kita bisa tahu apa sebenarnya maunya Angga, dan akan menambah bukti kejahata Angga " kata Zha.


" Siap buk bos. . !" kata Roy.


" Siapkan kulit palsu, jadi kak Leon nanti kalau di cubit, di gelitikin tidak terasa " kata Zha.


" Kau hebat sayang. . !" kata Leon.


" Mungkin kita akan melakukan penyerangan, siapkan pasukan kita Roy. . !" lanjut Zha.


" Aman nona !" kata Roy.

__ADS_1


Setelah berintruksi besoknya Zha ke Bandung, tapi bukan Roy yang mengantar, karena Roy, masih mengurus anak panti yang sakit, karena sekarang musimnya sakit.


" Zha sudah aku kirim seorang wanita untuk mengantarmu, dia lebih hebat dari aku" kata Roy dari sambungan teleponya.


" Baiklah " kata Zha.


Setelah datang, ternyata Ira, yang menolong Arka waktu jatuh.


Ira orangnya nyebelin, baru saja datang, langsung mencium pipi Leon membuat Zha gereget. Leon hanya diam saja, pura - pura lumpuh.


" Cup " kecupan Ira pada pipi Leon.


" Kamu. . !" kata Zha sambil mengepalkan tanganya.


" Kenapa, cemburu, pria cacat seperti dia masih di cemburui ha ha ha !" kata Ira.


" Berani sekali Roy mengirim perempuan seperti kamu, kelihatanya preman tapi doyan sama suami orang !" kata Zha.


Saat Zha akan menelpon Roy, tanganya di tarik oleh Ira di ajak berangkat.


" Tidak usah, ke lamaan, nanti keburu siang !" kata Ira.


" Berhenti, ! " bentak Zha. " Aku pamit dulu dengan suamiku, kau turunlah dulu menunggu di luar " kata Zha.


" Anda kalau tidak ku tunggu, pasti lama, anda kan keturunan siput " kata Ira.


" Bukan siput, tapi lebih di sebut keturunan bidadari " kata Zha.


Ira pasang muka lucu.


Setelah Zha pamit pada Leon, Zha jalan menuju mobil dan berangkat ke Bandung menuju rumah lama Wijaya, atau orang tua Dahlia.


Sesampainya di sana, rumah yang telah lama tanpa berpenghuni, sudah di penuhi rumput, tapi Zha tidak menyerah, dia masih terus menerobos masuk, dan melihat vila itu.


Zha masuk ke kamar satu per satu dan menelitinya, dan masih ada lemari usang yang masih tertinggal.


Zha membukanya, terdapat sebuah album berisikan beberapa foto, Dahlia kecil, hingga foto Dahlia, foto dengan seorang pria tampan bertato, sedang Wisuda bersamanya.


Lalu, dia balikan lagi album itu, foto Dahlia dengan pria asing tersebut dengan menggendong anak.


" Pria yang bersama mami seperti kak Leon, dan anak ini, aku pernah lihat foto ini di rumah mami, kalau ini foto kak Leon masa kecil, dan ini adalah orang tua yang menolongku waktu pendarahan ?" kata Zha dalam kesendirian di dalam kamar itu sambil membalikan albumnya.


" Mereka seperti keluarga bahagia, ke Bali, ke pantai, misteri apa lagi ini ?" kata Zha.


Zha Langsung memasukan album itu di dalam tasnya

__ADS_1


" Kita pulang sekarang " kata Zha pada Ira.


__ADS_2