
Hubungan Batin
...****************...
Di kantor Zha masih diam seribu bahasa, dengan berkas yang menumpuk di mejanya.
dreeet
Dreeet
Dreeet.
" Zha ponselmu bunyi . .!" kata Mita membangunkan lamunan Zha.
Zha kaget langsung mengangkat ponselnya, dan terpampang jelas terdapat nama Arief, senyum langsung merekah dari bibir Zha, tapi senyum itu pudar kala ponselnya lowbet.
" Kenapa dunia tidak berpihak kepadaku. . hu hu hu. !" teriak Zha dengan kesal sambil menangis, membuat semua karyawan penasaran dan melihat ke arah Zha.
" Zha malu di lihat semua !" kata Mita memperingatkan Zha.
" Ya begitulah kalau lagi bucin " desus karyawan.
Sekarang ganti bunyi ponsel Leon, terpampang atas nama Adiku vidio call.
" Hallo udah sampai Rif ?" tanya Leon.
" Sudah kak, sudah sampai di rumah uncle " jelas Arief.
" Kak kenapa ponsel Zha, tidak aktif ya ?" tanya Arief.
" Mungkin low bat " jawab Leon singkat sambil melihat laptop yang ada di depanya.
" Kebiasaan tukang ngantongin ponsel lowbat, kak Leon sibuk tidak tolong panggilin Zha " kata Arief dari sebrang sana.
Leon langsung menelpon seketarisnya menyuruh memanggil Zha.
Zha yang masih merasa sedih.
" Zha, di panggil pak Leon di tunggu di ruanganya " kata Yanti seketaris Leon beserta mantan kekasih. yang tidak suka, atau sangat tidak suka pada Zha.
Zha langsung lari ke ruangan Leon, langsung masuk tanpa ketuk pintu.
" Apa tidak bisa ketuk pintu dulu ?" tanya Leon melihat Zha.
" Maaf, " kata Zha merasa bersalah.
__ADS_1
" Ada apa pak Leon panggil saya ?" tanya Zha.
" Arief menelponmu ?" kata Leon, membuat Zha tersenyum.
" Mana pak ?" tnya Zha dengan wajah sumringah.
Zha, memanggil Leon kalau di luar kantor kak, kalau di dalam kantor pak.
Zha lngsung mengambil ponsel Leon, dan langsung membukanya ternyata wajah Arief terpampang di sana.
" Hallo sayang " sapa Arief dari sebrang sana.
" Hai, Rif " balas Zha.
" Kamu habis nangis ya ?" tanya Arief melihat wajah Zha yang sembab.
" Enggak, kok, tadi cuman dikit " kata Zha.
" Jangan menyusahkan kak Leon ya ?" pesan Arief.
" Aku, menyusahkan kak Leon ? tidak lah " jawab Zha sombong.
Leon hanya berdecak melihat mereka ngobrol.
Setelah lama mengobrol ahirnya sambungan tertutup. dan keluar dari ruangan Leon dengan perasaan lega.
...****************...
Arief kirim vidoo siaran langsung pada Zha, tapi tidak langsung di buka sama Zha, karena masih sibuk.
Dari mandi makan dan belum lagi ponselnya tadi lowbat, jadi harus menunggu lama.
Setelah selesai Zha memeriksa ponselnya, dan bahagia saat mendapat pesan dari Arief. ungkapan rasa cinta padanya.
( WAHAI ZHA SAYANG AKU MENCINTAIMU BAHKAN SANGAT MENCINTAIMU, KAMU YANG TELAH MENGISI HARIKU YANG KOSONG, DAN DARI DIRIMU KAU MERUBAH KEHIDUPANKU LEBIH BEWARNA.
" KAU PERCAYA PADAKU KAN ? KAU HARUS PERCAYA, SUNGAI ARE INI AKAK MENJADI SAKSI CINTA KITA "
LIHATLAH DIRIKU Byurrr ) itulah ahir dari vidio Arief.
" Aghhhht " teriak Zha saat melihat Arief tersapu gelombang di sungai Aree, tanpa pelampung.
" Ada apa Zha ?" tanya Didik.
" Arief pak, Arief . . . ?" kata Zha panik.
__ADS_1
" Kenapa Arief ?" tanya Didik yang ikut panik.
" Arief tenggelam di sungai Aree, dia mengirim vidio padaku ?" cerita Zha.
" Emang itu vidio jam berapa ?" tanya Didik.
Zha melihat ponselnya, " Satu jam yang lalu " jawab Zha.
" Oh, cobak kamu telepon keluarganya " Ide Didik muncul.
Lalu Zha menghubungi Leon, tapi jawaban Leon baik, karena di sana belum ada kabar lagi dari Arief semenjak telepon waktu di kantor tadi.
Leon juga menghubungi nomor Arief tidak aktif, Zha pun sama, semua di buat panik dengan vidio yang di kirim ke Zha. karena saking paniknya dan waktu sudah mulai malam Zha merasa haus, dan mengambil air ke dapur, karena stok air minum di kamarnya habis.
Setelah Zha masuk ke kamar sudah ada Arief dengan wajah pucat dan dengan senyum yang di paksakan.
Sedangkan di rumah Leon, Dahlia teriak histeris, setelah mendengar kabar kalau Arief hilang di sungai Aree. semua tidak percaya,
Mungkin ini hanya mimpi, karena siang tadi mereka bercanda tertawa bersama, apa lagi Leon, dia jadi teringat lagu yang di nyanyikan Arief waktu berangkat ke bandara.
Kaki Leon terasa lemas, sendi - sendinya, adik yang selalu di sayang, di manja, dan di lindungi harus pergi. Ahirnya Leon memutuskan untuk terbang malam itu juga ke Swish. Angga pun akan ikut, tapi di larang oleh Leon.
" Tidak usah pi ? Lebih baik jaga mami di rumah, dia juga butuh penompang hidup karena harus kehikangan darah dagingnya " kata Leon.
Tapi Angga masih bersi kekeh ingin ikut, tapi setelah di bujuk ahirnya Angga menurut.
Sebelum Leon pergi Leon mengabari keluarga Zha, karena bagaimanapun Zha adalah bagian dari Arief tapi yang mengangkat Didik, Didik shok. tapi untung tidak ada Zha di dekatnya.
( " Nak Leon, tolong kabar ini sembunyikan dulu dari Zha, bapak tidak tahu, kalau Zha tahu Arief hilang dia akan depresi ?") kata Didik dari sebrang telepon.
( " Baik pak, tapi bapak atur sendiri, karena sebentar lagi di siaran televisi pasti akan tayang hilangnya putra Angga reksa, aku juga tahu, kalau Zha bakal stres mendengar berita ini " ) kata Leon.
( " Terima kasih nak Leon ") jawab Didik.
( " Mungkin Zha bukan hanya stres, tapi yang ku takutkan juga, malah ikut bunuh diri, kita kabari saja kalau Arief sudah ketemu antara hidup dan mati ?") jelas Leon.
( " Baik nak, terima kasih ?" ) jawab Didik bangga.
' Ini firasat Zha Rif, hubungan batinmu dan Zha sudah sangat dekat Rif ' kata Leon di dalam hati.
' Semoga kau masih hidup, kasihan kekasihmu kalau harus kehilangan kamu, baru di pamit sekolah sudah sesedih itu, apa lagi kalau dengae kabar kamu hilang, mungkin dia bakalan tidak sadarkan diri ' kata Leon di dalam hati.
Keon ahirnya berangkat, tanpa pikir panjang, sedang Zha masih asik bermain dengan Arief atau arwahnya.
Zha merasa bahagia tenang dan damai saat di pelukan Arief. dan setiap pagi selalu solat berjamaah dengan Arief. tapi setelah itu entah ke mana Ariefnya.
__ADS_1
Tapi Zha masih psnasaran dengan wajah Arief dengan wajah pucatnya