
malam pertama
...****************...
" Sini !" kata Adi sambil menunjuk dadanya juga, Mita yang geram langsung mencubit pinggang Adi.
" Aw aw aw aw. !" kata Adi.
" Sssssttt !" Leon mengarahkan jari telunjuknya pada bibirnya.
" Aku kalau punya istri nanti, habis lahiran langsung bisa angkat galon !" kata Adi, membuat orang di belakangnya melotot.
Leon mengkode agar Adi menengok ke belakang, Adi menengok ke belakang ternyata ada bu Dani.
" Awas kamu ya, kalau bikin anaku, jadi babumu !" ancam bu Dani.
" Ti ti dak buk, Adi hanya bercanda !" kata Adi sambil cengar cengir.
" Leon nanti kalau kamu ke Jepang ajak Mita !" kata buk Dani.
!!!? Leon berpikir apa masalahnya.
!!!? Mita dan Adi pun sama.
" Kau tahu, gara - gara tingkah kalian berdua Mita tontonanya hanya doraemon, kalau suruh nonton yang romantis, katanya sudah biasa malah di dunia nyata " kata bu Dani.
" Jadi bawa dia ke Jepang, biar makan doraemon !" lanjutnya membuat semua orang tersenyum, Leon yang tahu maksudnya pun ikut tertawa.
" Ibuuuuuu. . . ! Mita ini anak satu - satunya ibu, jadi di sayanglah, jangan di pojokan " kata Mita.
Seorang tamu datang, ingin melihat baby twinya Zha.
" Zha sekarang punya suami makin cantik saja, kayaknya baru kemarin dia di pasar dengan Adi masih kecil sekarang sudah beranak saja " bisik seorang ibu memuji/ saat melihat Zha tertidur di pelukan Leon.
" Alangkah manjanya Zha, sama suaminya " komentar yang lain.
" Resiko buk, menikahi bocah, !" kata Rima.
" Sepertinya, suaminya sifatnya tidak bisa menunggu !" bisik yang lain.
" Kok ibu tahu ?" tanya Rima.
" Nunggu anakmu besar saja dia tidak sanggup !"
" Ha ha ha. . !" tawa beramai.
Leon yang mengusap rambut Zha, dan mencium keningnya, tidak mendengar gosip para ibu - ibu di luar.
Saat seorang melihat, baby twin, ternyata ada tanda merah di siku kananya.
" Buk, hati - hati buk, cucu ibu punya tanda merah di siku kanan ?" katanya.
" Kenapa memang buk ?" tanya Rima.
__ADS_1
" Dia bisa jadi pimpinan mafia, dan di carinya karena kuat dan cerdas " jelasnya.
" Ah buk Rima jangan percaya mitos, ini jaman modern " kata yang lain.
Rima berpikir ' Apa ini yang terjadi pada Leon, dia mempunyai tanda yang sama dengan dua putranya, dia di incar banyak orang, di bunuh ataupun hidup, dan aku tidak pernah lihat Leon bekerja, tapi dia bisa memberikan kemewahan pada putriku, misteri apa di balik menantuku, ?' pikir Rima.
" Buk Rima, jangan di pikirkan aku hanya beecanda " kata ibu tadi membangunkan lamunan Rima.
" Oh ya tidak " jawab Rima dengan gagap.
Leon masih asik memandang wajah istrinya yang masih terlelap tidur di pelukanya, Adi dan Mita yang ada di depanya, hanya bermain ponsel, sesekali melirik ke arah Leon dan Zha, lalu saling pandang.
📲Ponsel Leon berbunyi.
📲 " Maaf untuk saat ini saya tidak bisa " jawab Leon dari sini.
📱...
📲 " Kalau anda membatalkan kerja sama kita, tidak masalah, Keluargaku lebih penting dari pada anda !" bentak Leon membuat Zha sedikit terkejut.
Tuuuut ponsel di matikan
" Pergilah kak, Zha tidak apa !" kata Zha yang masih menutup matanya.
" Segalanya tidak penting sayang, selain dirimu, aku tahu mulutmu menyuruhku pergi, tapi hatimu menahan !" kata Leon sambil mencium bibir Zha.
" Jangan cium, malu, banyak orang " kata Zha
" Tidurlah lagi, kau pasti lelah !" kata Leon menarik kepala Zha di dadanya dan di angguki Zha.
" Sayang, Arkana dan Aksara bangun, srpertinya dia lapar, ingin ***** !" kata Rima membangunkan putrinya di pelukan Leon, Leon yang ikut tertidur terbangun.
" Sayang, , ,!" kata Leon menepuk pipi Zha membantu Rima.
Rima tahu, putri dan menantunya kelelahan, karena jadi orang tua baru, dan harus jaga ke dua anaknya yang rewel setiap malam. Sedang Zha baru pulih dari demamnya
Zha membuka matanya.
" Mana, Arkana dan Aksara buk " pinta Zha.
Rima mengambil kedua cucunya.
" Kak, Zha lapar. . . !" pinta Zha.
Leon bergegas mengambil makanan buat istrinya, sambil Zha menetekin dua putranya, Leon dengan telaten menyuapi istrinya.
Adi dan Mita hanya bisa baper.
" Caranya seperti ini, kayaknya, aku, sudah tidak tahan lagi, hidup jadi bujangan " keluh Adi.
Didik dan Dani yang baru datang langsung menonyor Adi bebarengan.
" Cari uang dan beras dulu, baru nikah, dari pada malam pertama kamu di tendang suruh cari beras " kata Didik.
__ADS_1
" Kau tahu Di, malam pertama itu lelah, sakit semua badan, seperti terkena strok, dan yang paling tidak enak lapar tapi tidak bisa berdiri " kata Zha.
" Ngeri sekali Zha " kata Mita.
" Tambah lagi susah jalan, apa lagi prianya, kalau sembarangan tusuk itu, bisa patah, dan tidak bisa di pakai lagi " kata Zha menakuti Adi.
" Kau jangan menakutiku Zha !" kata Adi.
" Kenyataanya kamu betah dengan pak Leon " kata Mita memojokan Zha.
" Kitakan proses, makanya, aku nikah satu tahun lebih masih perawan !" cerita Zha.
Semua orang tersenyum mendengar cerita Zha, yang mengibuli Adi.
" Kenapa semua orang cerita kalau malam pertama itu enak Zha !?" tanya Adi.
" Karena mereka ingin kita sama sama dia !" kata Zha.
" Tapi tidak ada yang bilang, kalau ukuranya tidak muat, atau kebesaran !" kata Adi lagi.
" Siapa bilang, itu kenyataanya Ima, dia sering gonta ganti pasangan kareba apa, karena tidak pas, munfkin kekecilan, atau kebesaran, sedangkan yang ini pas, makanya jadi anak " kata Zha.
Adi berpikir sejenak
" Kak Leon, nanti aku ajari malam pertama ya . . . !" kata Adi yang langsung duduk di bawah Leon sambil memeluk kaki Leon.
" Ha ha ha. . . !" tawa semua.
" Apa aku bukain dulu Di, biar kamu gampang masuknya " canda Leon.
" Kak Leon. . . !" teriak Zha yang marah dengan bahasa Leon, dan menarik telinganya.
" Aww sakit sayang, cuman bercanda " kata Leon sambil menahan telinganya.
" Terserah kak Leon, yang penting tidak sakit, kita cuekin saja Zha !" kata Adi.
" Dasar, para manusia langka. . . !" kata Dani.
" Ha ha ha. . . !" tawa lagi
Di sela - sela keceriaan Angga dan Dahlia datang. Dahlia mencium kening Zha, tapi Zha cuek.
" Boleh mami gendong cucu mami ?" tanya Dahlia.
Zha cuek memberinya, Dahlia merasa ada yang beda pada menantunya.
Leon menarik maminya yang masih menggendong babynya, membawabya ke kamar.
" Mami, kenapa mami tidak peduli dengan kami, untung saja Zha tidak baby blues, dia menanyakan mami dari kemarin " jelas Leon.
" Maafkan mami Leon, mami sibuk, papimu mengurus perusahaan yang hampir bangkrut, sedang pak Joko masih pulang kampung !" Alasan Dahlia.
" Hanya itu alasan mami, dari kecil Leon tidak di perhatikan sama mami tidak masalah, tapi ini cucu mami, Zha menantu mami !" kata Leon dengan sedikit meninggi, dan keluar.
__ADS_1
Maaf ya apluod telat, pagi radi ada urusan