ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU

ISTRI KECILKU KEKASIH ADIKKU
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Jangan tinggalkan aku


...****************...


Perjalanan satu jam bisa di tempuh oleh Roy, si sopir handal.


Leon langsung menuju kamar dan bertanya pada Adi, dan Adi menceritakan yang sebenarnya.


" Ini selang infus ?" tanya Leon.


" Dokter Geo tadi ke sini memberi asupan pada janin yang di kandung Zha, karena Zha sudah sehari lebih tidak masuk makanan ?" kata Adi.


" Sayaaang. . . !" panggil Leon pada Zha sambil menyiumi tanganya..


Zha hanya membuka matanya sedikit.


" Di jangan bikin aku baper " kata Zha di kira Leon adalah Adi.


" Aku Leon sayang suamimu " kata Leon meyakinkan.


" Adi, tidak mungkin kak Leon datang, lusa baru datang " kata Zha dengan lemas.


" Sayang, coba buka matamu pelan - pelan !" kata Leon belummenyerah.


Zha membuka matanya pelan - pelan.


" Emmm, mungkin hanya mimpi " Zha sambil memejamkan mata lagi.


Leon langsung memeluk tubuh Zha yang terkulai lemas.


" Kenapa kamu tidak cerita kalau kamu setiap aku tinggal seperti ini, kalau aku tahu kamu begini, tidak akan aku tinggalin kamu !" kata Leon dangan nada kuatir.


Mencium parfum yang di pakai Leon, Zha langsung membuka mata.


" Kak Leon. . . !?" kata Zha saat sadar kalau yang memeluknya Leon.


" Iya sayang ?" kata Leon.


Zha mulai merespon pelukan Leon, Zha dan meneteskan air mata.


" Kenapa kak Leon pulang, bukanya masih dua hari lagi ?" tanya Zha.


" Kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu masih ada trauma ?" tanya Leon dan hanya di senyumi Leon.


Leon mengompres kening Zha sampai sudah sedikit dingin, dan sudah sadar, walau belum sepenuhnya.


" Mami, , ,papi !" panggil Zha saat sudah sadar kalau Angga dan Dahlia di sana.


" Ternyata gampang obatnya " kata Dahlia sambil memegang kening Zha.


" Kayak gitu papi tadi sudah emosi sama temanmu Zha !" cerita Dahlia.


" Memang kenapa mi ?" tanya Zha.


Dahlia menceritakan semuanya.


" Ternyata hanya pelukan suami, sudah turun panasnya " kata Dahlia.

__ADS_1


Setelah ngobrol hangat Dahlia dan Angga pulang, sedang Adi dan Mita menginap karena jauh. Pagi harinya baru di perbolehkan pulang oleh Leon.


Leon bangun duluan dan menyiapkan sarapan.


" Sudah sehat sayang ? kok sudah bangun ?" sambut Leon pada istrinya.


" Seperti yang kak Leon lihat ?" kata Zha


" Kak. . . !" panggil Zha dari belakang sambil memeluknya.


Leon yang masih sibuk memasak spageti untuk sarapan hanya menjawab simpel.


" Emmm !" kata Leon.


" Apa kak Leon bisa memasak ?" tanya Zha.


" Sebelum ada kamu siapa yang menyiapkan sarapanku, dan di saat kuliah biar hemat, aku pilih masak sendiri " cerita Leon.


" Terus semenjak ada aku kenapa manja ?" tanya Zha.


" Karena masakanmu lebih enak !?" kata Leon.


" Kak . . !" panggil Zha semakin erat pelukanya dari belakang.


" Kenapa kak Leon tadi malam tidak ibadah ?" tanya Zha.


" Karena kamu masih sakit sayang ?" jawab Leon sambil membalikan badan.


" Apa kamu ingin ?" tanya Leon.


" Kenapa tidak mintak ?" tanya Leon sambil mendudukan istrinya di meja masak.


" Zha kangen !" kata Zha memeluk tubuh Leon yang masih pakai celemek, sedang Adi dan Mita mengintip lewat pintu.


" Ya sudah nanti habis sarapan ya ? biar tenaganya kuat ?" kata Leon.


Zha mengangguk sambil melihat bayangan Adi dan Mita yang sedang mengintip.


" Panggil temanmu, kita sarapan bersama " kata Leon.


" Kenapa harus di panggil, dia sudah tuh " kata Zha sambil menunjuk di pintu.


" Kalian mau sarapan tidak, nanti kuliahnya telat !" teriak Zha.


Mita dan Adi keluar dari balik pintu dan tersenyum malu, dan sarapan bersama, Leon menyuapi Zha dengan kasih sayang, sampai ada noda di mulutnya Leon bersihkan dengan tisu Membuat Adi dan Mita baper.


Setelah siap untuk kuliah.


" Kalian berangkat duluanlah aku nanti di antar kak Leon " kata Zha pada Adi dan Mita.


" Ya aku tahu, orang kangen memang susah " kata Adi.


" Ini kunci mobilnya !" kata Leon sambil menyerahkan kunci mobilnya.


Setelah Adi dan Zha keluar Leon langsung menggendong Zha ke dalam kamar, dan mengukungnya dengan senyum bahagia.


Leon dan Zha menyatukan tubuhnya dengan hasrat dan rona bahagia. sampai semuanya tertuntaskan hingga terkulai lemas

__ADS_1


" Jangan tinggalkan Zha lagi ya kak ?" tanya Zha.


" Emmmm. . maafkan aku yang tidak peka !" kata Leon yang memeluk Zha di dadanya dan menciuminya.


" Mandi yok ?" ajak Leon.


Zha mengangguk. dan mandi bersama, terjadi pertempuran lagi.


" Sudah kak, Zha mau kuliah !" kata Zha.


" Tapi kamu masih sakit " kata Leon.


Zha geleng kepala, " ngelayanin kak Leon saja Zha kuat, cuman kuliah masa tidak kuat !" kata Zha dan di senyumi Leon.


Semenjak itu Leon sudah tidak berani lagi meninggalkan Zha sedikit lama.


Saat Zha dan Leon di ajak ketemuan di cafe oleh Angga dan Dahlia, karena Zha yang kebelet, langsung masuk WC dan Leon menemui papi dan maminya dulu.


Setelah Zha keluar Dahlia langsung menyambutnya dengan sanyum.


" Zha. . ! nami dan papi kesini ingin bicara !?" kata Dahlia.


" Apa mi ?" tanya Zha yang penasaran.


" Papi kamu dapat ide dan sekarang alat semakin canggih !?" kata Dahlia membuat Zha semakin penasaran.


" Bagai mana, kalau janin kamu di ambil satu dengan cara di oprasi, supaya kamu tidak terlalu susah dan demi keselamatanmu juga umurmu belum genap sembilan belas nak ?" tanya Dahlia.


" Maksud mami ?" tanya Zha.


" Kita ambil janin kamu sebelum tiga bulan lebih, karena lebih beresiko kalau sudah lebih, Leon juga sudah mami bilangin !" kata Dahlia.


Zha meneteskan air mata.


" Kenapa semuanya jahat pada anakku ? dia salah apa, dia hanya ingin hidup di rahimku, dia ingin tumbuh di rahimku, kenapa ingin membunuhnya ?" teriak Zha membuat Leon terkejut.


" Sayangggg !" Leon menenangkan Zha.


" Kenapa kamu tanamkan bibit dalam rahimku, kalau hanya mau kau bunuh kak hu hu hu kenapa kamu tega membunuh darah dagingmu sendiri !" tangis Zha.


" Zha maksud mami, mami hanya ingin kau selamat nak apa lagi kau ingin lahir normal ?" Dahlia menenangkan Zha.


" Kalian semua seorang mafia yang akan membunuh anaku yang tumbuh di rahimku !" kata Zha membuat semua terdiam.


" Mafia saja tidak akan tega membunuh darah dagingnya sendiri " Bentak Zha.


" Zha dengarkan kak Leon, kak Leon sayang sama Zha, apa yang menurut Zha baik kak Leon akan ikut Zha " kata Leon sambil memeluk Zha, menenangkan Zha.


" Kan sudah Leon bilang jangan merusak mental istriku lagi mi !" bentak Leon.


Ternyata tadi Leon sempat debat dengan kedua orang tuanya karena tidak setuju dengan usulan Angga, tapi Leon memilih mengalah karena Dahlia bersikeras dan membicarakan itu pada Zha.


" Leon maafkan mami dan papi !" kata Dahlia.


" Ini tidak membahayakan satu anak Leon, tapi semua mungkin istri Leon !?" kata Leon dengan mata memerah dan membawa Zha pergi


Dahlia menangis di sofa cafe dan di tenangkan Angga.

__ADS_1


__ADS_2