
Talak untuk Zha
...****************...
Di mana Leon berada, di dampingi beberapa anak buanya Leon menemui karyawanya yang di ikat di bangku dengan wajah mengenaskan .
" Siapa yang menyuruhmu ?" tanya Leon sambil menatap mata anak karyawan itu dengan tatapan tajam.
Tapi anak itu masih diam, Reno nama yang di ketahui, dia anak badung dan nakal suka di club malam.
" Siapa ?" bentak Leon.
" Kalau kamu mau jawab, tulis nominal yang kamu inginkan dalam cek ini !" kata Leon sambil melempar cek.
" Tapi kalau tidak, kau ingin tahu rasanya timah panas ini, ini akan melubangi ini. ini ini dan ini !" ancam Leon sambil memegang pistol dan tangan satunya bagian - bagian kepala Reno.
" Tapi aku " kata Reno terputus.
" Cepat katakan. . ! aku tidak banyak waktu !" bentak Leon.
" Sebenarnya yang menyuruhku. . !" kata Reno terputus.
" Sebenarnya A a !" Reno terputus lagi
" Cepat katakan . . !" bentak Leon dengan bengis
" A a a . . .!" kata Reno terbata - bata.
Dor.r r r . . ! peluru menembus di kepala Reno.
Untung saja Leon dengan sigap menghindar, kalau tidak peluru itu langsung tembus ke dada Leon tapi baju Leon yang putih terkena percikan darah Reno.
" Bangggsat, keparatttt . .!" Umpat Leon, sedang sebagian anak buahnya langsung mencari penembak Reno yang dari jendela. atas perintah Roy.
" Cari dia sampai ketemu, ada penyelundup di markas kita !" teriak Leon.
Leon duduk di kursi kebesaranya. anak buahnya, tidak membuahkan hasil sama sekali, Leon ahirnya memutuskan pulang.
Sesampainya di rumah Leon melihat Zha sedang di dapur, Leon masuk secara diam - diam, tapi masih ketahuan Zha.
" Kok tidak ucap salam ?" tanya Zha yang tiba - tiba ada di hadapan Leon.
Zha meneliti seluruh tubuh Leon.
" Dari mana kak, ?" tanya Zha.
" Dari urusan bisnis " jawab Leon berusaha tegar supaya tidak di ketahui Zha.
" Zha tahu kalau kak Leon bohong ?" kata Zha.
" Kamu sudah tidak percaya sama suamimu sendiri ?" tanya Leon dengan nada emosi.
" Tidak, karena kali ini kak Leon berbohong, kak Leon habis membunuh orang kan ?" tanya Zha, membuat Leon kaget.
__ADS_1
" Aku bukan pembunuh Zha, !" jelas Leon.
" Lalu kenapa bau kak Leon amis, dan baju kak Leon ada percikan darah ?" Zha mengintrogasi Leon.
Leon mau tidak mau cerita pada Zha.
" Tapi sudah kak Leon bawa ke kantor polisi mayatnya " kata Leon.
" Kalian terlalu gegabah, membahayakan nyawa orang lain bukan membahayakan tapi malah menghilangkan, apa kalian pikir mereka tidak punya sanak saudara, seperti yang kak Leon katakan hidup dalam dunia bisnis banyak pecundang " omel Zha yang di rekam Leon.
" Kenapa Zha tidak cerita pada kak Leon, karena Zha tahu, endingnya akan seperti ini !" kata Zha.
" Mereka berhianat, kita lebih laknat, mereka main belakang kita harus main cantik, supaya tidak menimbulkan korban kak " jelas Zha.
" Maafkan aku Zha !" kata Leon akan memeluk Zha.
Tapi Zha menahanya Zha tidak mau di peluk Leon .
" Lebih baik mandi, dan masukan baju ke mesin cuci, kalau tidak mau pakai nanti kasih pada karyawan !" jelas Zha.
" Baik buk bos !" kata Leon sambil berlalu pergi.
...****************...
Empat minggu kemudian. Leon seperti biasa aktivitas kantor seperti biasa dan Zha ke kampus untuk kuliah.
Ting,! bunyi notifikasi dari ponsel Leon.
Saat di buka, terdapat foto Zha sedang transaksi dengan dokter Geo.
Leon matanya memerah dan segera pulang, sesampinya Leon di rumah, Leon melihat Zha sedang menghadap buku, tersenyum melihat suaminya datang, dan segera membuatkan kopi.
Pranggg. . .! Leon membanting kopi yang di bikin Zha.
Reeeek. . . ! buku Zha yang di meja di robek.
" Aku tidak menyangka Zha, ternyata aku menyimpan penghianat di dalam rumahku !" kata Leon.
" Maksud kak Leon apa ?" tanya Zha.
" Tidak usah berpura - pura polos Zha, aku sudah tahu sifatmu, kau lihat ini " Leon menunjukan foto Zha dan Geo tadi.
" Kak Leon. . !" kata Zha mendekat akan menjelaskan tapi di larang Leon karena sudah tersulut emosi.
" Jangan dekati aku, aku jijik lihat kamu !" kata Leon.
Tangan Zha terangkat akan menampar Leon, tapi Leon menangkisnya, dan tidak di sangka Leon menampar Zha, sampai terjatuh dan di ujung bibirnya mengalir darah segar.
" Aku benci kak Leon !" teriak Zha.
" Aku lebih benci penghianat, sekarang juga aku talak kamu Zha, keluar dari rumah ini, bawa barang - barang kamu, harta gono gini akan di urus oleh Roy !" kata Leon sambil mencengkram pipi Zha.
" Kamu tinggal bilang saja berapa yang kamu mintak " kata Leon.
__ADS_1
kata talak yang tidak di sangka oleh Zha, Zha langsung mengeluarkan air matanya.
" Kau mempermainkan pernikahan kak Aku yakin kak, suatu saat nanti kau akan menyesal kak, setelah kau tahu kebenaranya dan asal kau tahu aku tidak butuh hartamu secuil pun, aku sehat, aku bisa berkerja sesuai kemampuanku, dan egomu mengalahkan cintamu !" kata Zha.
" Kau begitu sombong, ternyata aku salah menilaimu Zha " kata Leon.
Zha mengeluarkan koper di pojok lemari, dan memasukan beberapa pakaianya dan nenarik kopernya keluar apartemen.
" Aku pamit kak, jaga diri kak Leon baik - baik " kata Zha yang tidak di pedulikan oleh Leon.
Hari sudah mulai sore, Zha menyusuri jalanan kota, dan sepertinya mendung akan turun hujan, tapi hujan di pipi Zha sudah tidak ada henti.
" Hai, ngapain kamu di sini ?" sapa Roy dari dalam mobil setelah melihat Zha.
" Dan. . .!" kata Roy terputus sambil memandang koper Zha.
" Hu hu hu hu. . . !" Zha tidak menjawab malah menangis.
Roy langsung memasukan Zha ke dalam mobil karena hujan sudah mulai turun.
Roy membawa Zha ke tempat tinggal Roy. Di sana di sambit anak panti.
" Buk, ibuk, kak Roy bawa cewek, cantik benar. . !" kata anak kecil pada pengurus panti yang sekitar tiga puluh lima tahunan.
" Yang benar kamu ?" Kata Linda pengurus panti.
" Benar buk !" anak itu meyakinkan.
Setelah Roy dan Linda berbalas salam Roy menyuruh Linda menyiapkan air minum untuk Zha.
Linda segera mengambilkanya dan dengan cepat Zha menghabiskanya, Linda mengantar Zha ke kamar, supaya beristirahat.
Dan Roy mengobati luka lebam yang ada di wajah Zha, dan diam - diam Roy memfotonya.
" Roy, itu pacar kamu , cantik ?" tanya Linda pada Roy.
" Sembarangan mbak, dia istri orang !" jawab Roy.
Membuat Linda melongo.
" Tapi dia masih kecil kelihatanya Roy ?" kata Linda.
" Mbak Linda tahu Arief yang suka kesini ?" tanya Roy.
" Ya " jawab Linda.
" Itu pacarnya, yang sekarang jadi istri kakaknya !" cerita Roy.
" Jadi istri Leon !" jelas Linda.
Roy mengangguk.
" Kenapa kamu bawa kesini ?" tanya Linda.
__ADS_1
" Saya juga kurang tahu, tadi aku menemukan dia menangis di jalan, dari pada dia kenapa - kenapa, mending aku bawa ke sini " jelas Roy